Milenial Pendukung Zatria Minta Pemda Klarifikasi Soal Isu Geotermal di Sangalla’
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month Rab, 15 Apr 2026
- comment 0 komentar

Gading Sampetoding, millenial pendukung Zatria mempertanyakan isu geotermal Sangalla'. (Foto: dok. istimewah).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bola panas Geotermal di Tana Toraja memasuki babak baru. Setelah penolakan eksplorasi Geotermal di Bittuang yang hingga kini belum ada titik terang dari pemerintah, kini muncul lagi isu eksplorasi geotermal di Kecamatan Sangalla’.
Isu geotermal di Kecamatan Sangalla’ ini sudah menjadi pembicaraan publik dalam dua hari terakhir menyusul munculnya dokumen yang merupakan peta Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang tersebar di 23 titik yang ada di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Tana Toraja.
Dalam dokumen tersebut, Tana Toraja ditandai memiliki 2 titik potensi panas bumi atau geotermal, yakni Bittuang dan Sangalla’.
Dalam dokumen yang berjudul “Peta Sebaran dan Status Geotermal di Tana Toraja” tersebut, Kecamatan Sangalla telah ditandai dan diberi keterangan memasuki tahap Survei Rinci/Detail.
Sementara diketahui untuk Kecamatan Bittuang telah memasuki tahap pelelangan Penugasan Survei Pendahuluan Eksplorasi (PSPE).
Informasi terbaru soal perkembangan proyek geotermal ini langsung mendapatkan berbagai reaksi dari mahasiswa Toraja.
Salah satu reaksi muncul dari milenial pendukung pasangan Zatria (Zadrak – Erianto) saat Pilkada 2024 lalu Gading Sampetoding yang ikut merespon rencana proyek geotermal ini.
Kepada media, Rabu, 15 April 2026, Gading Sampetoding menegaskan bahwa sebagai bagian dari generasi muda Sangalla’ yang peduli terhadap Toraja merasa terpanggil untuk bersikap soal geotermal.
Geotermal, menurut Gading, dianggap sebagai ancaman nyata bagi ruang hidup, ekologi, adat dan budaya Toraja serta tidak ada jaminan bahwa proyek ini aman dan tidak akan merugikan masyarakat sehingg keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Olehnya itu, mahasiswa Fakultas Hukum UKI Paulus Makassar ini meminta Pemda Tana Toraja dalam hal ini Bupati Tana Toraja untuk memberikan klarifikasi tentang adanya kegiatan survey panas bumi di Sangalla’.
“Bupati tdk boleh diam, beliau mesti bersikap atas keresahan rakyatnya, Bupati adalah Pemimpin di Wilayah ini sehingga jangan terkesan masa bodoh atas keresahan yang dirasakan masyarakat,” tegas Gading Sampetoding.
Gading mengatakan sebagai pendukung dan orator kampanye saat Pilkada lalu sudah semestinya mengingatkan Zatria untuk selalu peduli dan bersama dengan rakyatnya.
Gading menegaskan bahwa keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat harus jadi prioritas utama bukan justru kepentingan perusahaan.
Gading juga mengingatkan pemerintah bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan masyarakat lokal.
“Percuma kita bicara lapangan kerja atau peningkatan ekonomi jika dampaknya adalah kerusakan lingkungan dan risiko bencana” tegas Gading.
Jika melihat lebih detail dokumen peta geotermal tersebut, titik vital proyek geotermal berpusat di Makula’, Lembang Tokesan, Kecamatan Sangalla’ Selatan Tana Toraja. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar