Ribuan Kerabat dan Mahasiswa Antar Agnes, Korban Pembunuhan di Morowali, ke Peristirahatan Terakhir

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE UTARA — Sama seperti kedatangannya dari Morowali pada Senin, 15 Mei 2023, jenazah Agnes Retni Anggarini diantar oleh ribuan kerabat dan mahasiswa UKI Toraja ke peristirahatan terakhir, Jumat, 26 Mei 2023.

Jenazah Almarhumah Agnes dimakamkan di liang (kuburan batu) yang terletak di objek wisata Lemo, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja. Dia dimakamkan bersamaan dengan Kakeknya, Almarhum Paulus Sikku’, yang lebih dahulu meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Sebelum menuju ke peristirahatan terakhir, jenazah Agnes Retni Anggarini terlebih dahulu diberkati dalam Misa Requiem di Gereja Katolik Stasi Limbu. Kemudian, jenazah diusung oleh ribuan kerabat dan mahasiswa menuju ke komplek pemakaman keluarga di Lemo.

Baca Juga  UPDATE: Satu Korban Longsor Buntao’ Ditemukan, Total 2 Orang Meninggal, 1 Masih Dicari

Banyak kerabat dan mahasiswa yang berurai air mata mengantar kepergian wanita berusia 25 tahun tersebut.

Agnes Retni Anggarini adalah warga Buntang, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, yang ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu mess kontraktor, yang terletak di Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 21.40 Wita, Sabtu, 13 Mei 2023 lalu.

Saat ditemukan, bagian belakang kepala korban pecah. Kemudian, ada genangan darah di lantai kamar. Lalu, tangan dan kakinya dalam kondisi terikat.

Wanita lajang yang bekerja sebagai admin di PT. Pancar Pilar Sejahtra (PPS) Morowali itu merupakan alumni Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja.

Baca Juga  PMI Sulsel: Butuh Bantuan Internasional untuk Korban Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Luwu
Jenazah Almarhumah Agnes Retni Anggarini dimakamkan di komplek pemakaman keluarga yang terletak di objek wisata Lemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Jumat, 26 Mei 2023. (Foto: Staniz Jet Dok).

Kepolisian Resor Morowali sudah menangkap seorang pria bernama Muh. Jufri (33), rekan kerja korban, yang merupakan pelaku pembunuhan sadis tersebut. Polisi menangkap Muh Jufri pada Minggu, 14 Mei 2023 malam.

Versi polisi, pelaku Muh Jufri menghabisi korban karena alasan ketersinggungan. Pelaku bernama Muh Jufri  disebut tersinggung dituduh yang tidak-tidak setelah meminjam uang Rp 500 ribu kepada korban.

“Motif di balik pembunuhan ini, karena pelaku tidak terima di kata-katai pembohong oleh korban, dan korban sempat memukul pelaku (menampar) yang menyebabkan pelaku emosi dan tidak terkontrol,” ujar Kapolres Morowali, AKBP Suprianto. (*)

Baca Juga  Viral di Medsos, Oknum Pelajar dari 3 Sekolah di Mengkendek dan Gandasil Terlibat Tawuran

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar