Gugur Saat Tangani Karhutla, Gubernur Sulsel Melayat ke Rumah Duka Padayya dan Janji Biayai Sekolah Anaknya
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat berada di rumah duka Padayya di Rante Karassik Rantepao. (Foto: istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyambangi rumah duka Padayya Mangampang, Personel Pemadam Karhutla dari Manggala Agni Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II yang gugur setelah tertimpa pohon saat bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nanggala, Toraja Utara.
Andi Sudirman Sulaiman bersama rombongan tiba di rumah duka di Kompleks Rante Karassik Rantepao Kamis Sore 29 Oktober 2026 sekitar pukul 18:00 Wita setelah melakukan perjalanan dari wilayah Luwu Raya.
Kedatangan Andi Sudirman disambut Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Toraja Utara diantaranya Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat dan Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Inf Armal juga Istri dan Anak Almarhun serta Kerabat dan Keluarga.
Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus berjanji menanggung biaya pendidikan anak Padayya di luar santunan yang diterima keluarga.
Andi Sudirman juga menegaskan komitmennya membantu keberlanjutan pendidikan anak Padayya sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Di luar santunan, biaya sekolah anak almarhum akan kami tanggung,” tutur Andi Sudirman Sulaiman.
Setelah berbincang dengan keluarga almarhum, Andi Sudirman meminta agar dugaan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan dilaporkan kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Jadi, ini juga arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar ditindak tegas. Untuk petugas KPH Tana Toraja dan KPH Toraja Utara, laporkan ke aparat, termasuk ke Kementerian. Saya pasti akan awasi dan kontrol,” ujar Andi Sudirman.
Selain menyoroti penanganan karhutla, Gubernur juga meminta agar alat pelindung diri (APD) serta sarana dan prasarana pendukung bagi petugas di lapangan mendapat perhatian.
Menurutnya, perlengkapan kerja bagi petugas KPH, Manggala Agni, serta personel Satpol PP dan pemadam kebakaran perlu dipenuhi untuk menunjang keselamatan mereka saat menjalankan tugas.
Setelah menyampaikan ungkapan belasungkawa dan memberikan penguatan bagi anak istri dan keluarga, Andi Sudirman Sulaiman berkesempatan berdiskusi dengan rekan tugas Padayya dari Manggala Agni dan Tim Satgas Karhutla, Andi Sudirman bersama rombongan melanjutkan perjalanan.
Diberitakan sebelumnya, Padayya Mangampang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat bertugas menangani karhutla di wilayah Nanggala, Toraja Utara.
Padayya tertimpa pohon sekitar pukul 20:50 Wita saat sedang beristirahat setelah berjibaku memadamkan api sejak pagi di lokasi pemadaman karhutla tepatnya di Lembang Nanna Kecamatan Nanggala Kab. Toraja utara.
Padayya langsung dilarikan ke Puskesmas Nanggala dan dirujuk ke RS Elim Rantepao namun saat tiba di RS Elim Rantepao sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Padayya meninggalkan seorang istri Ranak Lisu Rara dan seorang anak perempuan Evelyn Fayola Mangampang yang masih duduk di bangku SD kelas VI.
Kepergian Padayya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat dan rekan- rekannya di Tim Manggala Agni serta seluruh Tim Relawan Karhutla. Padayya dikenal sebagai sosok periang, pekerja keras dan tidak kenal lelah dalam tugas pemadaman karhutla. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar