Dukung Pengendalian Penyakit Babi di Tana Toraja, Legislator Provinsi Yuniana Mulyana Serahkan Bantuan Disinfektan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Anggota DPRD Provinsi Sulsel Yuniana Mulyana melalui Staf Ronald dan Anggota Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja Wilyam Martono serahkan Bantuan Disinfektan ke Pemda Tana Toraja. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA. COM, MAKALE — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil 10 (Tana Toraja dan Toraja Utara) dari Fraksi Partai Demokrat Yuniana Mulyana SH menyerahkan bantuan disinfektan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja, Selasa 02 Juni 2026.
Disinfektan sebanyak 40 dos atau 400 liter tersebut sebagai bentuk dukungan Legislator Yuniana Mulyana dalam rangka pengendalian dan penanggulangan Demam Babi Afrika yang disebabkan oleh virus African Swine Fever (ASF).
Bantuan disinfektan diserahkan anggota DPRD Provinsi Yuniana Mulyanan melalui staf DPRD Ronald didampingi anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tana Toraja Wilyam Martono, S.Kom.
Bantuan disinfektan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja Yohanis Some’.
Dikonfirmasi ditempat terpisah, Legislator Yuniana Mulyana mengatakan bantuan disinfektan ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pengendalian dan penanggulangan wabah virus ASF.
Yuniana Mulyanan mengatakan Wabah ASF menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap peternak dan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap upaya pengendalian dan penanggulangan virus ASF semakin optimal.
“Sinergi antara pemerintah, petugas kesehatan hewan dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, termasuk melalui penerapan biosekuriti yang baik di lingkungan peternakan” tutur Yuniana Mulyana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Tana Toraja Yohanis Some menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Anggota DPRD Provinsi Sulsel Yuniana Mulyana yang telah memberikan perhatian serius khususnya kepada Dapil 10 dalam upaya pengendalian virus ASF.
“Bantuan disinfektan ini akan sangat berguna bagi masyarakat Tana Toraja khususnya bagi peternak babi” tutur Yohanis Some
Bagi masyarakat yang membutuhkan silahkan datang ke Kantor Dinas Pertanian karena penggunaan disinfektan akan didampingi oleh Penyuluh maupun Dokter Hewan agar penggunaannya sesuai aturan.
Yohanis Some juga menyampaikan terimakasih kepada Yuniana Mulyana karena bantuan ini bukan yang pertama melainkan yang kesekian kalinya Yuniana Mulyana memberikan dukungan untuk sektor pertanian di Tana Toraja
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menerbitkan surat imbauan yang ditujukan kepada Camat, Lurah dan Kepala Lembang terkait perlunya ada respon cepat untuk
menghindari penyebaran lebih luas dan upaya mitigasi resiko dengan melakukan tindakan pengendalian dan penanggulangan ASF secara tepat dan efektif.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam hal ini Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja yang membidangi Fungsi Peternakan dan
Kesehatan Hewan perlu menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-
langkah sebagai berikut :
- Melarang setiap perusahaan, pedagang, dan pemilik ternak babi untuk memasukkan ternak babi ke wilayah Kabupaten Tana Toraja.
- Melaporkan apabila menemukan ternak babi yang sakit dengan gejala klinis : Demam, tidak mau makan, tidak mampu berdiri, kejang, muntah darah, kemerahan pada permukaan tubuh terutama pada telinga dan perut pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja.
- Melakukan pencucian dan disinfeksi kandang, peralatan kandang, secara rutin.
- Membersihkan diri sebelum dan sesudah kontak dengan babi peliharaan.
- Tidak menggunakan makanan sisa sebagai pakan.
- Memberikan pakan yang bergizi serta tambahan vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Melakukan vaksin hog colera pada ternak babi secara berkala.
- Mengubur bangkai ternak babi yang mati dan tidak membuang bangkai ternak babi ke sungai, saluran air dan semak-semak untuk tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit yang lain. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende



Saat ini belum ada komentar