Acara Nasional Kongres GMKI Ke-38 di Tana Toraja Libatkan Semua Denominasi Agama
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sab, 19 Nov 2022

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —Hajatan nasional kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-38 siap digelar di Tana Toraja 22 – 30 November 2022.
Dalam konfrensi pers yang digelar Sabtu, 19 November 2022 di Gedung Tammuan Mali Makale, Panitia Kongres mengaku persiapan pelaksanaan kegiatan sudah mencapai 80 persen.
Tak hanya melibatkan kader GMKI, namun kepanitiaan kongres melibatkan semua dinominasi agama agar peserta kongres betul-betul bisa merasakan kehangatan toleransi umat bergama di Toraja.
Ketua Umum Panitia Nasional Kongres GMKI, yang juga Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan untuk penginapan para peserta kongres akan tinggal dirumah-rumah warga.
“Peserta akan tinggal di rumah -rumah penduduk untuk berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat agar bisa lebih mengenal Toraja lebih dekat,” kata Theofilus Allorerung.
“Termasuk gedung Muhammadiyah di Makale akan jadi lokasi penginapan peserta Kongres,” lanjut Theofilus.
Theofilus Allorerung mengatakan diperkiran 2.500 kader GMKI akan hadir dalam kegiatan tersebut yang merupakan delegasi 118 Cabang GMKI se-Indonesia serta dewan senior GMKI.
Kongres GMKI dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo serta dihadiri sejumlah Menteri seperti, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Mekopolhumkam), Prof Mahfud MD, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham), Yasonna Laoly, Menparekraf, Sandiaga Uno dan Menpora, Zainuddin Amali,
Panitia mengaku juga mengundang seluruh bakal calon Presiden seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan kamil dan Puan Maharani.
Pembukaan Kongres GMKI Ke-38 akan dilaksanakan di Bandara Pongtiku Rantetayo dan persidangan akan dilaksanakan di Gedung Tammuan Mali Makale, sementara untuk sidang- sidang komisi akan dilaksanakan di beberapa Gereja di Kota Makale.
Selama 9 hari pelaksanaan Kongres GMKI, Pasar seni akan disulap jadi kawasan kuliner dan setiap malam akan diisi pagelaran seni baik dari seniman Toraja maupun pagelaram seni dari peserta Kongres dari wilayah asalnya.
Angaran Kongres GMKI sendiri memakan APBD Kabupaten sebesar 1 M dan bantuan Pemprov Sulsel 600 juta serta sumbangan dari donatur. (*)
Penulis/editor: Arsyad Parende
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar