BPK Marampa’ Gelar Konsultasi Penatua dan Diaken Tingkat Klasis
- account_circle Cr1/NDL
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Badan Pekerja Klasis (BPK) Makale-Randan Batu-Pa’buaran (Maranpa’), Wilayah III Makale, Gereja Toraja menggelar konsultasi penatua dan diaken pada tingkat klasis. (NDL/Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE SELATAN — Ditengah berbagai tantangan dalam pelayanan, Badan Pekerja Klasis (BPK) Makale-Randan Batu-Pa’buaran (Maranpa’), Wilayah III Makale, Gereja Toraja menggelar konsultasi penatua dan diaken pada tingkat klasis.
Konsultasi tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan positif peserta untuk terus menciptakan pelayanan yang dapat menumbuhkan iman warga jemaat sehingga mampu menghadapi serta menyelesaikan masalah hidup keseharian berdasarkan prinsip-prinsip iman Kristen.
Melalui kegiatan ini, para pelayan gerejawi diharapkan proaktif memberdayakan warga jemaat untuk setia menghidupi imannya di tengah berbagai peluang dan tantangan di berbagai tempat pelayanan.
Konsultasi Penatua dan Diaken berlangsung selama dua hari, yakni Kamis-Jumat, 19-20 Maret 2026 di Jemaat Filadelfia Patekke, tepatnya di Halaman Sekolah UPT SDN 5 Makale Selatan, Lembang Patekke, Kecamatan Makale Selatan.
115 orang yang hadir dalam kegiatan merupakan pendeta, penatua dan diaken dari dari masing-masing jemaat yang ada dalam lingkup Klasis Maranpa’, yakni sebanyak 16 jemaat.
Pada hari pertama, Konsultasi Penatua dan Diaken yang digelar dengan metode pendekatan ini diawali dengan ibadah pembukaan oleh Proponen Anindia Aprilianti Gandeng, S. TEOL, yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan materi pengakuan gereja Toraja (PGT) oleh Pdt. Okywenti Kombong, M.Th, selaku ketua I Badan Pekerja Sinode Wilayah III Makale, dan Pdt. Yusniati Pintu, sekertaris umum Badan Pekerja Sinode Wilayah III Makale.
Pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan sharing penatua dan diaken (sharing pelayanan). Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok, yakni kelompok penatua, kelompok diaken, kelompok penata layanan jemaat, dan kelompok spiritualitas pelayanan. Masing-masing kelompok berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusi pada akhir kegiatan.
Setelah sharing pelayanan, agenda dilanjutkan dengan pemberian materi Tata Gereta Toraja dan administrasi gereja. Pada sesi materi, peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan serta memaparkan berbagai permasalahan dalam masing-masing jemaat.
Sesi terakhir, pelatihan penatua dan diaken gereja Toraja Klasis Maranpa’, Wilayah III Makale ditutup dengan ibadah penutupan oleh Pdt. Merniati Palangiran, S.th, serta sambutan dari pimpinan majelis gereja jemaat Patekke, selaku tuan rumah dan Ketua BPK Klasis Maranpa’ selaku penyelenggara kegiatan.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pekerja Klasis Maranpa’, Pdt. Lusiani Tandi, S.Th mengampaikan hasil diskusi dan usulan-usulan dari peserta konsultasi akan menjadi catatan khusus bagi badan pengurus klasis untuk selanjutnya menjadi pembahasan pada program-program kerja selanjutnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, peserta mampu memahami tiap materi serta menerapkannya dalam jemaat masing-masing.
“Terimakasih untuk semua partisipasi dalam berbagai sharing dan kami akan berusaha menampung untuk menjadi catatan,” ucap Pdt. lusiani Tandi.
“Kiranya apa yang kita lakukan dan didengarkan bisa kita bawah pulang ke jemaat kita untuk kita berlakukan,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Cr1/NDL
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar