Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » 2.000 Tanda Tangan Warga Tolak Eksplorasi Geotermal Bittuang Sudah Sampai ke Kementerian ESDM

2.000 Tanda Tangan Warga Tolak Eksplorasi Geotermal Bittuang Sudah Sampai ke Kementerian ESDM

  • account_circle Cr1/Arsyad Parende
  • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Upaya masyarakat Bittuang untuk menolak eksplorasi sumber daya gas bumi (geotermal) di wilayahnya, terus berlanjut. Terbaru, beberapa perwakilan masyarakat mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta untuk menyampaikan surat penolakan.

Surat penolakan itu melapirkan sekitar 2.000 tanda tangan warga, juga alasan penolakan.

Selain Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, surat penolakan itu juga disampaikan ke Kantor Staf Presiden (KSP) dan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Surat penolakan tersebut sebagai respon masyarakat Bittuang terhadap rencana eksploitasi panas bumi (Geothermal) di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang berpotensi akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat Bittuang.

Daniel Somba, Koordinator Aliansi Masyarakat Tolak Geothermal, mengungkapkan bahwa sejak awal masyarakat sudah menolak rencana eksploitasi panas bumi di Kecamatan Bittuang.

“Kami tidak akan memberikan sedikit pun ruang terhadap perusahaan yang akan merusak kampung kami, terutama terhadap industri geothermal,” tegas Daniel Somba.

Menurut Daniel, surat penolak yang disampaikan di Kementerian ESDM, KSP, dan Komisi 12 DPR RI sebagai bentuk penekanan terhadap pemerintah untuk segera menghentikan dan membatalkan seluruh rencana pembangunan industri geothermal di Kecamatan Bittuang.

“Sekaligus mengingatkan pemerintah bahwa Kecamatan Bittuang bukanlah tanah kosong. Didalamnya terdapat (Tongkonan dan Patane), serta ratusan ribu jiwa manusia yang menggantungkan hidupnya pada pertanian dan perkebunan,” terang Daniel Somba.

Masyarakat Bittuang, kata Daniel, sudah sejak lama melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan industri geothermal tersebut, tetapi pemerintah masih terus ingin memaksakan rencana rencana pembangunan proyek tersebut terus berjalan. Walaupun sudah ditolak warga sejak tahun 2021, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi kembali membuka karpet merah terhadap perusahan untuk melakukan eksploitasi terhadap panas bumi di Kecamatan Bittuang.

“Jadi sangat keliru ketika pemerintah masih terus memaksakan rencana pembangunan industri geothermal, karena lokasi rencana pembangunan industri geothermal tersebut berada di lokasi sumber mata air bersih kami masyarakat Bittuang,” urai Daniel.

Selain itu, katanya lebih lanjut, wilayah Bittuang juga masuk dalam wilayah pemukiman, pertanian, perkebunan, dan wilayah Tongkonan masyarakat Bittuang. Sehingga ketika pemerintah memaksakan pembangunan industri tersebut akan terjadi perampasan ruang hidup, pengrusakan situs budaya Tongkonan dan patane serta akan terjadi konflik yang berkepanjangan.

“Maka dari itu, melalui surat penolakan kami ini meminta kepada pemerintah pusat untuk segera menghentikan dan membatalkan seluruh rencana pembangunan industri geothermal di Kecamatan Bittuang, serta mengeluarkan Toraja dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) karena akan berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Kami tidak ingin mewariskan kerusakan terhadap terhadap anak cucu kami ke depan,” tegas Daniel Somba. (*)

  • Penulis: Cr1/Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Rosmiaty, Calon Kepala Lembang Buntu Limbong, Sosok Sederhana dengan Segudang Inovasi

    Mengenal Rosmiaty, Calon Kepala Lembang Buntu Limbong, Sosok Sederhana dengan Segudang Inovasi

    • calendar_month Jum, 29 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sederhana, cekatan, dan ramah senyum adalah ciri khas yang melekat pada diri mantan Kepala Lembang Buntu Limbong 2 periode, Rosmiaty  K.L, Stp. PEMILIHAN KEPALA LEMBANG serentak Tana Toraja tahun 2021 menjadi pertarungan periode ketiga Rosmiaty menahkodai Lembang Buntu Limbong Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Menjadi Kepala Lembang perempuan satu-satunya di Kecamatan Gandangbatu Sillanan tidak menjadikan Lembang Buntu […]

  • Baznas Toraja Utara Bantu Korban Kebakaran di Pasar Bolu Rantepao

    Baznas Toraja Utara Bantu Korban Kebakaran di Pasar Bolu Rantepao

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Penyerahan bantuan dari Baznas Toraja Utara untuk korban kebakaran rumah di Pasar Bolu. (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Toraja Utara menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran rumah yang terjadi di Pasar Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, Kamis 14 November 2024 lalu. Dua rumah yang terbakar adalah  rumah milik keluarga Rugayyah […]

  • Bank Indonesia Komitmen Kembangkan UMKM Kopi dan Kain Tenun di Toraja Utara

    Bank Indonesia Komitmen Kembangkan UMKM Kopi dan Kain Tenun di Toraja Utara

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Toraja Utara. Pengembangan UMKM difokuskan pada dua sektor, yakni kopi dan kain tenun Toraja. Komitmen ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto, dalam pertemuan dengan Bupati, Wakil Bupati dan jajaran pemerintah […]

  • Jual Perempuan Lewat Aplikasi MiChat, Seorang Mucikari Ditangkap Resmob Polres Toraja Utara

    Jual Perempuan Lewat Aplikasi MiChat, Seorang Mucikari Ditangkap Resmob Polres Toraja Utara

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Mucikari AHK dan Wanita Korban Prostitusi Online FDY saat diamankan Resmob Polres Toraja Utara. (Foto/Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, TALLUNGLIPU — Bergulirnya Operasi Pekat Lipu 2025, Tim Resmob Polres Toraja Utara Polda Sulsel mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui aplikasi hijau (MiChat), Sabtu 03 Mei 2025 dini hari. Dalam pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan seorang […]

  • Seorang Terduga Pengguna Narkotika Jenis Sabu-sabu Diamankan di Tallunglipu

    Seorang Terduga Pengguna Narkotika Jenis Sabu-sabu Diamankan di Tallunglipu

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, TALLUNGLIPU — Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara mengamankan seorang terduga pengguna narkotika jenis Sabu-sabu berinisial WN (26) di Tampo Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Jumat, pekan lalu. Terduga pelaku diamankan berdasarkan hasil penyelidikan terkait informasi maraknya transaksi narkoba di sekitar lokasi tempat tinggal pelaku. Kapolres Toraja Utara, AKBP Zulanda, melalui Kasatresnarkoba AKP […]

  • Polisi Pastikan Pria Tanpa Identitas yang Diamankan Warga di Buntu Limbong, Bukan Komplotan Pencuri

    Polisi Pastikan Pria Tanpa Identitas yang Diamankan Warga di Buntu Limbong, Bukan Komplotan Pencuri

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDANGBATU SILLANAN — Personil Polsek Mengkendek bertindak cepat mengamankan seorang pria tak dikenal yang diamuk warga di wilayah Limbong, Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Kamis, 14 Mei 2025. Pria paruh baya itu jadi korban amuk massa karena dicurigai hendak melakukan aksi pencurian di salah satu gereja di wilayah Lembang Buntu […]

expand_less