Toraja Diguyur Hujan, Apakah Musim Kemarau Sudah Berakhir? Ini Penjelasan BMKG
- account_circle Desianti
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hujan ringan yang turun di Makale, Tana Toraja, Minggu, 13 September 2026 pagi. (Foto: dok. istimewah).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Minggu, 13 September 2026 pagi, hampir semua wilayah Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara) diguyur hujan. Ada yang cukup deras, ada pula yang hanya gerimis dan berlangsung singkat.
Meski begitu, warga merasa senang. Pantauan Kareba-Toraja.com, peristiwa hujan yang turun pada Minggu pagi ini menjadi trending topik di media sosial warga Toraja. Banyak warga mengunggah video pendek maupun foto-foto soal hujan yang turun di wilayah mereka. Captionnya pun nyaris seragam, sudah lama dinanti, akhirnya turun juga #hujan.
Ada pula yang memberi caption ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa karena hujan sudah turun setelah dipanggang matahari kurang lebih empat bulan terakhir.
Namun, kesenangan ini mungkin hanya akan bersifat sesaat. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Toraja, menyebut bahwa hujan yang terjadi pada Minggu, 13 September 2026 itu hanya bersifat lokal, bukan tanda masuk musim hujan.
“Berdasarkan analisis data dan kondisi terkini hujan ringan yang terjadi (Minggu) pagi ini di sekitar Makale masih bersifat lokal dan belum menunjukkan bahwa musim hujan sudah masuk,” jelas Rifsan Malik Ibrahim, Staf Observer dan Forcaster Stamet Toraja, dalam keterangannya kepada Kareba-Toraja.com, Minggu, 13 September 2026 malam.
Menurut Rifsan Malik, secara klimatologis, saat ini kita masih berada pada periode kemarau, yang puncaknya sekitar Agustus hingga September. Kondisi ini juga masih dipengaruhi El Nino sehingga secara umum curah hujan masih cenderung rendah.
“Kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Di wilayah Toraja, factor topografi dan kondisi atmosfer lokal sangat memungkinkan terbentuknya hujan setempat. Jadi bisa saja, Makale pagi ini hujan ringan, sedangkan wilayah lain cerah,” urai Rifsan Malik.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa penentuan awal musim hujan tidak dilihat dari satu kejadian hujan saja, tetapi konsistensi curah hujan dalam beberapa dasarian.
“Saat ini, peningkatan peluang hujan lebih diperkirakan mulai terjadi memasuki Oktober-November. Itu pun tidak belum berarti seluruh wilayah langsung masuk musim hujan secara bersamaan,” terang Rifsan Malik.
Rifsan berharap masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu menyimpulkan bahwa musim hujan sudah dimulai hanya karena hujan yang terjadi pada Minggu pagi.
“Karena selama masa peralihan maupun kemarau, hujan lokal seperti ini masih sangat mungkin terjadi,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Desianti
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar