oleh

Pengukuran Skala Tinggalan Sejarah sebagai Kegiatan Inovasi pada Disbudpar Toraja Utara

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Alumni Arkeologi Universtitas Hasanuddin, Budiarti, melaksanakan kegiatan inovasi Latsar Toraja Utara dengan melakukan pengukuran besaran panjang, tinggi, dan lebar obyek tinggalan sejarah pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara.

Pengukuran ini dilakukan untuk mendapatkan ukuran yang pasti dari sebuah benda bersejarah, dengan menggunakan skala batang yang terbuat dari kayu atau kertas.

Budiarti dalam melaksanakan rancangan aktulisasinya memberikan kontribusi besar dalam pengembangan arkeologi benda-benda bersejarah yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata dengan melakukan pengukuran besaran panjang, tinggi dan lebar obyek tinggalan sejarah agar mendapatkan ukuran yang pasti dari sebuah benda bersejarah, dengan menggunakan skala batang yang terbuat dari kayu atau kertas.

Menurut Budiarti, Skala Batang ini akan memberikan gambaran real dari ukuran sebuah obyek tinggalan sejarah sehingga tidak menyebabkan ambigu dalam menginterpretasi suatu obyek sejarah atau benda arkeologis lainnya. Misalnya ukuran tinggi dan lebar dari obyek sejarah “Kandean dulang”. Bisa saja orang mengatakan ukuran tinggi dan lebar obyek tersebut dengan sekedar mengira-ngira namun dengan pengukuran skala batang tersebut akan diperoleh ukuran yang lebih pasti.

Baca Juga  Upacara HUT RI ke-76 di Benteng Ka’do; Salah Satu Benteng Pertahanan Pahlawan Nasional Pongtiku

Lebih lanjut Budiarti menjelaskan bahwa ukuran obyek tinggalan sejarah atau benda-benda arkeologi yang tepat akan sangat berpengaruh dalam penilaian kesejarahan suatu obyek tinggalan sejarah. Pengukuran skala dengan menggunakan skala batang adalah hal yang baru pertama kalinya dilakukan terhadap obyek tinggalan sejarah di Kabupaten Toraja Utara.

Pengukuran yang dilakukan oleh Budiarti ini mendapat apresiasi tinggi dari penguji yang berasal dari BPSDM Provinsi Sulsel, Dr. dr. Ampera Matippanna, S.Ked.MH pada seminar hasil aktualisasi peserta Latsar angkatan XXIV Tahun 2021 adalah “PENGUKURAN SKALA TINGGALAN SEJARAH ” yang dilaksanakan oleh Budiarti Saputri, SS dari Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara.

Tidak tanggung-tanggung, penguji ini memberikan nilai yang sangat fantastik setelah menguji Budiarti terhadap cara pembuatan skala, manfaat pengukuran skala, nilai kesejarahan obyek tinggalan sejarah, dan manfaat lainnya.

Baca Juga  Plt Gubernur Sulsel: Dari 2019-2021, Hampir Rp 400 Miliar Anggaran Masuk ke Toraja Utara

Pelaksanaan Aktualusasi Latsar ini mendapat juga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Jenny Konda, SS, M. Hum. Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya yang mendalami ilmu museologi S2 Unpad ini mengatakan bahwa kegiatan aktualisasi yang dilakukan oleh Budiarti merupakan sebuah inovasi bagi Dinas Pariwisata, sehingga akan terus dikembangkan dalam bidang tinggalan sejarah dan museologi Dinas Pariwisata Kabupaten Toraja Utara.

Lebih lanjut Jenny Konda, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada coach Bapak Drs. Muh. Idris, MSi sebagai Widya Iswara Ahli utama BPSDM atas bimbingannya terhadap Budiarti, sehingga kegiatan Aktualisasinya bukan saja untuk kepentingan daerah saja, tetapi juga untuk kepentingan nasional.

Baca Juga  Selama Pandemi, Kunjungan Pasien ke RS Menurun Namun Permintaan Formalin Meningkat

Budiarti yang juga alumnus arkeologi Unhas berharap bahwa kegiatan aktualisasinya akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Toraja Utara untuk pengembangan pengukuran obyek tinggalan sejarah dan benda arkeologis lainnya agar terdapat data base yang siap pakai bagi para peniliti benda-benda bersejarah. (*)

Penulis: Desianti/Rls
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya