Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Begini Kinerja Fiskal dan Pembiayaan UMKM Wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara Bulan Juli 2022

Begini Kinerja Fiskal dan Pembiayaan UMKM Wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara Bulan Juli 2022

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Realisasi belanja pemerintah pusat wilayah kerja KPPN Makale  hingga Juli 2022 tercatat Rp183,8 miliar (51,90%) dari total pagu sebesar Rp354,1 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 61,72%, realisasi ini mengalami penurunan sebesar 9,82%.

Hal ini disampaikan Kepala KPPN Makale, Susilo Tri Anggono pada kegiatan Rilis Kinerja Fiskal dan Pembiayaan UMKM Wilayah Luwu Utara dan Toraja Raya Semester I dan Juli 2022, di Aula KPPN Palopo, Kamis, 4 Agustus 2022.

Pada kegiatan ini, hadir sebagai pemateri yakni Kepala KPPN Palopo, Kepala  KPPN Makale, Kepala KPP Pratama Palopo, Kepala KPKNL Palopo serta Kepala KPPBC Malili. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh Satker K/L mitra kerja KPPN Makale, BPKAD, serta Perbankan wilayah kerja KPPN Makale dan KPPN Palopo.

Menurut Susilo Tri Anggono, tingkat realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir Juli 2022, terdiri dari Belanja Pegawai mencapai Rp98.44 miliar (56.37%) dari pagu sebesar Rp174.63; Belanja Barang mencapai Rp46,46 miliar (50.27%) dari pagu Rp92.43miliar; Belanja Modal Rp34,53 miliar (45,13%) dari pagu Rp76,52 miliar dan Belanja Bantuan Sosial mencapai Rp4,36 miliar (41.38%) dari pagu Rp10, 54 miliar.

“Melihat kondisi seperti ini, saya meminta satker mitra kerja KPPN Makale agar segera  mengambil langkah strategis percepatan realisasi belanja APBN,” pinta Susilo Tri Anggoro.

Lebih lanjut, dijelaskan, untuk  kinerja realisasi transfer ke daerah hingga Juli 2022 sebesar Rp213,6 miliar (40%) dari pagu sebesar Rp533.97 miliar. Hal ini, kata Susilo, terbilang lambat, walaupun persentasenya lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar 22.18%.

Secara rinci kinerja transfer ke daerah wilayah Toraja Raya  tersebut terdiri dari: Realisasi  DAK Fisik sebesar  Rp43.72 miliar (21.60%) dari pagu Rp202,4 miliar, Realisasi  DAK Non fisik sebesar Rp64,92 miliar (64.47%) dari pagu Rp100,69 miliar serta Realisasi Dana Desa sebesar Rp104.96 (45,46%) dari pagu Rp230,88 miliar.

Sementara berdasarkan data dari BPKAD KabupatenTana Toraja dan BPKAD KabupatenToraja Utara dapat disampaikan bahwa untuk Kinerja APBD Toraja Raya hingga akhir Juli 2022 masih terbilang cukup rendah.

Untuk  APBD KabupatenTana Toraja baru terealisasi sebesar 31,82% sedangkan untuk APBD Kabupaten Toraja Utara baru terealisasi sebesar 23,30%. Dari sisi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sampai dengan Juli 2022, untuk  Kabupaten Tana Toraja  sudah terealisasi sebesar 71,57%, dan Kabupaten Toraja Utara baru terealisasi sekitar 30,41% .

Pada kesempatan ini dibahas juga penyaluran pembiayaan UMKM dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi). Untuk  Penyaluran KUR s.d Semester I 2022 mencapai  sebesar Rp335.20  miliar, meningkat 60,52 % di banding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk  Pembiayaan UMi mencapai Rp1,97 miliar atau meningkat sebesar 160,74%  di banding semester I 2021 yang baru mencapai Rp757 juta.

Kegiatan Rilis Kinerja Fiskal dan Pembiayaan UMKM Wilayah Luwu Utara dan Toraja Raya Semester I dan Juli 202. Hadir sebagai pemateri yakni Kepala KPPN Palopo, Kepala KPPN Makale, Kepala KPP Pratama Palopo, Kepala KPKNL Palopo serta Kepala KPPBC Malili. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh Satker K/L mitra kerja KPPN Makale, BPKAD, serta Perbankan wilayah kerja KPPN Makale dan KPPN Palopo. (dok. KPPN Makale)

“Kalau dilhat dari sisi pihak  penyalur, penyalur KUR terbesar  untuk  wilayah Toraja Raya adalah Bank Rakyat Indonesia dengan total penyaluran sebesar Rp349,55 miliar dan jumlah  debitur sebesar  8905 debitur kemudian disusul oleh Bank Mandiri sebesar Rp 21.80 miliar dengan 170 debitur serta Bank Negara Indonesia sebesar Rp 13,68 miliar dengan 93 debitur,” urai Susilo.

Disamping tiga besar Bank Penyalur KUR tsb di atas, masih ada beberapa Bank yang juga menyalurkan KUR di wilayah Toraja Raya antara lain BSI, BPD Papua, serta BPD Sulselbar.

Pada akhir pemaparan materi, Susilo Tri Anggoro berharap bahwa melalui kegiatan rilis ini dapat mendorong Satker Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah untuk segera  mengakselerasi realisasi belanja baik APBN maupun APBD, Dengan adanya percepatan realisasi  anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan proyek dan program kegiatan pemerintah akan dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian daerah khususnya dan nasional umumnya.

“Disamping itu, Kepala KPPN Makale juga berharap peran aktif perbankan dan LKBB untuk dapat meng enhance debitur KUR agar pembiayaan UMKM dapat tumbuh dan berkembang pesat sebagai salah satu pilar dalam membangun ekonomi bangsa,” katanya. (*)

Penulis: Desianti/Rls
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zadrak: Hati-hati Dalam Penentuan Status Stunting Anak, Bisa Beresiko Hukum

    Zadrak: Hati-hati Dalam Penentuan Status Stunting Anak, Bisa Beresiko Hukum

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg mewarning petugas kesehatan di Tana Toraja agar berhati-hati dalam menentukan status stunting. “Dalam penentuan status stunting itu hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis anak, ini sesuai arahan Presiden Jokowi,” tegas dr. Zadrak Tombeg saat membuka kegiatan identifikasi kasus stunting tingkat kabupaten Tana Toraja, Rabu 28 September […]

  • Tikam Korban Pakai Taji Ayam, Lelaki Paruh Baya Asal Rembon Ini Ditangkap Polisi

    Tikam Korban Pakai Taji Ayam, Lelaki Paruh Baya Asal Rembon Ini Ditangkap Polisi

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, REMBON — LP, 53 tahun, seorang petani asal Rembon, Tana Toraja, ditangkap polisi, Sabtu, 27 Agustus 2022. LP ditangkap karena diduga kuat menjadi pelaku penikaman terhadap JP, 35 tahun, di Talion, Kecamatan Rembon, Tana Toraja, pada Jumat, 26 Agustus 2022. Berdasarkan keterangan LP kepada polisi, dia menikam JP menggunakan taji ayam. Kepala Satuan Reserse […]

  • Terkendala Anggaran, Penanganan Wabah Babi di Tana Toraja Jalan di Tempat

    Terkendala Anggaran, Penanganan Wabah Babi di Tana Toraja Jalan di Tempat

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Tana Toraja dengan Dinas Pertanian Tana Toraja. (Foto: Arsyad-Kareba Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Wabah babi yang melanda Tana Toraja beberapa bulan terakhir terus menjadi keresahan di tengah masyarakat. Mirisnya, Pemda Tana Toraja belum bisa memastikan jenis penyakit babi tersebut apakah ASF atau Kolera atau jenis penyakit lainnya. Hal […]

  • Tertimpa Dahan Pohon, Rumah Warga Mengkendek Rusak Parah

    Tertimpa Dahan Pohon, Rumah Warga Mengkendek Rusak Parah

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tana Toraja, Rabu, 15 Juni 2022 malam, mengakibatkan terjadinya dahan pohon jatuh dan menimpa rumah warga. Dahan pohon yang patah dan menimpa rumah warga tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wita di RT Moroangin, Kampung Buntu, Lembang simbuang, Kecamatan […]

  • OPINI: Potensi Ekonomi di Tana Toraja dan Toraja Utara

    OPINI: Potensi Ekonomi di Tana Toraja dan Toraja Utara

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Oleh: Parika, SH* SELAMA 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Toraja Raya (Tana Toraja dan Toraja Utara) cukup baik dan secara umum selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya pada tahun 2020 mengalami penurunan  ekonomi sebagai dampak pembatasan kegiatan masyarakat akibat pademi COVID-19. Kabupaten Tana Toraja mengalami kontraksi sebesar -0.28 % sedangkan Kabupaten Toraja Utara masih dapat tumbuh […]

  • Sosialisasi Perda di Mengkendek, JRM: Pelestarian Cagar Budaya Sangat Penting dalam Rencana Pembangunan Pariwisata

    Sosialisasi Perda di Mengkendek, JRM: Pelestarian Cagar Budaya Sangat Penting dalam Rencana Pembangunan Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK —  Cagar Budaya adalah hasil aktivitas atau peradaban nenek moyang masa lalu yang menjadi peninggalan budaya masa kini. Jejak-jejak peninggalan masa lalu tersebut mempunyai nilai filosofis yang kuat tentang peradaban pada masanya dan  semakin lama usia atau semakin tua warisan atau benda tinggalan  tersebut maka semakin tinggi pula  nilai sejarahnya. Peninggalan nenek moyang […]

expand_less