Komisi III DPRD Tana Toraja Respon Aduan Warga Marinding Soal Dampak Lingkungan dan Rekrutmen Tenaga Kerja di Sekolah Rakyat
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Tana Toraja ke Sekolah Rakyat. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Komisi III DPRD Tana Toraja menggelar kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat yang terletak di Jalan Masuk Bandara Toraja, Mapongka Lembang Marinding Kecamatan Mengkendek, Senin 02 November2026.
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka merespon aspirasi masyarakat Lembang Marinding terkait rekrutmen tenaga kerja di Sekolah Rakyat yang dinilai tidak melibatkan warga lokal serta adanya kerusakan lingkungan akibat perubahan fungsi hutan menjadi bangunan Sekolah Rakyat.
Kunjungan kerja Komisi III yang diikuti oleh Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante, Ketua Komisi III Agustinus Patinggi dan Anggota Komisi III Dahlan Banganpadang dan Yuli Saranga’ dan diterima jajaran Manajemen Kontraktor Pelaksana waskita Karya, Dinas Sosial dan Kepala Sekolah Rakyat.
Dalam kunjungan tersebut, selain melihat langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat, Komisi III juga mendengarkan presentase dari Kontraktor Pelaksana Waskita Karya, Dinas Sosial dan Kepala Sekolah Rakyat.
Dalam surat aduan yang masuk ke Komisi III dari masyarakat Lembang Marinding menjelaskan dua persoalan utama dan tuntutan yang menjadi aspirasi.
- Aspirasi pertama adalah terkait rekrutmen tenaga kerja (tenaga pendidik, administrasi, satpam, kebersihan dan koki) yang tidak melibatkan warga lokal termasuk tidak adanya sosialisasi soal rekrutmen tersebut.
- Kerusakan lingkungan yang semakin parah diantaranya jembatan penghubung 3 Lembang hanyat terbawa arus karena perubahan debit air setelah pembangunan sekolah rakyat, jalan tani rusak tergerus air, drainase dan irigasi sawah tertimbun sedimen, pencemaran udara akibat debu.
Dari dua aspirasi tersebut, masyarakat Marinding menyampaikan tuntutan agar DPRD segera menindaklanjuti, meminta kontraktor untuk bangun kembali jembatan yang hanyut, memperbaiki irigasi dan drainase yang tertimbun sedimen, meminta rekrutmen ulang dan terbuka serta mengutamakan warga lokal serta memberikan teguran kepada kontraktor yang dinilai lalai jalankan Amdal.
Komisi III mempertanyakan progres pembangunan dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkunga (Amdal) Sekolah Rakyat, pihak Kontraktor mengklaim progres pembangunan telah mencapai 98,54% dan dokumen amdal belum terbit namun proses sudah pada tahap akhir.
Komisi III meminta pihak kontraktor menjelaskan proses instalasi air dari area lokasi Sekolah Rakyat yang dituding menjadi penyebab adanya aduan dari masyarakat soal kerusakan lingkungan.
Ilham selaku Pengawas Lapangan mewakili Perusahaan kontraktor menjelaskan bahwa instalasi air limbah dari sekolah rakyat telah dibuatkan kolam endapan sehingga air dan sedimen tidak langsung masuk ke aliran sungai.
“Terkait pembangunan jembatan dan jalan, kami tampung dulu sementara aspirasi dari masyarakat yang disampaikan Komisi III untuk dibicarakan di internal perusahaan” tutur Ilham.
Terkait rekrutmen tenaga kerja, Pihak Dinas Sosial dan Kepala Sekolah Rakyat menjelaskan bahwa seluruh tahapan dan proses dilakukan oleh Kemensos.
Kepala Sekolah Rakyat Lestari Ranteallo mengatakan terkait rekrutmen tenaga kerja di Sekolah Rakyat diutamakan adalah para pilar – pilar sosial yang sebelumnya telah mengabdi seperti Taruna siaga Bencana Kemensos (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping program PKH. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar