Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dianggap Pemalakan, Restribusi Potong Hewan di Toraja Tuai Sorotan

Dianggap Pemalakan, Restribusi Potong Hewan di Toraja Tuai Sorotan

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemungutan retribusi potong hewan pada upacara adat Rambu Solo’ dan Rambu Tuka di Toraja disorot. Pasalnya, pungutan itu dianggap sebagai pemalakan terhadap keluarga yang sedang berduka.

Sorotan ini disampaikan praktisi hukum senior, yang juga Wakil Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Bidang Politik dan Hukum, Pither Singkali, SH, MH, kepada sejumlah media di Rantepao, Kamis, 9 Januari 2024.

“Ini tindakan pragmatisme pemerintah yang minim kreatifitas dalam mencari pendapatan daerah dan ada kesan pemalakan di sini,” tegas Pither Singkali.

Selain itu, Pither menyebut restribusi ini bisa dikategorikan illegal, sebab dasar hukum yang digunakan secara formal maupun materil, cacat, karena bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Diketahui, dasar hukum pemungutan retribusi potong hewan ini adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Retribusi Pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH).

“Perda ini cacat hukum. Kalau kategorinya retribusi, mesti ada peran pemerintah di situ. Mesti siapkan gedung, peralatan, minimal pos pemeriksaan hewan. Ini, pemerintah tidak punya peran apa-apa di Rambu Solo’ tiba-tiba pungut retribusi,” tegas Pither.

Diketahui, Retribusi adalah pembayaran yang dilakukan oleh masyarakat sebagai kompensasi atas manfaat langsung yang diperoleh. Retribusi bersifat imbal balik, artinya ketika seseorang membayar retribusi, mereka menerima layanan atau fasilitas tertentu dari pemerintah. Contoh sederhana retribusi daerah adalah ketika seseorang membayar retribusi parkir, mereka mendapatkan hak untuk menggunakan fasilitas parkir yang dikelola oleh pemerintah.

Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, objek retribusi daerah terdiri dari tiga macam, yaitu: a) Jasa Umum; b) Jasa Usaha; dan c) Perizinan Tertentu. Objek retribusi jasa umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

Pither menyebut, pungutan retribusi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan negara sangat berpotensi melanggar hukum. Itu sebabnya dia meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut masalah ini.

“APH mesti masuk untuk mengusut ini. Jangan sampai pungutannya illegal dan larinya kemana-mana, tak jelas,” tegasnya.

Menurut Pither, Perda tentang Retribusi Potong Hewan ini mesti ditinjau kembali. Pemerintah dan DPRD mesti duduk bersama dan membicarakan masalah ini. Sebab, jika dipaksakan dijalankan berpotensi melanggar hukum.

Dia juga menyarankan retribusi atau pajak itu dikenakan pada penjualan hewan, bukan pada pemotongan. “Kalau potongnya di rumah potong hewan (RPH) yang fasilitasnya disiapkan pemerintah, mungkin tak masalah. Tapi kalau pungutannya di Rambu Solo’, itu jelas salah,” tandas Pither.

Diketahui, rertibusi potong hewan pada upacara adat Rambu Solo’ di Toraja Utara dan Tana Toraja berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta per ekor, tergantung jenis dan kategori hewan kurban.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara, Paris Salu, menyatakan Perda tentang retribusi potong hewan ini sudah dikaji lewat kajian akademis dan sudah dikonsultasikan hingga ke pusat.

“Kalau soal Perda ini sudah jauh-jauh hari dibicarakan, bahkan sejak tahun 2022. Sudah ada naskah akademik sebelum tahun itu. Hal ini untuk mendongkrak PAD dan PAD ini digunakan untuk pembangunan daerah,” terang Paris.

Paris menyebut, Perda ini juga melibatkan Kepala Dusun, Kepala Lembang Camat, dan Forkopimda Toraja Utara. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tutup Pelatihan SAR, Kapolres Harap KPA Berikan Kontribusi Nyata untuk Kemanusiaan

    Tutup Pelatihan SAR, Kapolres Harap KPA Berikan Kontribusi Nyata untuk Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pelatihan SAR Gunung Hutan yang dilaksanakan Kelompok Pencinta Alam Anak Rimba Tana Toraja (KPA-ART). Selain itu, Kapolres juga berharap para peserta pelatihan SAR ini bisa membantu pemerintah dalam penanganan bencana alam, juga memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. Hal itu […]

  • Laka Lantas di Poros Rantepao – Makale, Ikan Terhambur di Jalanan

    Laka Lantas di Poros Rantepao – Makale, Ikan Terhambur di Jalanan

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di jalan poros Rantepao – Makale, tepatanya di KM 8 Buntu Buaya, Lembang Tadongkon Kecamatan Kesu’, Toraja Utara, Senin, 17 Mei 2021 pagi. Andi, warga sekitar menceritakan kronologi kecelakaan lalu lintas bermula saat satu unit motor Honda Megapro dengan Nomor Polisi DW 4161 BQ yang […]

  • UKI Toraja Teken Kerja Sama IPB Internasional, Kampus Unggulan Bidang Industri Pariwisata, Perhotelan dan Bisnis

    UKI Toraja Teken Kerja Sama IPB Internasional, Kampus Unggulan Bidang Industri Pariwisata, Perhotelan dan Bisnis

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Penandatanganan Kerja Sama antara Rektor UKI Toraja Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, SE., M,Si., Ak., CA, bersama Rektor IPB Internasional Dr. I MAde Sudjana, SE., MM, CHT., CHA., CTE. (Foto: Multimedia UKI Toraja)     KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga. Salah satunya […]

  • Pemda Tana Toraja, Kejaksaan dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong Optimalisasi Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    Pemda Tana Toraja, Kejaksaan dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong Optimalisasi Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende/Rls
    • 0Komentar

    Peserta Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (Foto: Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemda Tana Toraja, Kejakasaan Negeri Tana Toraja dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Toraja menggelar pertemuan bertajuk Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Selasa 11 November 2025. Kegiatan ini merupakan penguatan sinergi bersama Kejaksaan Tinggi Sulsel dan […]

  • Ketua DPP PSI Kaesang Pangarep Hadiri Resepsi Pernikahan Ketua PSI Tana Toraja

    Ketua DPP PSI Kaesang Pangarep Hadiri Resepsi Pernikahan Ketua PSI Tana Toraja

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Ketua DPP PSI Kaesang Pangarep berforo bersama Pasangan Pengantin yang tak lain Ketua DPD PSI Tana Toraja. (Foto: Arsyad/Kareba Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupatan Tana Toraja Wandy Sethyanigara resmi mengakhiri masa lajanganya dengan mempersunting puajaan hatinya Kenny Dio Bandaso, S.P, Sabtu 11 April 2026. Wandy […]

  • Ilegal, Semua Tambang Golongan C di Toraja Utara Akan Ditutup

    Ilegal, Semua Tambang Golongan C di Toraja Utara Akan Ditutup

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan menutup semua aktivitas tambang golongan C karena tidak memiliki izin. Semua lokasi tambang golongan C di Kabupaten Toraja Utara diketahui tidak memiliki izin. “Kita bersikap tegas dan tunduk kepada aturan. Jadi kita tidak membolehkan aktivitas tambang galian C yang tidak memiliki izin,” tegas Wakil Bupati Toraja Utara, […]

expand_less