BLK Malakiri Terus Berbenah, Pekan Ini Pelatihan Menjahit Kembali Digelar
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Toraja Utara, Marthen Manurun. (MRA/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Toraja Utara terus melakukan pembenahan dalam pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) di Malakiri, Kecamatan Balusu.
Setelah menggelar beberapa pelatihan tahun lalu, pada Kamis mendatang, BLK Malakiri akan kembali melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Garmen (menjahit) untuk 32 peserta.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Toraja Utara, Marthen Manurun, saat ditemui di kantornya, Senin, 20 April 2026 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati yang masih sangat peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia di tengah situasi ekonomi saat ini.
“Pak Bupati masih sangat peduli bukan saja kepada kegiatan fisik, tetapi juga sumber daya manusia. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih karena masih diberi kesempatan melaksanakan pelatihan di BLK Malakiri,” ujar Marthen.
Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total peserta 32 orang, terdiri dari dua angkatan. Sasaran pelatihan adalah para pencari kerja produktif ber-KTP Toraja Utara, lulusan SMA, dengan usia maksimal 35 tahun.
Marthen menjelaskan, pada tahun sebelumnya pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk perbaikan pemagaran dan pembangunan gedung di lingkungan BLK Malakiri. “Anggaran itu sudah terlaksana. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi,” tambahnya.
Menurut Marthen, kebutuhan perusahaan saat ini lebih mengarah pada keterampilan alat berat. Namun, pihaknya memilih membuka pelatihan menjahit terlebih dahulu karena keterbatasan anggaran dan tingginya angka pencari kerja di Toraja Utara.
“Kita tahu bahwa di Toraja Utara ini sangat banyak yang keluar untuk mencari pekerjaan. Kemarin saja, saat kami melaksanakan wawancara di sini pada hari Jumat dan Sabtu, hampir 500 lebih peserta pencari kerja hadir. Bayangkan sendiri situasinya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, melalui BLK ini tujuannya adalah mencetak anak-anak dan saudara-saudara kita para pencari kerja agar mampu bersaing di luar daerah.
Marthen berharap masih ada peluang melalui pergeseran anggaran untuk kegiatan serupa di tahun 2026. “Saya sudah bermohon ke Pak Bupati, mudah-mudahan masih ada lagi kegiatan yang sama di tahun 2026 ini,” harapnya.
Berdasarkan data Disnaker Toraja Utara, tercatat 3.105 pencari kerja sepanjang tahun 2025. Sementara sejak Januari hingga 20 April 2026, sudah ada 1.148 pencari kerja yang terdata. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar