AKBP Stephanus Luckyto Dimutasi, Sejumlah Tugas Berat Menanti Kapolres Toraja Utara yang Baru
- account_circle Monika Rante Allo/Arthur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

TERIMA KASIH; Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto dimutasi menjadi Kapolres Bulukumba, Polda Sulsel. Terima kasih atas pengabdiannya di Toraja Utara. (AP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono dimutasi. Setelah bertugas kurang lebih 1 tahun di Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono kini dimutasi menjadi Kapolres Bulukumba, masih dalam lingkup Polda Sulsel.
Kabar mutasi AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono ke Polres Bulukumba ini dibenarkan Seksi Humas Polres Toraja Utara.
“Iya benar (dimutasi). Menjadi Kapolres Bulukumba,” ungkap staf Humas kepada kareba-toraja.com, Minggu, 28 Juni 2026.
Informasi yang dihimpun kareba-toraja.com mutasi Kapolres Toraja Utara ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 hingga ST/1341 tanggal 25 Juni 2026.
Menurut Surat Telegram Kapolri ini, selain Kapolres Toraja Utara, mutasi juga menyasar sejumlah pejabat utama, wakil direktur, auditor, kepala bagian, serta sejumlah Kapolres di wilayah hukum Polda Sulsel.
Masih menurut Surat Telegram Kapolri itu, pengganti AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono adalah AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, yang sebelumnya bertugas di Polda Sumatera Utara.
Pelangsir BBM, Judi, dan Narkoba
Meski tak banyak informasi yang bisa diperoleh mengenai latar belakang dari Kapolres baru ini. Namun sejumlah tugas berat sudah menantinya di Toraja Utara.
Judi (sabung ayam dan adu kerbau) merupakan persoalan hukum klasik yang seolah tak lekang dari wilayah hukum Polres Toraja Utara. Terakhir, waktu aksi unjuk rasa sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa di Mapolres Toraja Utara, 30 Maret lalu, Kapolres AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono sudah berjanji untuk menindak tegas semua pelaku perjudian dalam bentuk apapun. Idealnya, komitmen itu mesti dilanjutkan oleh AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat.
Narkoba. Ini adalah persoalan hukum yang beberapa waktu belakangan ini mencoreng wajah Polres Toraja Utara. Betapa tidak, selain peredarannya semakin meluas, Kepala Satuan Narkoba (Kasat) dan Kanit Narkoba tersandung kasus hukum, hingga berujung PTDH.
“Ini tugas berat Kapolres yang baru. Kita berharap dia bisa memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Polres Toraja Utara,” ungkap Roy Rantepadang, pengamat sosial kemasyarakatan di Rantepao, Minggu, 28 Juni 2026.
Yang lebih memprihatinkan, kedua pejabat yang mestinya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba, malah terjerat di dalamnya.
Kasus hukum terkahir yang belakangan ini sering diomongkan masyarakat di platform media sosial adalah mafia bahan bakar minyak (BBM). Disinyalir ada jaringan yang menggunakan truk-truk maupun minibus pelangsir untuk menimbum BBM, terutama jenis solar. Konon ada kabar berhembus, bahwa solar yang dikumpul melalui truk dan minibus pelangsir ini dibawa ke Morowali. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo/Arthur
- Editor: Arsyad Parende



Saat ini belum ada komentar