Ungkap Jaringan Narkoba dari Lapas, BNNK Tana Toraja Tangkap 10 Terduga Pelaku
- account_circle Cr1/NDL
- calendar_month Jum, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar

Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian. (NDT/Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba dikendalikan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bolangi, Gowa. 10 terduga pelaku berhasil ditangkap
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian pengungkapan jaringan ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang menggunakan “sistem tempel” dengan media komunikasi instagram.
“Awalnya itu ada laporan. Tapi memang sudah lama juga kita pantau jaringan ini, karena memang besar jaringan ini. Itu dia punya alat-alat yang kita ambil, itu dia nempel dalam satu hari itu bisa 200 sampai 300,” jelas Ustim Pangarian, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 25 Maret 2026.
AKBP Ustim Pangarian lebih lanjut menjelaskan bahwa dari laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan diperoleh data dan jaringan para pelaku peredaran narkoba ini. Tim BNNK Tana Toraja dan BNNP Sulsel pun bergerak. Selama empat hari, tim berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku. Dari 10 orang ini, satu diantaranya adalah perempuan.
“Bandarnya itu di Lapas Bolangi. 10 kita ambil, jaringan itu. Tapi kemungkinan besar tidak semuanya masuk, karena ada yang memang yang pembeli saja, itu juga nanti pendalaman. Kalau memang masuk dalam jaringan ini, kita akan proses hukum lebih lanjut,” ungkap Ustim.
Dari 10 orang yang ditangkap ini, kata Ustim, 7 diantaranya dibawa ke BNNP Sulsel untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan tiga orang lainnya masih menjalani pendalaman di BNNK Tana Toraja.
Disebutnya bahwa para pelaku menjalankan aksinya melalui media sosial instagram. “Main instagram semua ini, jadi agak sulit kita. Kalau kita tidak serius menangani kasus ini, susah kita dapat, karena main Instagram, bukan COD. Jadi kita harus mainkan Instagram terus untuk pantau mereka,” urai Ustim.
Saat ini, BNN Tana Toraja masih terus melakukan pengembangan untuk memantau peredaran dari jaringan yang disebut masih memiliki beberapa titik peredaran di wilayah Toraja.
“Ini kita masih mau kembangkan lagi. Kalau yang di Bolangi (Lapas Bolangi) itu sudah jelas. Kita mau kembangkan lagi ini dengan prediksi kuda-kuda yang lain kalau masih ada. Kudanya kita ambil, pa’tempel-tempelnya juga kita sudah ambil dan kemarin ada satu tambahan tempelan lagi kita ambil, berarti sudah ada 14 tempelan yang sudah kita amankan dari lokasi yang sudah ditempel. Kita kumpul lagi kembali. Jadi ada 14 dari kemarin dari satu orang ini 20 titik,” jelasnya. (*)
- Penulis: Cr1/NDL
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar