Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Viral Di Medsos Nenek Tinggal Sebatang Kara Dalam Gua di Makale Selatan, Begini Faktanya

Viral Di Medsos Nenek Tinggal Sebatang Kara Dalam Gua di Makale Selatan, Begini Faktanya

  • account_circle Cr1/NDL
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nenek Sati saat di depan Gua bersama Kadis PRKP dan Lurah Pasang dan sejumlah kerabatnya. (Foto: CR1/NDL)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE SELATAN — Beberapa waktu belakangan, vidio seorang nenek yang ditinggal sebatang kara dalam Gua di Keluarahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan Tana Toraja beredar luas dan menuai keprihatinan dan beragam komentar dari pengguna sosial media.

Tidak sedikit dari komentar mempertanyakan status nenek serta keberadaan anak dan perhatian keluarga serta pihak-pihak terkait.

Jurnalis Kareba Toraja kemudian mendatangi nenek viral tersebut Kamis pagi 07 Mei 2026.

Dari hasil penelusuran Nenek tersebut diketahui bernama Sattu yang akrab dengan panggilan Nenek Sati.

Nenek Sati ternyata bukan sebatang kara melainkan mempunyai lima orang anak. Beberapa diantaranya tinggal di luar kampung, sementara lainnya masih tinggal di Kelurahan Pasang.

Sebelumnya, Nenek Sati memiliki rumah sendiri. Sayangnya, sekitar sebulan lalu, rumah nenek Sati terbakar. Hal tersebutlah yang membuatnya akhirnya memilih tinggal di Gua kecil dekat lokasi rumah yang telah terbakar tersebut.

Meski demikian, keluarga menyebut Nenek Sati tidak setiap hari tinggal di Gua tersebut. Ia hanya datang pada siang hari untuk mengurus kebunnya. Pada malam hari, Nenek Sati biasanya menginap di rumah anaknya di Surruk, Kelurahan Pasang.

“Berita yang viral itu katanya Nenek tiap malam ada di sini, Sebenarnya itu tidak betul. Kalau malam itu Nenek tinggal di anaknya yang ada di Surruk, memang kalau pagi dia datang di sini, tetapi kalo dikatakan tidur disini itu tidak benar,” ungkap Selniyanti, Cucu Nenek Sati.

Meski demikian, Ia tidak menampik bahwa hari pertama pasca kebakaran, Nenek Sati memang sempat tidur di Gua tersebut karena tidak mau meninggalkan lokasi rumahnya yang baru terbakar. Hal tersebut karena adanya pantangan (pemali) untuk langsung meninggalkan rumah yang terbakar.

“Memang perna tidur disini, satu malam, waktu rumahnya baru terbakar karena katanya orang Toraja bilang pamali untuk langsung meninggalkan rumah yang habis kebakaran,” jelasnya.

Pada saat yang sama, Nenek Sati mengatakan keinginannnya untuk terus tinggal di Gua kecil tersebut, namun dilarang oleh anak-anaknya.

“ la inde tarru’na, tapi nasengkena ronde liu anakku nakua andi’ muinde to, na titok komi ula’. Jadi male omo’ mamma’ lako anakku.( saya mau disini, tapi anak-anak saya melarang karena khawatir saya digigit ular, jadi saya tidur di rumah anak),” jelas Nenek Sati.

Di dekat lokasi tempat tinggal nenek Sati, juga telah ditemui tumpukan-tumpukan kayu untuk pembangunan ulang rumah nenek Sati. Kayu tersebut disebut disiapkan oleh anaknya untuk membangun ulang rumah untuk nenek Sati, hanya saja belum semuanya rampung karena di lokasi tempat akan mengambil bambu yang akan dijadikan tiang sedang ada acara duka.

Lurah Pasang, Deki Sumeke mengatakan pada saat musibah kebakaran terjadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala lingkungan untuk menyiapkan berkas nenek Sati untuk selanjutnya ditindaklanjuti ke Dinas Sosial. Laporannya juga telah ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Sosial dan turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan pasca kejadian tersebut.

“Saat kebakaran itu, saya sudah tanya kepala lingkungannya untuk ambil berkasnya, KK dan KTP supaya dilaporkan ke Dinas Sosial. Tapi saat itu semua surat-suratnya tidak, jadi kami cari berkas-berkasnya di sini, akhirnya dapat. Jadi kami langsung laporkan dan saat itu ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial,” Jelas Deki Sumeke.

Kepada Kareba Toraja, keluarga menyebut beberapa waktu lalu, Nenek Sati  telah dikunjungi oleh jemaat Kasimpo serta BPS Gereja Toraja wilayah III Makale.

Dikatakannya pula bahwa BPS Gereja Toraja Wilayah III Makale juga telah berjanji untuk membantu proses pembangunan rumah dengan membantu pengadaan material bangunan. Rencananya, pihak BPS akan memasukkan material lain pada hari Senin mendatang.

“Pernah BPS datang, katanya mereka mau bantu. Hari Senin baru mereka masukkan bahan,” jelas Selniyanti.

Ditemui juga sedang berada di lokasi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Daud Balalembang.

Daud Balalembang mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak BPS untuk mendukung pembangunan rumah Nenek Sati. (*)

  • Penulis: Cr1/NDL
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, UKI Toraja Lepas 2 Mahasiswa Magang Internasional ke Taiwan, Total Sudah 9 Mahasiswa

    Lagi, UKI Toraja Lepas 2 Mahasiswa Magang Internasional ke Taiwan, Total Sudah 9 Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Pelepasan Dua Mahasiswa UKI Toraja mengikuti Magang Internasional ke Taiwan. (Foto: Multimedia UKI Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja kembali menorehkan prestasi dalam upaya meningkatkan daya saing global mahasiswa. Pada 16 Juni 2026 besok, dua mahasiswa UKI Toraja akan kembali akan diberangkatkan ke Taiwan untuk mengikuti Program Magang Internasional Batch 3 […]

  • Penyidik Polres Tana Toraja Terancam Dilaporkan Terkait Status Tersangka yang Sudah Dicabut Kemudian Ditersangkakan Kembali

    Penyidik Polres Tana Toraja Terancam Dilaporkan Terkait Status Tersangka yang Sudah Dicabut Kemudian Ditersangkakan Kembali

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Penyidik Polres Tana Toraja terancam dilaporkan ke Propam dan Irwasda Polda Sulsel terkait dugaan kriminalisasi dalam kasus pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) atas nama Jumawati alias Ati. Pasalnya, status tersangka Jumawati yang sebelumnya sudah dicabut, namun ditersangkakan kembali oleh Polres Tana Toraja. Polemik ini dimulai sejak diterbikannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) […]

  • OPINI: Kekristenan dan Adat Toraja; Tantangan Inkulturasi Nilai dalam Ruang Sosial dan Hukum

    OPINI: Kekristenan dan Adat Toraja; Tantangan Inkulturasi Nilai dalam Ruang Sosial dan Hukum

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Marthen B. Salinding,S.H,H.H Dalam masyarakat Indonesia, agama sering kali menjadi kekuatan transformatif yang memengaruhi budaya lokal. Di banyak wilayah mayoritas Muslim, misalnya, budaya yang lahir cenderung memiliki nuansa Islami, baik dalam struktur sosial, tradisi, hingga ekspresi kesenian. Namun realitas ini tampak berbeda di Toraja. Meskipun mayoritas masyarakat Toraja telah memeluk agama Kristen sejak […]

  • Ketiga Kalinya, Pemkab Toraja Utara Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

    Ketiga Kalinya, Pemkab Toraja Utara Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara kembali mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM (hak asasi manusia) tahun 2020. Ini untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kabupaten termuda di Sulsel itu mendapatkan penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM tersebut. Pemberian penghargaan Kabupaten Peduli HAM tersebut dilaksanakan di sela-sela peringatan Hari Hak Asasi Manusia se dunia  yang […]

  • Peringati Hari Ibu, Kalla Toyota Toraja Gelar Lomba Fashion Show Tenun Toraja

    Peringati Hari Ibu, Kalla Toyota Toraja Gelar Lomba Fashion Show Tenun Toraja

    • calendar_month Selasa, 22 Des 2020
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan perempuan Indonesia. Berbagai cara digelar masyarakat Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ibu. Tak terkecuali manajemen PT Hadji Kalla Toyota Cabang Toraja. Dalam rangka menyambut hari Ibu tahun 2020, Kalla Toyota Cabang Toraja menggelar Lomba Fashion […]

  • Kemensos Salurkan Bantuan Program untuk Dua Sanggar Seni di Toraja Utara

    Kemensos Salurkan Bantuan Program untuk Dua Sanggar Seni di Toraja Utara

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyalurkan bantuan Program Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi kepada dua kelompok Sanggar Seni di Toraja Utara. Dua sanggar seni itu, masing-masing Sanggar Seni Tari Pakaraya Art dan Rumah Budaya Tindoki. Bantuan senilai Rp 50 juta untuk masing-masing sanggar diserahkan oleh Dinas Sosial Toraja Utara yang diwakili Kepala […]

expand_less