Optimalisasi Aset Gereja Jadi Salah Satu Program Prioritas Ketua Umum BPS Gereja Toraja Terpilih Pdt. Alfred Anggui
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pdt. Dr. Alfred Anggui Ketua Umum BPS Gereja Toraja Terpilih pada Sidang Sinode Am Ke-26. (Foto: Arsyad – Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja yang berlangsung Wilayah I Tana Luwu, tepatnya di Luwu Convention Center (LCC) Kota Palopo, 09-14 Juli 2026 resmi menetapkan pengurus baru Sinode Gereja Toraja.
Pdt. Dr. Alfred Anggui kembali terpilih sebagai Ketua Umum BPS Gereja Toraja Periode 2026-2031 dengan perolehan suara 454 Suara sementara pesaingnya Pdt. Lidya K. Tandirerung memperoleh 92 Suara.
Selain Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Sidang Sinode Am juga memilih Ketua 1 (Pekabaran Injil) Pdt. Senianti Padda, Ketua 2 (Bidang Kepegawaian) Pdt. Musa Sikombong, Ketua 3 (Bidang Pendidikan Hukum Hubungan Gereja dan Negara) David Somalinggi’, Ketua 4 (Kesehatan dan Aset) dr. Etha Rimba Paembonan, Ketua 5 (Bidang Organisasi Intra Gereja) Pdt. Yusuf Paliling Sekretaris Umum BPS Gereja Toraja Pdt. Dr. Christian Tanduk, Bendahara Pnt. Evalina Popang.
Ditemui di arena SSA Ke-26 setelah terpilih kembali sebagai Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan.
Pdt. Alfred Anggui menyebut proses yang dilalui hingga saat ini bahkan sejak dari kecil adalah bagian dari bagaimana Tuhan membentuk pribadinya untuk lebih teguh dan kokoh.
“Saya bersyukur kepada Tuhan dalam banyak kekurangan, keterbatasa dan kelemahan, Tuhan masih memberikan ruang untuk terlibat dalam pekerjaan pelayanan ini (Ketua Umum BPS Gereja Toraja)” tutur Pdt. Alfred Anggui.
Terkait program prioritas sebagai Ketua Umum BPS Gereja Toraja Kedepan, Pdt. Alfred menyebut bahwa salah satu amanah Sidang Sinode Am yang menjadi konsentrasi kita yakni melanjutkan proses optimalisasi seluruh aset – aset Gereja Toraja supaya bisa mendukung pelayanan.
“Salah satu cara agar transformasi sekolah yang telah dimulai dari awal bisa berlanjut, pelayanan kesehata bisa berlanjut serta pelayanan di daerah – daerah terpencil bisa lebih optimal adalah dengan dukungan fasilitas atau aset” tutur Pdt. Alfred.
Meski begitu, Pdt. Alfred mengatakan program-program yang lain juga yang selama ini sudah berjalan baik tetap akan dilanjutkan.
Terkait perang melawan judi, Pdt. Alfred mengurai bahwa salah satu seruan peserta Sidang Sinode Am juga adalah berharap BPS kedepan tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah persoalan sosial di masyarakat.
Pdt. Alfred mengatakan hal itu tetap akan dilakukan meski dengan membangun formulasi yang lebih baik dan diharapkan pendampingan pastoral karena ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar