Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Gian Anugrah: Harus Ada Kepastian Hukum Hilangnya Stoner, Agar Keluarga tidak Larut dalam Trauma dan Kesedihan Berkepanjangan

Gian Anugrah: Harus Ada Kepastian Hukum Hilangnya Stoner, Agar Keluarga tidak Larut dalam Trauma dan Kesedihan Berkepanjangan

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gian Anugrah (Wakil Ketua PTI Papua Barat Daya) desak Pengkungkapan Kasus hilangnya Stoner. (Foto: Istimewa)

 


KAREBA-TORAJA.COM, PAPUA BARAT DAYA — Dukungan masyarakat terhadap pengungkapan hilangnya Stoner Sammen (16) Warga Lembang Sa’dan Malimbong Toraja Utara terus mengalir.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Papua Barat Daya Gian Anugrah.

Gian Anugrah ikut mendesak pengusutan secara tuntas hilangnya Stoner Sammen yang terjadi tiga stengah tahun lalu tepatnya 31 Maret 2023.

Gian Anugrah, meminta aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Saya mengenal Stoner sejak masih kecil ketika kami sama-sama berada di Sorong, Papua Barat Daya. Karena itu, saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban,” tegas Gian Anugrah.

Gian bahkan mengurai dari sudut pandang psikologi bahwa keluarga yang kehilangan anggota keluarga tanpa kepastian umumnya mengalami ambiguous loss, yaitu kondisi kehilangan yang tidak memiliki kepastian mengenai nasib korban. Situasi tersebut sering menimbulkan kesedihan berkepanjangan, kecemasan, trauma, hingga menurunnya rasa percaya terhadap proses hukum apabila mereka merasa belum memperoleh kepastian.

Dalam kondisi demikian, kepastian hukum bukan hanya menjadi kebutuhan untuk menegakkan keadilan, tetapi juga berperan penting dalam membantu proses pemulihan psikologis keluarga.

Kasus hilangnya Stoner Sammen diharapkan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Keluarga korban menanti kepastian atas nasib anak mereka, sementara masyarakat berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Gian Anugrah, pengungkapan kasus ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang bersalah, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak korban, keadilan bagi keluarga, dan penegakan supremasi hukum agar tidak ada lagi kasus serupa yang menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Menurut Gian, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum sebagaimana dijamin dalam konstitusi. Oleh sebab itu, apabila terdapat dugaan tindak pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah.

“Apabila benar terjadi tindakan pengejaran, pengeroyokan, serta pelemparan terhadap korban sebagaimana yang disampaikan keluarga dan saksi, maka peristiwa tersebut berpotensi mengandung unsur tindak pidana yang harus diusut secara menyeluruh” urai Gian Anugrah.

Gian Anugrah mengurai apabila ditemukan bukti yang cukup, aparat penegak hukum dapat menilai kemungkinan adanya unsur penganiayaan, pengeroyokan, perbuatan yang mengakibatkan kematian atau hilangnya seseorang, maupun tindak pidana lain sesuai fakta penyidikan. Keberadaan rekaman CCTV, keterangan saksi, hasil penyelidikan, serta alat bukti lainnya menjadi bagian penting untuk mengungkap peristiwa secara objektif.

“Prinsip utama dalam negara hukum adalah setiap dugaan tindak pidana harus diproses berdasarkan bukti, bukan berdasarkan asumsi ataupun tekanan dari pihak mana pun” tutup Gian Anugrah. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Curi Uang Mantan Majikan, Pria Bertato Ini Diringkus Tim Batitong Maro

    Diduga Curi Uang Mantan Majikan, Pria Bertato Ini Diringkus Tim Batitong Maro

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Seorang lelaki berinisial S, 33 tahun, asal Rantekalua’ Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, diringkus Tim Batitong Maro Sat Reskrim Polres Tana Toraja, Minggu, 22 Agustus 2021. Pria yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato ini ditangkap atas dugaan pencurian uang milik mantan majikannya di Pasar Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek, pada Sabtu, 21 Agustus 2021. Usai ditangkap, […]

  • OPINI: Menelisik Keterwakilan pada Panggung Suksesi Kepala Daerah Tana Toraja 2024

    OPINI: Menelisik Keterwakilan pada Panggung Suksesi Kepala Daerah Tana Toraja 2024

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. dr. Nataniel Tandirogang M.Si Panggung Pilkada serentak 2024 mulai mengemuka, secara khusus untuk pilkada Tana Toraja 2024 pasca berakhirnya pemilihan legislatif pada semua tingkatan. Walaupun belum ada penetapan resmi dari KPU Pusat, tetapi setiap partai dan peserta konsestasi pileg telah mengetahui dan mempunyai data berapa kursi dan siapa yang lolos pada setiap tingaktan […]

  • Kasus Pencurian Gereja Kembali Terjadi, Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ Mengkendek Dibobol Maling

    Kasus Pencurian Gereja Kembali Terjadi, Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ Mengkendek Dibobol Maling

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Personil Kepolisian dari Polres Tana Toraja melakukan olah TKP di Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek. (Foto/Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Kasus Pencurian di Rumah Ibadah kembali terjadi. Kali ini Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek dibobol maling. Bravo selaku Majelis Gereja Toraja Jemaat Gloria Ke’pe’ yang […]

  • Fogging Tak Menyelesaikan Masalah DBD, Lakukan Gerakan 3M Plus!

    Fogging Tak Menyelesaikan Masalah DBD, Lakukan Gerakan 3M Plus!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Fogging tidak menyelesaikan masalah DBD. Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, tapi telur nyamuk tidak mati. Cara yang paling efektif mencegah demam berdarah adalah menjaga kebersihan lingkungan. Kalimat di alinea pertama ini dikutip dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, Elisabeth Zakaria di sela-sela kegiatan fogging nyamuk di sejumlah lokasi di Kota Rantepao, […]

  • Dukung Pengembangan Prestasi Olahraga Toraja, UKI Toraja Teken MoU dengan KONI Tana Toraja dan Toraja Utara

    Dukung Pengembangan Prestasi Olahraga Toraja, UKI Toraja Teken MoU dengan KONI Tana Toraja dan Toraja Utara

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Rektor UKI Toraja Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, SE., M.Si., Ak., CA,, dan Ketua KONI Tana Toraja dr. Elia Tombe Marrung dan Ketua KONI Toraja Utara dr. Budhi Karoma setelah Penandatanganan Nota Kerjasama (MoU). (Foto/MultimediaUKIToraja)   KAREBA-TORAJA .COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) terus mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, tak hanya prestasi akademik tapi […]

  • Tanpa Dukungan Pemda, Anita Patanduk Harumkan Toraja Utara di Ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel

    Tanpa Dukungan Pemda, Anita Patanduk Harumkan Toraja Utara di Ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Anita Patanduk, remaja kelahiran Ujung Pandang, 17 September 1998 asal Alang-alang Sangpolo Bungin, Lembang Salu Sopai berhasil mengharumkan Toraja Utara di ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulawesi Selatan tahun 2021. Mahasiswi Kedokteran dari Changsha Medical University China ini keluar sebagai Runner Up II Kategori Remaja pada ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel sekaligus terpilih […]

expand_less