Hadiri Pembukaan SSA Ke-26, PGI Apresiasi Komitmen Gereja Toraja Lawan Judi
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekretaris PGI Pdt. Dr. Darwin Dharmawan saat memberikan sambutan pada pembukaan SSA Ke-26 Gereja Toraja di Palopo. (Foto: Arsyad- Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Pembukaan Pesta Iman Gereja Toraja yakni Sidang Sinode Am XXVI di Tanah Luwu pada 09 Juli 2026 yang dihadiri sejumlah Tokoh-Tokoh Toraja dan Pejabat Pemerintahan baik dari tingkat pusat hingga daerah, juga dihadiri tamu kehormatan dari Gereja Belanda dan Malaysia serta dihadiri Pengurus Pusat Persatuan Gereja – Gereja di Indonesia (PGI).
Dalam acara pembukaan tersebut, Pengurus Pusat PGI yang diwakili oleh Sekretaris PGI Pdt. Dr. Darwin Dharmawan didaulat menyampaikan sambutan dan ucapan selamat.
Dalam sambutannya, Pdt. Dr. Darwin Dharmawan mewakili 105 Sinode Gereja di Indonesia menyampaikan selamat bersidang kepada Gereja Toraja.
Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI mengapresiasi Gereja Toraja karena sudah menjadi bagian penting dalam arak – arakan oikumene Gereja – Gereja di Indonesia.
Pdt Darwin mengakui jika orang – orang Toraja banyak menjadi Tokoh Pimpinan Gereja yang berpengaruh, termasuk memberi pengaruh positif pada pendidikan, universitas dan lembaga oikumene.
Pdt. Darwin menyebut tema SSA Ke-26 Gereja Toraja “Teguh Dalam Kebenaran, Bertumbuh Dalam Kasih” sangat relevan dengan situasi Indonesia saat ini.
Pdt. Darwin menyinggung masyarakat yang hobby berjudi dan adu kerbau. Dan dalam situasi ini, PGI mengapresiasi sikap Gereja Toraja yang tetap teguh berpegang pada kebenaran sesuai tema Sidang Sinode Am Ke-26.
“Kita tidak bermaksud meniadakan budaya luhur terkait dengan kerbau dan budaya yang mengiringinya, yang tidak boleh adalah bagaimana budaya luhur itu ditunggangi oleh nafsu – nafsu yang dilarang (judi) oleh agama manapun di dunia ini” tutur Pdt. Darwin.
Ketika Gereja Toraja mulai bergerak dan mitra – mitra seperti Polri mulai bergerak maka pada saat itu kita telah memberi contoh yang baik bagaimana Tubuh Kristus bersama – sama menghadirkan kebenaran dan keadilan.
Pdt. Darwin berharap SSA ini bukan hanya sekadar sidang dan mekanisme organisasi yang tidak membawa perubahan namun apa yang dipikirikan, didiskusikan dan diputuskan hendaknya dibangun diatas kebenaran yang dengan teguh dipegang dan dengan kasih yang dengan sungguh dihidupi.
“Saya percaya masa depan Gereja – Gereja di Indonesia bisa lebih positif dan itu dimulai dari Gereja Toraja. Saya dengan tulus mengatakan bahwa masa depan oikumene dan peran Gereja sebagai terang dunia bisa diberikan contohnya pertama – tama melalui Gereja Toraja” tutur Pdt. Darwin.
“Gereja Toraja merespon krisis pendidikan dengan baik ketika gereja – gereja lain masih bergumul untuk melakukannya, Gereja Toraja berani melawan budaya yang sepertinya tidak bisa diubah yakni kerbau tarung” tutup Pdt. Darwin. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar