Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » OPINI: Memerdekakan Manusia; Refleksi “Ajarlah” dalam Trilogi Pemikiran Yesus, Dewantara, dan Freire

OPINI: Memerdekakan Manusia; Refleksi “Ajarlah” dalam Trilogi Pemikiran Yesus, Dewantara, dan Freire

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • comment 0 komentar

Oleh: Pdt. Johana Ruadjanna Tangirerung*

Gereja Toraja tengah merayakan pertambahan usia dengan sebuah mandat singkat namun menggetarkan: “Ajarlah”. Di tengah hiruk-pikuk digitalisasi dan degradasi moral, kata ini menuntut kita menoleh kembali pada akar filosofis pendidikan yang membebaskan. Pendidikan bukan sekadar transfer informasi, melainkan upaya memanusiakan manusia secara utuh (humanisasi).

Simfoni Pembebasan: Tiga Maestro Pendidikan

Untuk memahami kedalaman tugas “Ajarlah”, kita perlu membedah pemikiran tiga tokoh besar yang, meski hidup di zaman berbeda, menyuarakan gema yang sama tentang pembebasan.

  1. Yesus Kristus: Pendidikan sebagai Metanoia Yesus adalah Sang Guru Agung. Filosofi pendidikan-Nya berpusat pada kasih yang membebaskan dari belenggu legalisme agama dan dosa. Ia tidak mengajar di ruang kelas yang steril, melainkan di realitas kehidupan. Pendidikan bagi Yesus adalah proses Metanoia (perubahan pikiran dan hati). Ia membebaskan perempuan yang berzinah dari penghakiman, dan memungut cukai dari isolasi sosial. Pendidikan Kristiani sejati harus membawa murid pada kemerdekaan batin untuk melayani sesama.
  2. Ki Hadjar Dewantara: Among dan Kemandirian Bapak Pendidikan kita menekankan sistem Among. Baginya, pendidikan adalah tuntunan bagi tumbuhnya kekuatan kodrat anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat. Filosofi Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani sejajar dengan teladan Kristus: berdiri di depan sebagai contoh, di tengah sebagai penyemangat, dan di belakang sebagai pendorong kemandirian.
  3. Paulo Freire: Konsientisasi dan Anti-Bank Freire mengkritik “Pendidikan Gaya Bank”, di mana murid dianggap wadah kosong yang hanya diisi oleh guru. Ia menawarkan Konsientisasi—proses penyadaran akan situasi penindasan. Bagi Freire, pendidikan adalah jalan menuju kebebasan melalui dialog. Murid diajak melihat dunia secara kritis agar mampu mengubahnya.

“Pendidikan tidak mengubah dunia. Pendidikan mengubah orang. Orang-orang inilah yang akan mengubah dunia.” — Paulo Freire

Pendidikan dan Pembangunan Manusia Seutuhnya, Imago Dei

Dalam konteks kekristenan, pendidikan adalah alat Tuhan untuk memulihkan Imago Dei (Gambar Allah) dalam diri manusia. Bagian dari Trilogi Misi Gereja: teaching, preaching, dan healing. Manusia seutuhnya berarti keseimbangan antara intelektualitas yang tajam, spiritualitas yang dalam, dan kepedulian sosial yang nyata. Kita tidak sedang mencetak “robot cerdas”, melainkan pribadi yang merdeka untuk mencintai Tuhan dan sesama.

*Johana R. Tangirerung: Pendeta Gereja Toraja, Dosen Tetap dan Peneliti pada Universitas Kristen Indonesia Toraja.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 33 Titik Longsor, Jalan Poros Simbuang-Mappak Tertutup Total

    33 Titik Longsor, Jalan Poros Simbuang-Mappak Tertutup Total

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SIMBUANG — Akses jalan poros dari dan menuju Kecamatan Simbuang dan Mappak tertutup total akibat tanah longsor, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Camat Mappak, Herman Palullungan menyebut ada 33 titik longsor sepanjang jalur jalan poros Simbuang-Mappak. Dari 33 titik tersebut, ada 5 titik longsor skala besar yang sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan, […]

  • Sekda Toraja Utara, Rede Roni Bare, Tutup Usia

    Sekda Toraja Utara, Rede Roni Bare, Tutup Usia

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sekretaris Daerah (Sekda) Toraja Utara, Drs. Rede Roni Bare, M.Pd, dikabarkan meninggal dunia mendadak sekitar pukul 23.50 Wita, Jumat, 14 Januari 2022. Rede Roni meninggal dunia di RS Santa Teresa Marampa Rantepao, yang letaknya tidak jauh dari kediamannya. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Toraja Utara, Anugerah Yaya Rundupadang, Sabtu, […]

  • Sholat Idul Adha Berjamaah Ditiadakan, Polisi Antar Daging Kurban ke Rumah

    Sholat Idul Adha Berjamaah Ditiadakan, Polisi Antar Daging Kurban ke Rumah

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah, Polres, Kodim, dan tokoh-tokoh Islam di Toraja Utara menyepakati pelaksanaan sholat Idul Adha 1442 H, Selasa, 20 Juli 2021 dilaksanakan di rumah masing-masing. Sholat berjamaah ditiadakan. Kesepakatan itu diambil dalam rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Toraja Utara bersama perwakilan tokoh agama Islam yang berlangsung di ruang rapat Satgas Covid-19, Senin, 19 Juli […]

  • Polres Toraja Utara Hentikan Rambu Solo’ di Nanggala dan Pernikahan di Rantepao

    Polres Toraja Utara Hentikan Rambu Solo’ di Nanggala dan Pernikahan di Rantepao

    • calendar_month Sab, 26 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepolisian Resor Toraja Utara mulai menindak tegas segala bentuk kegiatan sosial yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan virus Corona di wilayah Kabupaten Toraja Utara. Melaksanakan Maklumat Kapolri, Sabtu, 26 Desember 2020, personil Polres Toraja Utara, Polsek Tondon Nanggala, dan Polsek Rantepao, menghentikan dua kegiatan sosial masyarakat, yakni Rambu Solo’ dan Rambu Tuka. […]

  • UKI Toraja Teken Kerja Sama dengan Perusahan Kopi PT Sulotco Jaya Abadi

    UKI Toraja Teken Kerja Sama dengan Perusahan Kopi PT Sulotco Jaya Abadi

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan perusahaan perkebunan Kopi Arabika, PT Sulotco Jaya Abadi yang beralamat di Kecamatan Bittuang. Penandatangan naskah kerja sama kedua pihak masing-masing diwakili oleh Rektor UKI Toraja, Dr. Oktovianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak., CA dan Pimpinan PT Sulotco Jaya Abadi, […]

  • Terkait Penembakan 2 Guru Asal Toraja di Papua, PMTI Datangi Istana Presiden

    Terkait Penembakan 2 Guru Asal Toraja di Papua, PMTI Datangi Istana Presiden

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Merespon peristiwa penembangan dua orang guru asal Toraja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, 8 dan 9 April 2021 yang lalu, Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) mendatangi Gedung Binagraha di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021. Pengurus Pusat PMTI yang berkunjung ke Istana […]

expand_less