Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » AMT3 Tolak Rencana Eksplorasi Panas Bumi di Bittuang, Tana Toraja

AMT3 Tolak Rencana Eksplorasi Panas Bumi di Bittuang, Tana Toraja

  • account_circle Arsyad Parende/Rls
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Tambang (AMT3) menyatakan menolak rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan survey dan eksplorasi panas bumi di Lembang Bala, Kecamatan Bittuang, Tana Toraja.

AMT3 menilai, pembangunan proyek geothermal di Toraja akan merampas dan merusak ruang hidup masyarakat adat Toraja.

Rencana survey dan eksplorasi ini tertuang dalam surat nomor 22.Pm/EK.04/DEP/2025 tentang Penawaran Ulang Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi (WPSPE) di daerah Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

LIHAT: https://ebtke.esdm.go.id/artikel/pengumuman/penawaran-ulang-wilayah-penugasan-survei-pendahuluan-dan-eksplorasi-panas-bumi-di-daerah-bittuang-kabupaten-tana-toraja-provinsi-sulawesi-selatan

Menurut AMT3, dalam surat tersebut WPSPE yang ditawarkan oleh Kementerian ESDM adalah lokasi seluas 12. 979 Ha, yang artinya 12.979 Ha wilayah kecamatan Bittuang akan dijadikan sebagai wilayah proyek pembangunan energi panas bumi atau geothermal.

Koordinator Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Tambang, Wirahadi Simak dalam siaran pers yang diterima Redaksi KAREBA TORAJA, Minggu, 30 November 2025, mengungkapkan, bahwa luas Kecamatan Bittuang hanya kurang lebih 16. 327 Ha. Jika 12.979 ha digunakan oleh pemerintah untuk membangun proyek geothermal akan mencaplok kurang lebih 80% dari luas wilayah Kecamatan Bittuang.

“Luas 12,979 ha itu bukanlah tanah kosong, di dalamnya ada manusia yang hidup secara turun temurun, ada perkebunan, persawahan sebagai ruang hidup dan sumber ekonomi masyarakat. Selain itu di dalamnya juga terdapat beberapa Tongkonan, Patane, dan situs budaya yang merupakan bagian dari kehidupan adat istiadat masyarakat adat Toraja. Juga ekosistem hutan yang masih terjaga yang menjadi sumber mata air utama masyarakat yang ada di Kecamatan Bittuang dan sekitarnya,” tegas Wirahadi Simak, yang juga Ketua Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT) Makassar itu.

Menurut Wirahadi, ketika pemerintah memaksakan melakukan pembangunan proyek geothermal tersebut  maka secara tidak langsung akan melakukan penghancuran dan  perampasan terhadap ruang hidup masyarakat adat yang ada di Kecamatan Bittuang. Selain itu pemerintah juga akan menghancurkan situs budaya dan adat istiadat masyarakat Toraja.

“12.979 ha itu sangatlah luas. Ada ratusan bahkan ribuan warga yang hidup didalamnya akan kehilangan ruang hidupnya serta terhempas dari ruang sosial dan perekonomiannya,” lanjut Wirahadi.

Dikatakan, sejak awal masyarakat Toraja tegas menolak rencana ekspansi energi panas bumi atau geothermal di Toraja. Tahun 2021, masyarakat dari Kecamatan Bittuang telah beberapa kali melakukan demonstrasi untuk menuntut pemerintah membatalkan rencana pembangunan proyek geothermal di Toraja.

“Kami menilai proyek ini merupakan ajang mengundang bencana menggali kubur sendiri. Narasi dibangun pemerintah terhadap energi geothermal sebagai energi baru terbarukan atau ramah lingkungan adalah narasi yang sesat sesat,  justru sebaliknya pembangunan geothermal ini memperburuk keadaan ekologi, merampas ruang hidup, menggusur masyarakat adat serta menghilangkan adat istiadat dan budaya,” sesal Wirahadi.

Upaya pemerintah dalam menggenjot dan memaksakan proyek energi panas bumi atau geothermal, khususnya di Toraja, jelas mengabaikan keberadaan masyarakat adat yang selama ini hidup secara turun temurun merawat dan menjaga alam, budaya dan adat istiadat sebagai warisan leluhur.  Ketika proyek ini dipaksakan, pemerintah telah melakukan kejahatan yang sangat luar biasa terhadap masyarakatnya.

“Kita harus sadar bahwa, bencana ekologi yang terjadi hari ini, yang sudah memakan korban jiwa hingga ribuan orang diakibatkan oleh kerusakan ekosistem hutan yang sangat masif. Masih segar diingatan bagaimana bencana banjir bandang di Masamba, Luwu Utara yang memakan banyak korban jiwa serta merusak berbagai fasilitas umum dan rumah warga. Dan yang terbaru banjir bandang di Sumatera yang memakan korban 303 orang meninggal dunia. Kita tidak menginginkan bencana tersebut terjadi di Toraja akibat dari kerakusan dan kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan serta tidak peduli terhadap keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungannya,” urai Wirahadi.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bittuang (juga tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Tambang), Anfi menegaskan bahwa di berbagai daerah yang menjadi lokasi pembangunan proyek geothermal telah memunculkan banyak konflik dan mendapat penolakan dari masyarakatnya, mulai dari Dieng, Poco Leok, Mandailing Natal (yang sudah membunuh berapa warga akibat menghirup gas beracun dari aktivitas proyek geothermal) dan di beberapa daerah lainnya,  secara nyata memicu banyak konflik mulai dari kerusakan ruang hidup, bencana ekologi hingga menelan korban jiwa.

“Berangkat dari itu kami menilai bahwa proyek yang difasilitasi Negara dalam hal ini pemerintah, semata-mata hanya berpihak pada kepentingan pemilik modal dan korporasi dan mengabaikan hak-hak warga serta keberlangsungan lingkungan hidup. Kami percaya bahwa tidak ada kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kelestarian adat istiadat diatas lingkungan hidup yang rusak,” tegas Anfi.

“Maka dari itu kami mendesak pemerintah daerah sampai pemerintah pusat untuk segera menghentikan rencana pembangunan proyek geothermal di Toraja. Toraja harus masero dari perusak lingkungan dan perampasan ruang hidup termasuk proyek geothermal sebagai Mesin pembunuh yang dibingkai dalam narasi ramah lingkungan,” tandasnya lebih lanjut.

Menurut Anfi, ketika pemerintah ingin melindungi dan perhatian terhadap rakyatnya maka pemerintah harus segera menghentikan seluruh kebijakan dan rencana pembangunan terhadap proyek yang akan merusak lingkungan dan merampas ruang hidup rakyatnya. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Sedih Penerima Kartu Bansos di Tana Toraja, Ternyata Isinya Kosong

    Cerita Sedih Penerima Kartu Bansos di Tana Toraja, Ternyata Isinya Kosong

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Seorang Kepala Rumah Tangga yang tinggal Sarre Maruang, Kelurahan Lion Tondok Iring, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja mengisahkan cerita memilukan terkait bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Bantuan sosial pemerintah yang sedianya disambut dengan suka cita dan bahagia karena bisa membantu meringankan beban keluarga, ternyata tidak bagi keluarga Sandy Pappang Linggi. Kartu Bansos […]

  • Tana Toraja Terima Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Sulsel

    Tana Toraja Terima Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Sulsel

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende/Rls
    • 0Komentar

    Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serahkan Piagam Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat kepada Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg. (Foto:Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan atas keberhasilan dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Penyerahan Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja digelar diselah-selah upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) […]

  • Kasus Pencurian di Mengkendek Tak Hanya di Gereja, Mahasiswa IAKN juga Kehilangan Motor

    Kasus Pencurian di Mengkendek Tak Hanya di Gereja, Mahasiswa IAKN juga Kehilangan Motor

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Motor Trail Milik Willyam Ma’dika Mahasiswa IAKN Toraja yang dilaporkan hilang dan surat tanda terima laporan Kepolisian . (Foto/DokumenPribadi)   KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Dalam sehari yakni Kamis 12 Juni 2025 dilaporkan terjadi dua kejadian pencurian di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Kejadian pertama yakni Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ yang terletak di Km.9 Lembang Ke’pe’ Tinoring, […]

  • Beberapa Kali Mencuri Tabung Gas, Pria Asal Nanggala Ini Diringkus Polisi

    Beberapa Kali Mencuri Tabung Gas, Pria Asal Nanggala Ini Diringkus Polisi

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Toraja Utara menangkap seorang pria berinisial YL alias IL (32) karena diduga menjadi pelaku pencurian tabung gas elpiji di beberapa tempat di Toraja Utara. YL alias IL ditangkap di persembunyiannya di Tagari Tallunglipu, Kecamatan  Tallunglipu, Toraja Utara, Selasa, 24 Oktober 2023 malam. Saat ditangkap, YL sempat […]

  • Dalam Dua Minggu, Dua Peristiwa Orang Hilang Terjadi di Tana Toraja, Kasusnya Hampir Sama

    Dalam Dua Minggu, Dua Peristiwa Orang Hilang Terjadi di Tana Toraja, Kasusnya Hampir Sama

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Dua Peristiwa Orang hilang di Tana Toraja dalam dua minggu masing-masing Suping (40) dan Laurencia (3). (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kasus orang hilang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah seorang balita berumur 3 tahun dilaporkan hilang sejak Sabtu 20 Juni 2026 di Lembang Mappa’ Kecamatan Bonggakaradeng dan ditemukan selamat Senin 22 Juni […]

  • Poliklinik Gigi dan Mulut RS Elim Rantepao Tawarkan Berbagai Layanan Kesehatan Gigi

    Poliklinik Gigi dan Mulut RS Elim Rantepao Tawarkan Berbagai Layanan Kesehatan Gigi

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Poliklinik Gigi dan Mulut RS Elim Rantepao dengan berbagai layanan untuk kesehatan gigi dan mulut. (foto: dok. istimewa). KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Rumah Sakit Elim Rantepao terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Salah satu layanan RS Elim Rantepao adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Elim Rantepao menawarkan berbagai […]

expand_less