Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Menu MBG dari Sayur Lokal Lebih Diminati Siswa SDN 11 Makale

Menu MBG dari Sayur Lokal Lebih Diminati Siswa SDN 11 Makale

  • account_circle Cr1/NDL
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Makale merupakan salah satu sasaran makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Makale Botang, dikelolah Yayasan Mutiara Titik Senja.

Adapun jumlah paket MBG yang diterima SDN 11 Makale yakni sebanyak  115, yang diperuntuhkan untuk 111 siswa dan 14 guru.

Jumlah tersebut berlaku untuk hari Senin hingga Kamis. Sedangkan, untuk hari Jumat, MBG akan dibagikan dua porsi sekaligus untuk masing-masing penerima. Seporsi untuk jatah hari Jumat, dan satu porsi lainnya sebagai jatah untuk hari Sabtu, yang biasanya menunya akan terdiri dari menu MBG basah dan MBG kering.

Satgas MBG SDN 11 Makale, Efryanti Natalia Tandiopang menyatakan, semenjak mendapatkan jatah makan bergizi gratis, menu yang disukai siswa adalah sayur-sayuran local, seperti buah pepaya, wortel, labu siam, dan kentang.

“Pernah satu kali kami dapatkan menu sayur pakcoi, tapi itu anak-anak kurang suka. Banyak yang tidak makan. Mereka lebih suka sayur-sayur lokal, seperti buah pepaya, wortel,kentang, dan labu siam. Itu mereka suka, selalu habis. Jadi kami komunikasi ke pengelola SPPG,” ungkap Efryanti Natalia Tandiopang, yang juga merupakan guru pengampu mata pelajaran Agama Khatolik, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia juga mengaku pernah menemukan nasi yang teksturnya keras, namun hal itu dikonsultasikan langsung kepada pengelola SPPG Botang.  Setelah itu, tidak lagi ditemukan kejadian serupa.

Semantara untuk menu buah, terdiri semangka, pisang, apel, salak, buah naga, melon yang disajikan secara bergantian tiap harinya.

Selama bulan puasa, menu yang disajikan untuk guru dan siswa yang beragama Islam merupakan menu kering, seperti telur, kacang, dan roti.

Efryanti mengaku, sejak pertama kali mendapat jatah MBG hingga saat ini tidak ada keluhan, baik dari guru maupun siswa. (*)

  • Penulis: Cr1/NDL
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Kole Sawangan Layak Jadi Destinasi Unggulan

    Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Kole Sawangan Layak Jadi Destinasi Unggulan

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MALIMBONG BALEPE’ — Salah satu rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno di Toraja adalah mengunjungi Desa Wisata Lembang Kole Sawangan di Kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Tana Toraja, Minggu 21 November 2021. Tiba di Kole Sawangan, Sandiaga Uno terpukau dengan keindahan alam, kehidupan keseharian masyarakat Toraja yang dibalut dalam kolosal […]

  • Ada Pegawai Terpapar Covid-19, Puskesmas Rantetayo Ditutup Sementara

    Ada Pegawai Terpapar Covid-19, Puskesmas Rantetayo Ditutup Sementara

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Pelayanan di Puskesmas Rantetayo, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja ditiadakan sementara. Kebijakan ini diambil menyusul satu pegawai yang bekerja di Puskesmas itu terkonfirmasi positif terpapar virus Corona. Ditambah dengan Rantetayo, telah tiga Puskesmas di Kabupaten Tana Toraja yang terpaksa ditutup sementara karena ada tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona. Dua Puskesmas lainnya, […]

  • Kebakaran Hanguskan Gudang Kopi dan Kacang di Makale

    Kebakaran Hanguskan Gudang Kopi dan Kacang di Makale

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta 6 petugas yang tiba di lokasi kebakaran beberapa saat setelah menerima laporan tidak bisa menyelamatkan bangunan beserta isinya. Material bangunan yang mudah terbakar, juga ada petasan di dalam bangunan, menjadi penyebab kebakaran itu terjadi begitu cepat. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.30 Wita, Senin, 7 Maret […]

  • Vakum Sejak Pandemi, Dinas Pariwisata Toraja Utara Hidupkan Kembali Wisata Hutan Bambu To’kumila’

    Vakum Sejak Pandemi, Dinas Pariwisata Toraja Utara Hidupkan Kembali Wisata Hutan Bambu To’kumila’

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Pengunjung Menikmati Atraksi Seni  Budaya di Hutan Bambu To’kumila’ Lembang Tonga Riu Kecamatan Sesean Suloara’ Toraja Utara. (Foto/AP-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN SULOARA’ — Pandemi Covid yang terjadi pada tahun 2019 lalu berdampak pada sektor Pariwisata Toraja Utara salah satunya Objek Wisata Pasar Tradisional Hutan Bambu To’kumila’ yang terletak di Lembang Tongan Riu Kecamatan Sesean Suloara’ […]

  • “Toraja Mengajar”; Inspirasi Orang Sukses untuk Generasi Muda, Terutama di Daerah 3T

    “Toraja Mengajar”; Inspirasi Orang Sukses untuk Generasi Muda, Terutama di Daerah 3T

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Desianti/Art
    • 0Komentar

    Tidak punya tambang. Tidak punya pabrik besar. Sumber daya alam terbatas. Yang menjadi andalan Toraja hanya sumber daya manusia (SDM). Itu menjadi dasar pemikiran dari event “Toraja Mengajar” yang merupakan tema utama dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Gereja Toraja tahun 2026. KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Gereja Toraja akan merayakan Ulang Tahun ke-79 pada tahun […]

  • Warga Makale Selatan Rasakan Getaran Tanah dan Ledakan, Penyebabnya Belum Diketahui

    Warga Makale Selatan Rasakan Getaran Tanah dan Ledakan, Penyebabnya Belum Diketahui

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE SELATAN — Sepekan terkahir, sejumlah warga yang tinggal di Lembang Patekke dan sejumlah lembang di sekitarnya mengaku tidak bisa tidur. Mereka ketakutan, was-was, dan panik. Warga merasakan getaran tanah yang sangat kuat, terkadang disertai ledakan dan bunyi bergemuruh. Situasi mencekam ini terjadi pada malam hari, terkadang juga siang hari. Akibat dari getaran tanah […]

expand_less