Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata To’tarian Pangala’

Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata To’tarian Pangala’

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Desa Wisata To’tarian Pangala salah satu kawasan yang berada di Kabupaten Toraja Utara dan memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan. (foto: dok. istimewa).


Penulis: Andi Melda Sri Amanda (Hasil Observasi Magang Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa.

Pendahuluan

Desa Wisata To’tarian Pangala terletak di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Desa ini dikenal kaya akan budaya Toraja yang unik dan autentik, dengan kehadiran rumah adat Tongkonan yang menjadi ikon warisan budaya Toraja. Tongkonan tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga menyimpan nilai-nilai filosofi dan simbol kehormatan keluarga dalam masyarakat Toraja.

Namun, pengelolaan desa wisata bukan hanya soal memanfaatkan kekayaan budaya dan alam. Pemberdayaan masyarakat lokal menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan desa wisata. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan dan pengelolaan tidak hanya meningkatkan potensi ekonomi, tetapi juga membantu melestarikan tradisi yang ada. Dalam konteks ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara memainkan peran penting dalam memajukan Desa Wisata To’tarian Pangala sekaligus menarik perhatian wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara

Salah satu langkah awal yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah memastikan tersedianya infrastruktur yang memadai untuk mendukung Desa Wisata To’tarian Pangala. Pembangunan jalan menuju desa sudah menjadi prioritas utama untuk mempermudah akses wisatawan (Simarmata dan Panjaitan, 2019). Selain itu, dukungan terhadap fasilitas wisata seperti penginapan berbasis homestay, tempat parkir, dan area rekreasi turut direncanakan untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama dalam program yang dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pelatihan dapat diberikan kepada penduduk setempat untuk mengelola homestay, menjadi pemandu wisata, serta mengembangkan kuliner tradisional yang dapat menjadi daya tarik wisata. Selain itu, masyarakat juga diajarkan untuk memahami pentingnya menjaga nilai budaya lokal, sehingga pariwisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya.

Dengan pelatihan ini, masyarakat desa diajak untuk menjadi aktor utama dalam pengelolaan wisata. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif pada perekonomian lokal, tetapi juga meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya dan tradisi mereka.

Potensi Wisata di Desa To’tarian Pangala

Desa Wisata To’tarian Pangala memiliki berbagai potensi yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa ini menjadi saksi hidup warisan budaya Toraja, mulai dari upacara adat seperti Rambu Solo (upacara pemakaman) hingga seni tari tradisional. Pengunjung juga dapat menikmati kerajinan tangan khas Toraja yang penuh nilai estetika, seperti ukiran kayu dan tenun tradisional. Semua ini menjadi daya tarik yang memperkaya pengalaman wisatawan selama berada di desa.

Keindahan alam To’tarian Pangala juga menjadi magnet bagi para wisatawan. Dengan lanskap yang dikelilingi pegunungan, hutan, dan sawah yang hijau, desa ini menawarkan suasana yang tenang dan asri. Pemandangan ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari kehidupan kota.

Kuliner khas Toraja juga menjadi daya tarik tersendiri. Makanan tradisional seperti pa’piong (olahan daging dengan bumbu rempah yang dimasak dalam bambu) dan kopi Toraja yang terkenal kelezatannya dapat memanjakan lidah para wisatawan.

Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata

Pengembangan desa wisata tidak dapat dipisahkan dari peran aktif masyarakat lokal. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan desa wisata, mulai dari perencanaan hingga operasional.

Penelitian terdahulu oleh Gautama et al (2020) yang bertujuan untuk melakukan pengembangan wisata melalui pendekatan masyarakat diperoleh hasil bahwa pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan desa wisata dilakukan melalui program berbasis kemitraan yang melibatkan pemerintah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan organisasi desa. Komitmen bersama ini menjadi dasar dalam menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Pendekatan yang digunakan meliputi survei awal untuk memahami potensi, masalah, dan kebutuhan masyarakat, diikuti dengan pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Literasi desa wisata menjadi fokus penting, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia lokal dalam pengelolaan wisata.

Penelitian lainnya oleh Andayani et al (2017) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di desa wisata Penglipuran dilakukan dalam tiga tahap yaitu secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengembangan wisata. Partisipasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan adat, meskipun menghadapi tantangan seperti modernisasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya promosi wisata. Proses pemberdayaan juga melibatkan penguatan nilai-nilai sosial budaya lokal, menciptakan ketahanan sosial di tengah perubahan. Implikasinya adalah terjaganya warisan budaya serta transformasi tata nilai yang mendukung keberlanjutan desa wisata sebagai bagian dari identitas komunitas lokal.

Melalui pemberdayaan masyarakat, peluang ekonomi baru tercipta. Produk lokal seperti kerajinan tangan, hasil tani, dan makanan tradisional dapat dijual kepada wisatawan, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan homestay juga memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Dengan menempatkan budaya sebagai inti dari pengelolaan desa wisata, masyarakat diajak untuk menjaga tradisi mereka. Hal ini tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga membantu melindungi warisan budaya dari ancaman modernisasi. Pengembangan Desa Wisata To’tarian Pangala diharapkan memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat setempat dan Kabupaten Toraja Utara secara keseluruhan.

Dengan berkembangnya desa wisata, peluang usaha baru akan muncul, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Melalui program yang terencana, budaya lokal tidak hanya akan tetap terjaga, tetapi juga dikenal lebih luas oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Desa Wisata To’tarian Pangala memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Toraja Utara. Dengan pengelolaan yang baik, desa ini dapat menarik perhatian wisatawan dan menjadi ikon baru pariwisata di wilayah tersebut.

Penutup

Pengembangan Desa Wisata To’tarian Pangala membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara telah memainkan peran strategis dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan program ini juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat setempat untuk menjaga budaya dan tradisi mereka.

Harapan ke depan, Desa Wisata To’tarian Pangala dapat menjadi destinasi wisata favorit yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, desa ini tidak hanya menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan, tetapi juga simbol kebanggaan bagi masyarakat Toraja.

Daftar pustaka

Andayani, A. A. I., Martono, E., & Muhamad, M. (2017). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dan implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah (studi di desa wisata Penglipuran Bali). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 1-16.

Gautama, B. P., Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan desa wisata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355-369.

Simarmata, H. M., & Panjaitan, N. J. (2019). Strategi pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif dalam peningkatan perekonomian masyarakat kabupaten toba samosir. Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EK dan BI), 2(2), 189-201. (*)

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpilih Ketua Presidium PMKRI Toraja, Imanuel Siap Bersinergi dengan Semua Pihak

    Terpilih Ketua Presidium PMKRI Toraja, Imanuel Siap Bersinergi dengan Semua Pihak

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Imanuel resmi terpilih sebagai Mandataris RUA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja periode 2025/2026 dalam pemilihan yang berlangsung dalam Rapat Umum Anggota (RUA) PMKRI Cabang Toraja Sanctus Paulus yang digelar di Aula Stasi Mandetek sejak tanggal 29 April hingga 1 Mei 2025. Imanuel menggantikan Demianus, Ketua Presidium periode 2023/2025, melalui forum yang berlangsung […]

  • Rektor UKI Toraja Lantik Wakil Rektor, Dekan dan Ketua Program Studi, Berikut Nama-namanya

    Rektor UKI Toraja Lantik Wakil Rektor, Dekan dan Ketua Program Studi, Berikut Nama-namanya

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Rektor Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) Prof Dr Oktovianus Pasoloran, SE M.Si, Ak.CA secara resmi melantik pejabat struktural UKI Toraja masa bakti 2025-2030, Sabtu 22 Maret 2025 bertempat di Aula Gedung Tangmentoe, Angin-Angin, Kec. Kesu, Kabupaten Toraja Utara. Pelantikan dan reorientasi diawali dengan ibadah lalu dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan (SK) […]

  • Akses Jalan ke Objek Wisata Ollon Segera Dibangun

    Akses Jalan ke Objek Wisata Ollon Segera Dibangun

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Mendapat bantuan keuangan dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp 20 miliar, pemerintah Kabupaten Tana Toraja segera membangun akses jalan menuju ke objek wisat Ollon di Kecamatan Bonggakaradeng. Kepala Dinas PUPR Tana Toraja, Kaboel Palipangan mengatakan panjang akses jalan ke objek wisata Ollon yang akan dibangun kurang lebih 10 kilometer. Anggaran yang […]

  • Anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 di Tana Toraja

    Anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 di Tana Toraja

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Gabriel Steven
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Anggota DPR RI Komisi X, Eva Stevany Rataba, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja, di Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, Jumat, 9 Oktober 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah, terutama di wilayah terpencil dan pedalaman. Dalam kesempatan tersebut, Eva Stevany Rataba berinteraksi […]

  • Mengenal Dua Kopi Lokal Tana Toraja yang Kini Kantongi Lisensi Varietas Unggul

    Mengenal Dua Kopi Lokal Tana Toraja yang Kini Kantongi Lisensi Varietas Unggul

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    2 Varietas kopi lokal Tana Toraja yakni Langda Perindingan dan Buntu Santung kantongi Lisensi Varietas Unggul. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —Angin segar untuk kebangkitan Kopi Toraja datang dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan. Dua jenis kopi arabika lokal Tana Toraja yakni varietas Buntu Santung dan Langda Perindingan telah […]

  • Kebakaran di Pasar Baru Sangalla’; 13 Lapak Ludes, 31 Orang Tinggal di Tenda

    Kebakaran di Pasar Baru Sangalla’; 13 Lapak Ludes, 31 Orang Tinggal di Tenda

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Kebakaran hebat melanda Pasar Baru Sangalla’ yang terletak di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla’ Utara, Minggu, 26 April 2021. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita itu menghanguskan 13 lapak milik pedagang, yang sebagiannya juga digunakan sebagai tempat tinggal. Selain 13 lapak, kebakaran juga menyebabkan satu warga lansia bernama Indo’ Karangan menderita luka […]

expand_less