Dari Sangalla’ untuk Indonesia: Smart Soul Club Fasilitasi OMK Paroki Jadi Pionir Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying
- account_circle Arsyad Parende/Rls
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ikrar dan penandatanganan komitmen stop bullying yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas pemuda di Indonesia. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Ditengah maraknya isu perundungan (bullying) yang seringkali hanya ditangani secara formalitas oleh instansi, sebuah gerakan akar rumput muncul dari pelosok Tana Toraja.
Komunitas swadaya masyarakat Smart Soul Club (SSC) secara resmi memfasilitasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi (KIAA) Sangalla’ untuk menjadi pelopor ikrar dan penandatanganan komitmen stop bullying yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas pemuda di Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Paroki Sangalla’ Stasi Lebani Kelurahan Leatung Kecamatan Sangalla’ Utara Tana Toraja Sabtu 21 Februari 2026 ini berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Acara dimulai dengan sesi fasilitasi yang dipimpin langsung oleh Founder Smart Soul Club, Desyanti Tandirerung, S.Kep, Ns.
Sebagai seorang praktisi kesehatan, Desyanti menekankan bahwa perundungan bukan sekadar masalah disiplin, melainkan ancaman serius bagi kesehatan mental dan integritas jiwa generasi muda.
Metode Interaktif dan Pendekatan Iman
Untuk mencairkan suasana dan membangun empati, tim volunteer SSC menghidupkan acara melalui berbagai permainan (games) edukatif.
Tidak berhenti pada aspek psikologis, materi kemudian diperdalam dengan tinjauan “Bullying dalam Pandangan Iman Katolik”.
Sesi ini memberikan landasan spiritual bagi para peserta bahwa tindakan merendahkan sesama adalah pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai citra Allah.
Acara dilanjutkan dengan sharing session yang emosional, di mana para anggota OMK berbagi pengalaman dan keresahan mereka, hingga mencapai puncaknya pada pembacaan Ikrar Bersama Stop Bullying.
Komitmen Hitam di Atas Putih
Berbeda dengan kampanye pada umumnya, gerakan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Piagam Komitmen Stop Bullying.
Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh:
1. P.Andreas Melky, Pr (Pastor Moderator OMK Paroki KIAA Sangalla)
2. Semuel Suprianto (Ketua OMK Paroki KIAA Sangalla)
3. Desyanti Tandirerung, S.Kep, Ns. (Founder Smart Soul Club)
“Ini adalah langkah nyata dari Sangalla untuk Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa komunitas swadaya masyarakat dan orang muda gereja bisa menjadi penggerak utama dalam memutus rantai bullying, tanpa harus menunggu program formal dari pemerintah,” tegas Desyanti Tandirerung.
Harapan Nasional
Aksi OMK Paroki Sangalla ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas pemuda kategorial lainnya di seluruh Indonesia untuk berani menyatakan sikap serupa.
Dengan dokumen komitmen yang jelas, OMK Sangalla kini resmi menyandang status sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh cinta kasih.
Tentang Smart Soul Club (SSC):
Smart Soul Club adalah komunitas swadaya masyarakat yang fokus pada penguatan karakter, kesehatan reproduksi ,kesehatan mental, dan fasilitasi sosial bagi generasi muda.
Berbasis di Tana Toraja, SSC berkomitmen melahirkan individu-individu berjiwa cerdas yang peduli pada kemanusiaan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar