Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Usut Remaja yang Hilang 3,5 Tahun Lalu, Polres Toraja Utara Kembali Datangi TKP

Usut Remaja yang Hilang 3,5 Tahun Lalu, Polres Toraja Utara Kembali Datangi TKP

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, TALLUNGLIPU — Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Toraja Utara kembali mendatangi lokasi hilangnya Toner alias Stoner, remaja 14 tahun asal Lembang Sa’dan Malimbong, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Lokasi dimaksud berada di sisi Sungai Sa’dan, tepatnya di Lampan, Lembang Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara atau di sisi kanan jalan poros Rantepao-Pangli.

Toner alias Stoner (14) dinyatakan hilang sejak Kamis, 30 Maret 2023. Berdasarkan laporan polisi yang diperoleh Kareba-Toraja.com, sebelum dinyatakan hilang, Stoner dikejar dan dilempari beberapa orang di lokasi tersebut. Karena dikejar dan dilempari, dia lari ke arah sungai dan tak ditemukan sampai sekarang.

“Kami mau menganalisa hasil pemeriksaan sebelumnya. Mencocokkan hasil pemeriksaan dan kondisi TKP. Ini untuk gambaran dan bahan Analisa, karena saya dan Kanit merupakan pejabat baru,” terang Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, soal alasan polisi kembali mendatangi TKP hilangnya Stoner.

Untuk diketahui, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara saat ini, IPTU Ruxon dan Kanit Tindak Pidana Umum, IPDA Fritz Pasulu merupakan pejabat di lingkup Reskrim Polres Toraja Utara yang baru dilantik beberapa waktu lalu. Sedangkan kasus ini terjadi pada tahun 2023.

Meski bergitu, IPTU Ruxon, dalam wawancara sebelumnya menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini.

“Yang paling penting sekarang ini adalah mencari korban. Ini kita harapkan kalau ada masyarakat yang memiliki informasi segera disampaikan kepada kami,” ungkap IPTU Ruxon.

Sebagai penjabat baru, IPTU Ruxon menyatakan pihaknya kembali mempelajari kasus ini dan mencari informasi tambahan, selain yang sudah ada dalam berkas perkara.

Selain mendatangi TKP, polisi juga menelusuri identitas Stoner, terutama dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Toraja Utara. Dari hasil penelusuran itu, NIK atas nama Stoner belum pernah digunakan sejak dia dinyatakan hilang.

Kendalanya, Korban Belum Ditemukan

Upaya pencarian terhadap Stoner bukannya tidak pernah dilakukan. Pasca peristiwa itu, banyak pihak yang terlibat dalam pencarian selama beberapa hari. Mulai dari BPBD, Basarnas, polisi, TNI maupun Satpol PP. Namun semua upaya pencarian di sekitar aliran Sungai Sa’dan itu belum memperoleh hasil.

Kabar baik pernah mengemuka pada 3 April 2023 dimana warga menemukan mayat di pintu air PLTA Malea di Kecamatan Makale Selatan. Banyak pihak menduga bahwa mayat tersebut merupakan Stoner. Namun setelah diidentifikasi, mayat tersebut bukan Stoner, tapi seorang pria warga Makale.

BERITA TERKAIT: Mayat Lelaki Dewasa Ditemukan di Pintu Air PLTA Malea, Tana Toraja

BERITA TERKAIT: Mayat yang Ditemukan di Pintu Air PLTA Malea adalah Warga Makale

Meski ada upaya-upaya tambahan dalam pengumpulan data serta informasi, namun fokus utama adalah mencari korban, Stoner. “Dengan berkas yang ada, fokus utama kita tetap mencari korbannya,” kata IPTU Ruxon.

Karena dari korban, bisa diketahui; apakah korban meninggal, cacat, mengalami tindak kekerasan, atau kemungkinan tindak pidana lain.

Dikejar Anak Muda di Lampan

Kasus hilangnya Stoner ini bermula pada Kamis, 30 Maret 2023 malam. Berdasarkan laporan polisi dan kronologis di Satreskrim Polres Toraja Utara, saat itu, Stoner bersama dua orang rekannya melintas dari dari Rantepao menuju ke Sa’dan. Mereka menggunakan dua sepeda motor. Stoner dibonceng oleh seorang rekannya bernama Arya.

Saat tiba di daerah Lampan, ada sekumpulan anak muda yang meneriaki mereka. Kemudian, karena panik, salah satu sepeda motor berbalik arah ke Rantepao. Sedangkan sepeda motor yang satunya terus melaju menuju ke arah Sa’dan. Kemudian, Stoner melompat dari sepeda motor dan lari ke arah sungai. Dia dikejar dan dilempari oleh kelompok anak muda itu. Setelah situasi mereda. Beberapa rekannya datang mencari dia ke lokasi. Namun tidak ditemukan. Yang ditemukan di lokasi hanya sandal milik Stoner. Sejak saat itu, Stoner tidak pernah ditemukan lagi.

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon mengatakan, berdasarkan berkas perkara yang ada, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi, baik yang bersama korban maupun sejumlah pemuda yang diduga melakukan pengejaran pada malam itu. Namun tak satu pun yang ditetapkan menjadi tersangka.

Lambannya penanganan kasus ini pernah dipertanyakan oleh keluarga Stoner dan masyarakat saat melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Toraja Utara pada Rabu, 18 Oktober 2023.

