Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Event » Sekda Toraja Utara Apresiasi Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat Buntu Pune dalam Event THF 2026

Sekda Toraja Utara Apresiasi Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat Buntu Pune dalam Event THF 2026

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang memberikan apresiasi dan terima kasihnya atas kolaborasi Masyarakat Sadar Wisata (Masata) dengan masyarakat adat Buntu Pune dalam menyukseskan event Toraja Highland Festival (THF) tahun 2026, yang puncaknya terlaksana pada Jumat, 6 November 2026.

“Kita berharap ke depan, semua event-event budaya berkolaborasi dengan pemerintah dan dan seluruh tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga apa yang kita harapkan dalam rangka menumbuhkan pariwisata di Toraja Utara bisa semakin cepat kita rasakan. Contoh kolaborasi itu bisa kita lihat hari ini,” ungkap Salvius Pasang, saat memberikan sambutan mewakili Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong.

Untuk diketahui, Toraja Highland Festival (THF) merupakan event promosi wisata yang digagas oleh Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kabupaten Toraja Utara. Ketua Masata adalah Damayanti Batti, yang juga istri Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara. Toraja Highland Festival tahun ini berupaya menghadirkan tradisi “Merok” sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Toraja. Pada event itu, masyarakat adat Buntu Pune melaksanakan Merok Tongkonan Potoksia dan Kamiri.

Menurut Salvius, Toraja sudah dikenal dengan budayanya. Hanya saja selama ini yang selalu menjadi perhatian selalu pariwisata. “Padahal, harusnya kita berangkat dari mengembangkan budaya yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan wisata,” katanya.

Salvius juga menyatakan, setiap jengkal tanah di Toraja Utara mestinya bisa menjadi atraksi atau objek wisata. Aktivitas masyarakat, agama, budaya, adat, mestinya bisa dikemas menjadi atraksi wisata. Sehingga apapun yang dilakukan di Toraja Utara bisa mengundang tamu-tamu datang. “Itulah pentingnya kolaborasi seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Masata Toraja Utara, Damayanti Batti mengatakan THF ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, seni, kreativitas, dan pariwisata untuk memperkenalkan kekayaan budaya Toraja kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya lokal.

Menurut Damayanti, THF mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Toraja.  Merok Tongkonan Potoksia dan Kamiri di Buntu Pune merupakan kesempatan untuk merenungkan kembali kedudukan Tongkonan dalam kehidupan masyarakat Toraja.

“Tongkonan bukan hanya bangunan fisik tapi merupakan pusat ingatan genealogis, identitas rumpun keluarga, dan pelaksanaan berbagai tanggung jawab adat. Di dalamnya, sejarah keluarga diwariskan, hubungan antar generasi dipelihara, dan nilai-nilai kehidupan diteruskan. Warisan leluhur tidak cukup dipelihara sebagai peninggalan masa lalu,” terang Damayanti.

Damayanti menyebut, Toraja Highland Festival tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya, tetapi juga ruang kolaborasi bagi masyarakat adat, seniman, komunitas, generasi muda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan unsur tradisi, hiburan, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat.

Agenda utama meliputi Upacara Merok, Lomba Foto, Pameran Foto dan Lukisan, Bazaar UMKM, Apresiasi Lettoan, Fun Bike, serta Hiburan dan Pertunjukan Seni.

Menurut Damayanti, salah satu semangat yang diusung dalam penyelenggaraan Toraja Highland Festival 2026 adalah pentingnya menjaga kesinambungan tradisi di tengah perkembangan zaman.

“Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan, dan makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Objek Wisata Tebing Romantis Ollon Ditutup Sementara

    Objek Wisata Tebing Romantis Ollon Ditutup Sementara

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Pemerintah Lembang Bau dan Kecamatan Bonggakaradeng menutup sementara kawasan objek wisata “Tebing Romantis” Ollon. Selain Tebing Romantis, objek wisata Ollon dan Buntu To’wai, juga ditutup. Penutupan sementara ini mulai berlaku sejak 21 Januari 2021 hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Ditutup hingga ada persuratan soal new normal dari Pemkab Tana Toraja,” ungkap […]

  • Jelang Idul Fitri, PMTI Bagi Paket Sembako untuk Warga Muslim di Tana Toraja

    Jelang Idul Fitri, PMTI Bagi Paket Sembako untuk Warga Muslim di Tana Toraja

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Tidak hanya di Rantepao, Toraja Utara, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) juga melakukan aksi peduli kasih dalam bentuk pembagian sembako umat muslim di Makale, Kabupaten Tana Toraja. Penyaluran 100 paket sembako ini dilaksanakan di di Masjid Baiturrahman To’ Kaluku, Makale, Jumat, 29 April 2022. Pembagian sembako diberikan langsung oleh Pengurus Pusat PMTI […]

  • Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja Sidang Raya XVIII PGI di Toraja Resmi Dibuka

    Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja Sidang Raya XVIII PGI di Toraja Resmi Dibuka

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja adalah salah satu rangkaian acara Sidang Raya XVIII Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2024 yang digelar di Toraja. (foto: Ars/kareba-toraja). KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) dan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) resmi dibuka bertempat di Kompleks Pasar Seni Makale dan Plaza Kolam Makale Tana Toraja, […]

  • Catat ya, Awal Juli Nanti Group Band KOTAK Bakal Manggung di Toraja

    Catat ya, Awal Juli Nanti Group Band KOTAK Bakal Manggung di Toraja

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Group band ternama Indonesia, KOTAK akan manggung di Toraja, tepatnya di bekas Bandara Udara Rantetayo, Tana Toraja, 8 Juli 2023. Band KOTAK akan meramaikan panggung Toraja Carnaval, event promosi wisata yang digagas oleh politisi Partai Golkar, yang juga anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan (JRM). Toraja Carnaval 2023 merupakan gelaran kedua, setelah […]

  • Oknum Pendeta Diduga Terlibat Politik Praktis dan MP, BPS Diminta Ambil Tindakan

    Oknum Pendeta Diduga Terlibat Politik Praktis dan MP, BPS Diminta Ambil Tindakan

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sejumlah Pendeta Gereja Toraja mendatangi Kantor  Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Selasa, 22 Desember 2020. Mereka datang menyampaikan kegelisahan hati dan meminta BPS Gereja Toraja mengambil tindakan tegas dan pastoral kepada oknum-oknum Pendeta yang diduga terlibat dalam politik praktis dan politik uang. Karena tindakan itu dinilai mencederai nilai-nilai moral […]

  • Dukungan Terus Mengalir, Sejumlah Wajah Baru Hadir dalam Rapat Panitia Toraja DOB Provinsi Baru

    Dukungan Terus Mengalir, Sejumlah Wajah Baru Hadir dalam Rapat Panitia Toraja DOB Provinsi Baru

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Rapat Panitia Toraja Pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya – Toraja. (Foto:AP/Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE UTARA — Keseriusan Masyarakat Toraja untuk keluar dari Provinsi Sulsel dan bersama – sama dengan beberapa Kabupaten lain di Sulsel membentuk satu Daerah Otonomi Baru semakin kuat dan solid. Setelah pembentukan Panitia Toraja untuk DOB Provinsi Baru yang digelar di D’Rij […]

expand_less