Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kartini Masa Kini dari Toraja; Antara Adat, Aktivisme, dan Perjuangan Kesetaraan

Kartini Masa Kini dari Toraja; Antara Adat, Aktivisme, dan Perjuangan Kesetaraan

  • account_circle Desianti/Rls
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan hari kartini menjadi momentum reflektif Bagi Perempuan Indonesia untuk melanjutkan api semangat perjuangan R.A Kartini dalam konteks zaman yang terus berkembang dan melaju. Di tengah arus perubahan ini, suara perempuan dari daerah, termasuk Toraja menunjukkan peran strategis dalam memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial.

Meisatari Putri Vermanari, seorang aktivis perempuan asal Toraja, hadir sebagai representasi “Kartini masa kini” yang memadukan nilai adat, keberanian berpikir kritis, dan komitmen terhadap perubahan. Baginya, menjadi perempuan Toraja bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga tentang keberanian untuk menafsirkan ulang nilai-nilai tersebut agar tetap relevan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan.

“Perempuan Toraja dibentuk oleh budaya yang kuat. Namun di saat yang sama, kami juga dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa nilai-nilai adat tidak membatasi ruang gerak perempuan, melainkan menjadi fondasi untuk bertumbuh dan berdaya,” ungkap Meisatari, yang saat ini menjadi Bendahara Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI).

Dalam realitas sosial saat ini, perempuan terutama di daerah masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari stereotip gender, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan ruang publik, hingga minimnya keterwakilan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kehadiran aktivis perempuan menjadi penting dalam mendorong perubahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui keterlibatannya dalam organisasi, ruang diskusi, serta kegiatan sosial, Meisatari menegaskan bahwa aktivisme perempuan tidak hanya hadir dalam aksi besar, tetapi juga dalam konsistensi membangun kesadaran kolektif. Ia percaya bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk bersuara dan membuka ruang bagi perempuan lain untuk ikut terlibat.

Salah satu isu yang ia soroti adalah kasus-kasus perobohan tongkonanrumah adat Toraja yang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas, sejarah, dan martabat keluarga.

Dalam beberapa momentum konflik dan penertiban yang berujung pada perobohan tongkonan, Meisatari turut menyuarakan keprihatinannya. Ia menilai bahwa penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

“Tongkonan bukan hanya warisan budaya, tetapi juga ruang hidup yang memiliki makna spiritual dan sosial yang dalam. Ketika ia dirubuhkan tanpa pendekatan yang adil, yang terluka bukan hanya bangunannya, tetapi juga harga diri komunitas,” ungkapnya.

Selain isu budaya, Meisatari juga menyoroti realitas ketimpangan gender yang masih dirasakan oleh perempuan di Toraja. Dalam banyak aspek kehidupan, perempuan kerap dihadapkan pada batasan-batasan sosial yang membatasi partisipasi mereka, baik dalam pengambilan keputusan adat, akses pendidikan, maupun ruang kepemimpinan.

“Perempuan Toraja sering kali berada di posisi yang kuat dalam praktik kehidupan sehari-hari, tetapi belum sepenuhnya diakui dalam ruang-ruang strategis. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab bersama bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penentu arah,” tegasnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, ruang diskusi, dan advokasi sosial, Meisatari terus mendorong hadirnya kesadaran kolektif bahwa perjuangan perempuan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap budaya. Ia percaya bahwa adat dan kesetaraan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan berdampingan melalui pemaknaan yang lebih adil dan inklusif.

“Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi tentang melanjutkan perjuangan. Perempuan harus menjadi subjek pembangunan berani mengambil peran, menentukan arah, dan memperjuangkan masa depan yang lebih adil,” tegasnya.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti pada simbol dan seremoni. tetapi hidup dalam keberanian perempuan untuk bersuara, termasuk dalam menghadapi persoalan-persoalan lokal yang kompleks. Dari Toraja, suara perempuan terus tumbuh mengakar pada budaya, bergerak dalam aktivisme, dan melangkah menuju kesetaraan yang nyata. (*)

  • Penulis: Desianti/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Tana Toraja Amankan 4 Terduga  Bandar Narkoba dan Barang Bukti Sabu Kurang Lebih 100 Gram

    Polres Tana Toraja Amankan 4 Terduga Bandar Narkoba dan Barang Bukti Sabu Kurang Lebih 100 Gram

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Arsyad / Monik
    • 0Komentar

    Konfrensi Pers Polres Tana Toraja terkait pengungkapan kasus narkotika. (Foto:AP/Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Satuan Reserse Narkotika psikotropika dan obat terlarang (Satresnarkoba) Polres Tana Toraja berhasil mengungkap peredaran narkotika di Kabupaten Tana Toraja. 4 terduga pelaku berikut sejumlah barang bukti termasuk barang bukti sabu seberat kurang lebih 100 gram dalam dua kemasan berhasil diamankan jajaran […]

  • Pengurus Pusat GMKI Minta Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Penikaman Aktivis GMKI Palopo

    Pengurus Pusat GMKI Minta Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Penikaman Aktivis GMKI Palopo

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta Polda Sulsel dan Polresta Palopo mengusut tuntas kasus penikaman mantan Ketua GMKI Palopo, Awal Bangai, yang terjadi pada Kamis, 6 Maret 2023 di Jalan Diponegoro, Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Akibat penikaman tersebut, aktivias GMKI kelahiran Seko, Luwu Utara itu, meninggal dunia dengan […]

  • Jelang Hari Bhayangkara ke 75, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Sosial Donor Darah

    Jelang Hari Bhayangkara ke 75, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Sosial Donor Darah

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepolisian Resor Toraja Utara menggelar bakti sosial donor darah di halaman Mapolres, Jalan Ratulangi Rantepao, Rabu, 16 Juni 2021. Bakti sosial donor darah merupakan salah kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75, 1 Juli 2021 mendatang. Bakti sosial donor darah ini diikuti oleh personil Polri, TNI, Bhayangkari, dan masyarakat umum dari berbagai […]

  • Pemuda 24 Tahun Ini Ditangkap karena Diduga Curi Motor di Sopai, Toraja Utara

    Pemuda 24 Tahun Ini Ditangkap karena Diduga Curi Motor di Sopai, Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — Seorang pemuda berinisial NTT (24) ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Toraja Utara, Jumat, 26 April 2024 malam. NTT, pemuda yang tercatat sebagai warga Dusun Tambolang, Kelurahan Nonongan Utara, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara itu ditangkap polisi karena diduga kuat menjadi pelaku pencurian sebuah sepeda motor milik seorang bernama Max B., warga Sopai. […]

  • Covid-19 di Toraja Utara Kian Mengkhawatirkan, Total Sudah 111 Kasus, 7 Meninggal

    Covid-19 di Toraja Utara Kian Mengkhawatirkan, Total Sudah 111 Kasus, 7 Meninggal

    • calendar_month Jumat, 18 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Penyebaran virus Corona di Kabupaten Toraja Utara kian mengkhawatirkan. Terhadi ledakan kasus positif dalam dua pekan terakhir. Kini total kasus menjadi 111 kasus dengan tujuh orang diantaranya meninggal dunia. Pada Kamis, 17 Desember 2020 malam, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Toraja Utara kembali mengumumkan penambahan empat warga terkonfirmasi positif Covid-19 […]

  • Peringati HUT Ke-75 PGI dan Hari Reformasi Gereja, PGIW Sulselra Gelar Lomba Paduan Suara Antar Gereja

    Peringati HUT Ke-75 PGI dan Hari Reformasi Gereja, PGIW Sulselra Gelar Lomba Paduan Suara Antar Gereja

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Arsyad Parende/Rls
    • 0Komentar

    Lomba Paduan Suara PGIW Sulselra dalam rangka memperingati HUT Ke-75 PGI dan Hari Reformasi Gereja. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Dalam rangka memperingati HUT Ke-75 Persekutuan Gereja – Gereja di Indonesia (PGI) dan Hari Reformasi Gereja, PGIW Sulselra menggelar lomba paduan suara, Jum’at 24 Oktober 2025 di Gedung Manunggal Mini Makassar. Adapun peserta paduan […]

expand_less