Tetap Berharap Polisi Ungkap Kasusnya

Meskipun kejadiannya sudah lama, 3,5 tahun, namun keluarga Stoner tetap berharap Polres Toraja Utara bisa mengungkap kasus hilangnya Stoner seterang-terangnya dan setuntas-tuntasnya.

Ayah Stoner, Samen Salu, dalam wawancara telepon dengan Kareba-Toraja.com, Rabu, 5 Agustus 2026, mengungkapkan bahwa selama kasus ini belum jelas, dirinya tak bisa tenang. Dia terus berharap, aparat kepolisian bisa mengungkap kasus ini.

“Harapan saya kasus ini diungkap sampai tuntas,” singkat Samen Salu, yang saat ini tengah mencari nafkah sebagai petani di Sabah, Malaysia.

Samen mengatakan, dirinya bersama keluarga sudah mengetahui, siapa-siapa yang mengejar dan melempari anaknya pada malam 30 April 2023 itu. Namun mereka tidak mau mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri. Mereka tetap menyerahkan penanganan hukum ini ke polisi.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan keluarga Stoner, Darius Marten Loda. Dia mengaku kecewa karena polisi masih mencari bukti-bukti. Padahal menurunya, bukti sudah sangat jelas, bahwa pada malam 30 April 2023 itu, ada orang yang mengejar dan melempari Stoner hingga dia lari menuju sungai. Namun sampai saat ini, tidak satupun dari para pengejar itu yang dijadikan tersangka.

Tetapi sebagai warga negara yang taat hukum, kata Darius Marten, pihaknya tetap mempercayakan penyelesaian kasus ini ke aparat penegak hukum.

“Harapan kami, yang secepatnya dituntaskan,” pungkas Darius Marten. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sehari, 103 Pasien Covid-19 di Tana Toraja Dilaporkan Sembuh

    Sehari, 103 Pasien Covid-19 di Tana Toraja Dilaporkan Sembuh

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Testing, tracing (penelusuran), dan treatment (tindak lanjut perawatan pasien), yang cukup baik dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Tana Toraja memang menemukan banyak kasus baru. Namun, langkah ini juga membuat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sangat tinggi. Kemudian, tingkat kematian rendah. Penanganan dan penanggulangan virus Corona di Kabupaten Tana Toraja memang terus memperlihatkan trend […]

  • Dukung Program “Toraja Mengajar”, PMTI Serahkan Bantuan Keuangan

    Dukung Program “Toraja Mengajar”, PMTI Serahkan Bantuan Keuangan

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) menyatakan mendukung penuh program “Toraja Mengajar” yang merupakan tema besar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Gereja Toraja tahun 2026. Bukan hanya moral dan doa, dukungan PMTI itu juga diwujudkan dalam bentuk bantuan keuangan kepada Panitia HUT ke-79 Gereja Toraja yang dimaksudkan untuk membantu kelancaran kegiatan. Penyerahan bantuan […]

  • NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

    NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Arsyad Parende/Rls
    • 0Komentar

    Launching Program Menabung Demi Iuran (NADI) JKN. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Tidak sedikit peserta JKN yang memiliki kemauan membayar iuran, namun mengalami kendala menyiapkan dana secara penuh saat jatuh tempo pembayaran iuran. Kondisi ini terutama dialami oleh peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan tidak tetap. Untuk menjawab tantangan tersebut, […]

  • Pdt. Alfred Anggui Terpilih Ketua Umum BPS Gereja Toraja Periode 2026-2031

    Pdt. Alfred Anggui Terpilih Ketua Umum BPS Gereja Toraja Periode 2026-2031

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Pdt. Dr. Alfred Anggui terpilih Ketua Umum BPS Gereja Toraja. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja yang berlangsung di Kota Palopo sejak 09 Juli 2026, kini memasukinya hari terakhir atau hari Ke-5, Selasa 14 Juli 2026. Salah satu agenda sidang yang paling menarik perhatian jemaat Gereja Toraja adalah pemilihan […]

  • Electronic Glucometer; Alat Ukur Kadar Gula Tanpa Jarum, Karya Mahasiswa Teknik Elektro UKI Toraja

    Electronic Glucometer; Alat Ukur Kadar Gula Tanpa Jarum, Karya Mahasiswa Teknik Elektro UKI Toraja

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kebanyakan orang takut dengan jarum suntik atau alat medik yang bersifat invasive (menyakiti tubuh). Hal inilah yang mendorong Rombe Tolangi, mahasiswa Teknik Elektro UKI Toraja untuk menciptakan sebuah alat pengukur kadar gula darah yang berkarakter non-invasive (tanpa menyakiti tubuh orang) dengan memanfaatkan sensor GSR (Galvanic Skin Resistance) dan Mikrokontrol Arduino Uno. Cara […]

  • Dua Nakes Asal Toraja yang Jadi Korban KKB di Pegunungan Bintang Sudah Dievakuasi ke Jayapura

    Dua Nakes Asal Toraja yang Jadi Korban KKB di Pegunungan Bintang Sudah Dievakuasi ke Jayapura

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAYAPURA — Dua tenaga kesehatan (Nakes) asal Toraja yang menjadi korban kekejaman teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September 2021, berhasil dievakuasi ke Jayapura, Jumat, 17 September 2021. Mereka dievakuasi oleh aparat keamanan bersama sembilan tenaga kesehatan lainnya dan tiba Makodam XVII/Cenderawasih sekitar pukul 11.00 WIT, […]

expand_less