oleh

Tak Ada Lagi Pasien, Pusat Isolasi Mandiri Terpadu Tangmentoe Ditutup Sementara

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kabar gembira datang dari Pusat Isolasi Terpadu Tangmentoe, milik Gereja Toraja, yang selama ini digunakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Sejak Minggu, 12 September 2021, tidak ada lagi pasien yang menjalani isolasi mandiri di tempat itu.

Meski menurut data Satgas Covid-19 Kabupaten Toraja Utara, per 12 September 2021, masih ada 90 orang warga yang menjalani isolasi mandiri dari 112 kasus aktif, namun warga sudah memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ketua Crisis Centre Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui, mengatakan Pusat Isolasi Mandiri Terpadu Tangmentoe dibuka sejak dua bulan lalu. Tempat isolasi mandiri ini dibuka atas kerjasama pemerintah, Satgas Covid-19 Kabupaten Toraja Utara dan Gereja Toraja.

Baca Juga  85 Persen Responden Setuju Pertokoan Lama Rantepao Dibongkar

“Setelah dibuka hampir dua bulan dibuka, 24 kamar (48 bed) Isolasi Mandiri Terpusat Tangmentoe kini sudah kosong semua, tidak ada lagi pasien,” terang Pdt Alfred, Senin, 13 September 2021.

Selama kurang lebih dua bulan tersebut, Pusat Isolasi Terpadu Tangmentoe sudah melayani 71 pasien isolasi mandiri dari Toraja Utara dan Tana Toraja. Dari jumlah itu, semuanya sudah dinyatakan sembuh.

Karena sudah tidak ada lagi pasien, lanjut Pdt Alfred, pihaknya sudah mulai melakukan sterilisasi terhadap kamar dan tempat tidur yang ada di Pusat Pelayanan Terpadu Tangmentoe.

“Kamar-kamar yang ada sudah disterilkan kembali seperti semula,” katanya.

Karena kondisi yang menggembirakan tersebut, Pdt Alfred mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Satgas Covid Toraja Utara, RS Elim Rantepao, rekan-rekan tenaga kesehatan dari beberapa Puskesmas yang secara bergantian melayani setiap harinya. Juga kepada pemerintah dan masyarakat Lembang Angin-Angin yang bisa mendukung layanan Isolasi Mandiri Terpusat ini.

Baca Juga  Tindaklanjuti UU Cipta Kerja, Pemkab Toraja Utara Ajukan Ranperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung

“Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada segenap warga jemaat yang telah memberi dukungan dalam berbagai bentuknya (donasi berupa konsumsi dan beragam donasi logistik lainnya),” ungkap Pdt Alfred.

Pdt Alfred menegaskan bahwa penutupan ini hanya bersifat sementara. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, apalagi kalau kasus positif Covid-19 meningkat lagi, tempat ini bisa dibuka kembali.

“Layanan ditutup sementara karena sudah kosong, tidak ada lagi pasien. Tapi jika angka meningkat lagi, kita akan buka lagi,” katanya. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya