BERITA FOTO: Kondisi Jalan Poros Sa’dan Ulusalu Memprihatinkan, Pemerintah Diminta Segera Memperbaikinya
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kondisi jalan poros Sa'dan Ulusalu, Kecamatan Sa'dan yang rusak berat. (Foto: dok. istimewah/AP).
KAREBA-TORAJA.COM, SA’DAN — Jalan poros Sa’dan Ulusalu, yang merupakan akses utama dari 4 Lembang (Desa) di Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara, memprihatinkan. Kerusakan terjadi di mana-mana, bahkan, jika musim hujan, terdapat banyak kolam di sepanjang jalan itu.
Kondisi ini, menurut warga setempat, sudah berlangsung cukup lama. Namun sejauh ini, belum ada perhatian serius dari pemerintah. Bahkan, sejumlah pemuda yang mempertanyakan hal itu kepada salah seorang anggota DPRD Toraja Utara, mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Persoalan jalan ini sebenarnya sempat mendapat titik terang saat kami menuntut hal ini kepada Bupati Toraja Utara. Bupati sempat memberikan respons dengan mengarahkan koordinasi kepada pimpinan DPRD, yang disebut-sebut telah mengusulkan perbaikan melalui dana aspirasi dan proposal ke Kementerian PU untuk tahun anggaran 2027. Namun sampai saat ini belum ada perkebangan positif,” tutur Gian Anugrah, tokoh pemuda setempat.
Menurut Gian, saat dirinya mempertanyakan hal itu kepada anggota DPRD Toraja Utara dimaksud, tidak mendapatkan respon positif. Bahkan Gian mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak patut dari oknum wakil rakyat tersebut.
“Sangat disayangkan, saat saya menanyakan progres koordinasi sesuai arahan Bupati, oknum Dewan tersebut malah menyerang secara pribadi. Beliau justru mempertanyakan kontribusi saya, asal-usul keluarga, hingga pilihan politik keluarga saya. Bahkan sempat terlontar ancaman akan mengalihkan anggaran tersebut,” ungkap Gian kepada KAREBA TORAJA, Minggu, 22 Maret 2026.

Gian menilai sikap tersebut adalah cermin mundurnya etika kepemimpinan. “Harusnya wakil rakyat menjadi jembatan aspirasi, bukan malah mempertontonkan arogansi dan menyerang rakyatnya secara personal hanya karena ditagih janjinya,” tegasnya.
Kritik pedas terhadap pemerintah dan DPRD Toraja Utara juga datang dari tokoh pemuda lainnya, Sugiarto. Dia menyoroti dan menyesalkan pembiaran kerusakan infrastruktur yang telah berlangsung menahun di Lembang Sa’dan Ballo Pasange, Likulambe, Pesondongan, dan Ulusalu.

Ia menyoroti ketimpangan antara kewajiban warga membayar pajak dengan hak mereka mendapatkan fasilitas yang layak.
“Ini jalan raya, bukan kolam ikan. Ironis sekali, setiap tahun pajak masyarakat terus masuk ke kas daerah, tetapi jalan yang menjadi urat nadi ekonomi ini dibiarkan rusak parah dan membahayakan keselamatan,” ujar Sugiarto.
Ia mendesak agar masyarakat di empat lembang tersebut bersatu untuk menuntut tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Sugiarto juga mengingatkan bahwa media sosial akan menjadi ruang pengadilan publik jika para pemangku kepentingan tetap bungkam.
“Jika para pemegang kebijakan tidak mampu bersuara dan bekerja, maka masyarakat yang akan mengambil peran lewat tekanan publik di media sosial. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari pembiaran yang berkepanjangan ini,” tegasnya.
Kerusakan jalan di wilayah Sa’dan Ulusalu ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan hambatan nyata bagi akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil bumi warga. Masyarakat kini menagih bukti nyata, bukan sekadar janji administratif yang realisasinya terus diundur hingga tahun-tahun politik mendatang. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar