Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Masyarakat Lembang Gasing Mengkendek Minta Hutan Gasing Ditetapkan Sebagai Hutan Lindung

Masyarakat Lembang Gasing Mengkendek Minta Hutan Gasing Ditetapkan Sebagai Hutan Lindung

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertemuan membahas masalah Hutan Gasing di Kantor Lembang Gasing Mengkendek. (Foto: Arsyad)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Perjuangan masyarakat adat Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek untuk mempertahankan Hutan Gasing sesuai fungsinya tidak pernah surut.

Setelah berhasil mengusir paksa penggarap ilegal dari kawasan hutan pada awal Agustus 2026 lalu, kini masyarakat Lembang Gasing menuntut pengakuan Pemerintah terkait status hutan tersebut.

Bertempat di Kantor Lembang Gasing, Jumat 16 Oktober 2026, digelar pertemuan untuk membahas polemik hutan Gaisng yang dihadiri Pemerintah Daerah dalam hal ini diwakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat Lembang, KPH Saddang I, Camat Mengkendek, Camat Makale Selatan, Camat Gandangbatu Sillanan, Polres Tana Toraja, Polsek Mengkendek, Koramil Mengkendek, Kepala Lembang Gasing, Kepala Lembang Perindingan, Kepala Lembang Pa’buaran, BPL dan tokoh masyarakat.

Di hadapan para pihak yang hadir, masyarakat Lembang Gasing menuntut agar status hutan Gasing yang sebelumnya berstatus kawasan hutan dengan fungsi HPT (Hutan Produksi Terbatas) ditetapkan menjadi Hutan Lindung.

Masyarakat juga meminta agar tidak ada lagi aktivitas dalam bentuk apapun dalam kawasan hutan Gasing termasuk menutup seluruh akses masuk dalam kawasan hutan.

Tuntuan masyarakat ini tak lain agar fungsi hutan Gasing terutama sebagai mata air dapat tetap terjaga dan situs budaya yang erat kaitannya dengan sejarah peradaban masyarakat Gasing yang ada dalam kawasan hutan tetap terjaga.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati 14 poin yang ditandatangani para pihak yang hadir sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap pelestarian hutan Gasing.

14 kesepakatan tersebut yakni:

  1. Penetapan Hutan Gasing sebagai Hutan Lindung.
  2. Penetapan Hutan Gasing sebagai prioritas rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dengan tanaman kayu keras bukan tanaman buah.
  3. Pemasangan PAL batas dan pemasangan papan larangan masuk kawasan hutan Gasing.
  4. Pemeliharaan hutan berkelanjutan
  5. Pengawasan dan penegakan hukum
  6. Program kehutanan yang sementara berjalan agar dihentikan
  7. Setiap program kehutanan dan instansi lain yang akan dilaksanakan harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Lembang dan Tokoh Masyarakat
  8. Apabila ada oknum yang melakukan pengrusakan kawasan hutan Gasing harus dituntut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku
  9. Pemutusan segala akses dalam kawasan hutan Gasing
  10. Penganggaran untuk program reiboisasi.
  11. Dilarang memasang pipa langsung dari kawasan hutan tanpa seizin Pemerintah
  12. Tidak ada aktivitas sama sekali dalam kawasan hutan Gasing
  13. Penanaman kembali pohon barana’ dan lamba’ dalam kawasan hutan Gasing
  14. Pemberian sanksi bagi masyarakat yang merusak hutan. (*)
  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pegadaian Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    PT Pegadaian Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — PT Pegadaian sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tanggungjawab sosial dan lingkungan ikut ambil bagian dalam penanganan korban tanah longsor yang terjadi di dua titik di Tana Toraja yakni di Palangka Kecamatan Makale dan Randanbatu Kecamatan Makale Selatan, 13 April 2024 lalu yang menelan korban jiwa 20 orang. […]

  • Curah Hujan Tinggi; Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Melanda Beberapa Daerah di Toraja

    Curah Hujan Tinggi; Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Melanda Beberapa Daerah di Toraja

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTELEMO — Hanya dalam waktu sekitar 4 jam pada Kamis, 7 Maret 2024 sore, beberapa jenis bencana alam terjadi di sejumlah titik di Tana Toraja dan Toraja Utara. Adapun jenis bencana alam yang terjadi, diantaranya tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. Hujan dengan intesitas tinggi yang turun sejak sekitar pukul 14.00 Wita menyebabkan puluhan […]

  • Terduga Pelaku Pencurian di Gereja Katolik Rantepao Ditangkap Polisi

    Terduga Pelaku Pencurian di Gereja Katolik Rantepao Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Desianti/Art
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Satuan Reserse dan Kriminal Polres Toraja Utara dibackup Resmob Polda Sulsel berhasil menangkap terduga pelaku pencurian yang terjadi di Gereja Katolik Santa Theresia Rantepao, Minggu, 30 November 2025 lalu. Terduga pelaku berinisial AW (54) ditangkap di kediamannya di Jalan Domba, Kelurahan Maricaya, Kota Makassar, Selasa, 2 Desember 2025. Tim Reskrim yang dipimpin […]

  • Gelapkan Motor Rental di Makale, Pemuda Asal Lamasi Ini Ditangkap Polisi

    Gelapkan Motor Rental di Makale, Pemuda Asal Lamasi Ini Ditangkap Polisi

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Norma Paiman, pemilik rental sepeda motor di Makale, Tana Toraja, mungkin bisa bernafas lega sekarang. Salah satu sepeda motornya yang dibawa lari (digelapkan) oleh seorang perental pada awal Agustus lalu, kini ditemukan. Pelaku penggelapannya juga ditangkap polisi. BERITA TERKAIT: Sepeda Motor Ini Diduga Dibawa Lari Perental Sepeda motor merek Honda Scoopy warna […]

  • Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara Unjuk Rasa di DPRD, Usung 7 Tuntutan

    Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara Unjuk Rasa di DPRD, Usung 7 Tuntutan

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ribuan warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara (AMPTU) melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Toraja Utara, Rabu, 20 April 2022. Mereka membawa tujuh tuntutan kepada DPRD sebagai aspirasi yang mesti diperjuangkan. Ketujuh tuntutan Aliansi Masyarakat Peduli Toraja Utara, diantaranya terkait tunjangan pendapatan pegawai (TPP) untuk para pegawai di […]

  • Balita 3 Tahun Korban Jembatan Putus di Rindingallo Ditemukan

    Balita 3 Tahun Korban Jembatan Putus di Rindingallo Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 21 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RINDINGALLO — Zheina, 3 tahun, balita yang menjadi korban jembatan putus di Lembang Lempo Poton, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara, ditemukan. Zheina ditemukan meninggal dunua dan mengapung di permukaan air, tepat di bawah Jembatan To’nanna, Lembang Maiting, sekitar 3 kilometer dari lokasi insiden. Untuk diketahui, delapan orang warga yang melintas di jembatan gantung Buntu Lepong, […]

expand_less