Dikunjungi Menteri Koperasi, KSP Balo’ta Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono saat kunjungan kerja ke Kantor KSP Balo’ta
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia Ferry Juliantono mendorong KSP Balo’ta untuk menciptakan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang baru. Hal tersebut dikatakan Menkop dalam kunjungan kerja ke Kantor KSP Balo’ta, Rantepao, Toraja Utara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanaan, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Kadis Koperasi Kab Toraja Utara Amos Arman Patola, Kadishub Kab. Tana Toraja Eric Crystal Ranteallo dan Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga dan jajarannya.
Dalam kesempatan itu, Menkop Ferry Juliantono melihat ruang kerja pengurus KSP Balo’ta dan tatap muka dengan anggota KSP Balo’ta.
Ferry Juliantono menjelaskan bahwa jika koperasi bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan, harapannya adalah dalam waktu tidak terlalu lama akan bisa membantu meningkatkan perekonomian dengan target di angka 8 persen.
“Presiden Prabowo Subianto, kata Menkop, mengarahkan bahwa garis ideologi ekonomi harus kembali sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Artinya, harus kembali ke nilai-nilai dasar kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong,”ucapnya.
Menkop menambahkan bahwa ia percaya KSP Balo’ta, meskipun sekarang masih kegiatan utamanya simpan-pinjam, tapi KSP Balo’ta ini punya garis ideologi dan nilai-nilai dasar ekonomi yang tetap konsisten dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendiri Republik.
Karena itu, kata Menkop Ferry, dengan segala hormat, pihaknya akan menghormati konsistensi dari KSP Balota. Makanya, kehadirannya ke Tana Toraja dan Toraja Utara adalah ingin mendukung sepenuhnya perkembangan dari KSP Balota, bahkan juga akan mendorong supaya KSP Balota dan KSP-KSP yang lain itu bisa maju berkembang secara lebih signifikan.
Menkop menjelaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat orang meminjam uang. Koperasi harus menjadi tempat masyarakat membangun kekuatan ekonomi. Koperasi harus menjadi tempat anggota mendapatkan akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah. Karena itu, Menkop melihat apa yang dilakukan KSP Balo’ta sebagai sesuatu yang penting.
“Koperasi ini tidak hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, tetapi juga melakukan pembinaan kepada anggota, termasuk para petani. Kita melihat adanya kegiatan pembinaan petani, pengembangan perkebunan percontohan kopi. Ini harus terus diperkuat. Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menjelaskan bahwa koperasi adalah soko guru dan pilar utama perekonomian. Artinya, kita harus bisa mendukung pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan memercayakan pengembangan industri atau pengembangan koperasi ini menjadi soko guru di Indonesia. Baik melalui koperasi-koperasi yang sudah ada maupun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
“Kami melaporkan di Toraja Utara, koperasi yang aktif setelah pemekaran itu ada sekitar 49 koperasi. Pembangunan KDMP yang sudah rampung 100% sebanyak 19 KDMP. Sementara berproses konstruksinya sekitar 4 unit. Ada yang sudah 90%, ada yang masih 60%. Dari target 151 KDKMP. Kami pemerintah daerah harus betul-betul mengawal,” tegas Bupati.
Ketua Pengurus KSP Balo’ta Dedi Bongga menambahkan sangat bangga Menkop bisa hadir ke KSP Balo’ta Tana Toraja. Dilaporkan bahwa KSP Balo’ta Tana Toraja mengalami peningkatan aset dari Tahun 2014 sampai sekarang sebesar 609%. Aset per Juli 2026 sebanyak Rp1,9T dan pihaknya dilibatkan oleh Pemda untuk membina 200 pengurus KDKMP.
Selain itu ia menambahkan Kemenkop melalui LPDB juga telah memberikan dukungan bantuan berupa fasilitas modal kerja dari waktu ke waktu diberikan pembiayaan.
“Kurang lebih 40 KDKMP yang ada di kabupaten Tana Toraja dan Toraja utara bisa bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional dan bisa menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ucapnya. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar