Empat Tahun Jalani Cuci Darah di RS Fatima Makale, Leonardus Bersyukur BPJS Kesehatan Bisa Diandalkan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Leonardus Esa (26) warga Makale, Tana Toraja merupakan pasien gagal ginjal yang rutin menjalani terapi cuci darah. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —- Penyakit gagal ginjal menjadi salah satu penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Inilah yang dialami oleh Leonardus Esa (26), warga Makale, Kabupaten Tana Toraja. Ia merupakan pasien gagal ginjal yang rutin menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis.
Selama kurang lebih empat tahun terakhir, Leonardus menjalani pengobatan tersebut di Rumah Sakit Fatima Makale.
Hemodialisis adalah prosedur medis untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari dalam darah ketika ginjal sudah tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Terapi ini harus dilakukan secara rutin dan terjadwal agar kondisi tubuh pasien tetap stabil.
“Saya sudah menjalani cuci darah kurang lebih empat tahun. Awalnya itu saya memiliki riwayat hipertensi, sampai saya periksa ke dokter ternyata saya mengalami gagal ginjal. Sejak saat itu mulai rutin cuci darah di RS Fatima Makale. Saya menjalani cuci darah dua kali seminggu,” cerita Leonardus Rabu 04 Februari 2026 lalu.
Kondisi tersebut tidak lantas membuatnya patah semangat. Di usia yang masih muda, Leonardus berupaya menerima kenyataan yang dihadapinya dan tetap semangat menjalani pengobatan. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena telah memiliki jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan.
Leonardus telah terdaftar sebagai peserta JKN dalam tanggungan istrinya yang bekerja sebagai pegawai swasta. Melalui kepesertaan JKN tersebut, biaya pelayanankesehatan termasuk hemodialisis yang dijalaninya ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan.
“Saya jujur sempat kepikiran soal biayanya. Cuci darah inikan butuh pengobatan jangka panjang dan bukan sekali dua kali, apalagi rutin setiap minggu, pasti biayanya besar sekalikalau harus bayar sendiri. Kadang saya membayangkan, mungkin sudah berapa banyak uang yang keluar selama empat tahun ini. Puji Tuhan kepesertaan JKN saya aktif, jadi selama menjalani cuci darah saya tidak dipungut biaya sama sekali,” ujarnya.
Meski bersatatus sebagai peserta JKN, tak membuat dirinya dibedakan dengan pasien lainnya. Ia menilai pelayanan yang diberikan tetap ramah, profesional, dan penuh perhatian.
Leonardus juga menyampaikan bahwa Program JKN sangat membantu pasien dengan penyakit kronis seperti dirinyayang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan.
“Selama dirawat di RS Fatima Makale, saya merasa nyamandan tidak ada perbedaan layanan semuanya diperlakukan dengan sama. Dokter dan perawatnya juga baik sekali. Karena sudah cukup lama berobat di sini, jadi tenaga medisnya sudah seperti keluarga sendiri bagi saya. Saya benar-benar bersyukur bisa jadi peserta JKN. Dengan adanya jaminan ini, saya bisa lebih tenang menjalani pengobatan dan tanpa pikir biaya besar yang membebani. Semoga program ini terus ada dan bisa membantu lebih banyak orang yang sedang berjuang seperti saya,” tuturnya. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar