Terbuat dari Ranting Bambu Ao’ yang Kaya Filosofi, UKI Toraja Juara 1 Lomba Pohon Natal Pemda Tana Toraja
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pohon Natal UKI Toraja dari Bahan Ranting Bambu Ao’. (Foto: Multimedia UKI Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) turut ambil bagian dalam lomba membuat dan menghias pohon natal yang digelar Pemda Tana Toraja dalam rangka menyambut dan memeriahkan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Barun2026 di Kabupaten Tana Toraja.
Lomba yang dimulai sejak 01 -31 Desember ini dibagi dalam beberapa kategori lomba dan terbuka bagi seluruh masyarakat dari 19 kecamatan dengan 4 kategori yakni:
1. Rumah Penduduk / Kelompok Masyarakat
2. Gereja
3. Sekolah/Kampus
4. Kantor/Instansi Pemerintah
UKI Toraja yang ikut dalam kategori Sekolah/Kampus berhasil keluar sebagai Juara 1.
Pohon Natal UKI Toraja yang terpasang di depan Kampus 1 UKI Toraja di Makale ini dibuat secara khusus dari ranting bambu (Tallang) Ao’.
Ao’ adalah bambu khas Toraja yang mencerminkan kekuatan, kelenturan, dan kesederhanaan hidup masyarakat Toraja.
Ranting-ranting bambu disusun membentuk kerucut menyerupai pohon Natal, menghadirkan kesan alami namun kokoh, sekaligus mencerminkan pertumbuhan iman yang mengarah ke atas – kepada Sang Sumber Kehidupan.
Keunikan utama dari desain ini terletak pada lilitan anyaman bambu yang membungkus susunan ranting dari bagian bawah hingga puncak.
Anyaman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengikat struktur, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam: di balik keberagaman bentuk, ukuran, dan arah setiap ranting bambu, terdapat satu lilitan anyaman yang rapi dan indah.
Hal ini melambangkan bahwa perbedaan, ketika dibalut oleh kasih dan persatuan, akan menghasilkan harmoni dan keindahan bersama.
Rektor UKI Toraja Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, SE., M,Si., Ak., CA, mengatakan desain ini sejalan dengan tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang mengajak kita untuk menyadari bahwa kehadiran Tuhan Yesus membawa harapan, pemulihan, dan persatuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Filosofi anyaman yang menyatukan beragam ranting menjadi satu bentuk yang utuh mencerminkan panggilan Natal untuk hidup dalam cinta, kebersamaan dan pengharapan di tengah perbedaan” urai Prof Oktavianus Pasoloran.
Hiasan sederhana bernuansa Natal ditempatkan secara proporsional untuk mempertegas suasana sukacita tanpa menghilangkan karakter alami bambu.
Keseluruhan karya ini menjadi simbol perayaan Natal 2025 yang bersahaja, bermakna rohani, dan penuh pesan inklusif.
Atas kekuatan konsep, kerapian pengerjaan, serta kedalaman makna yang disampaikan, Pohon Natal Ranting Bambu Ao’ ini berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Pohon Natal Pemda Kabupaten Tana Toraja. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar