Polemik Geotermal Bittuang; Pemkab dan DPRD Tana Toraja Dinilai Tidak Pro Rakyat
- account_circle Arsyad/Monic
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Aksi unjuk rasa masyarakat menolak eksplorasi panas bumi (geotermal) di Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Sayangnya, aksi penolakan ini tak didukung oleh pemerintah dan DPRD setempat. (AP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Tidak bersedianya Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq dan Pimpinan DPRD Tana Toraja menandatangani penolakan eksplorasi panas bumi (geothermal) di Bittuang, seperti tuntutan masyarakat, mengundang kerpihatinan dari sejumlah pihak.
Diketahui, dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat dan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal di Gedung DPRD Tana Toraja, Kamis, 20 Februari 2026, salah satu tuntutannya adalah meminta Pemkab dan DPRD menolak rencana pemerintah pusat melakukan eksplorasi terhadap potensi panas bumi di Lembang Bala, Kecamatan Bittuang.
Namun penolakan masyarakat itu tidak didukung oleh pemerintah Kabupaten dan DPRD Tana Toraja. Kedua institusi itu tidak mau menandatangani pernyataan penolakan eksplorasi maupun eksploitasi panas bumi di Bittuang.
Bupati dan Pimpinan DPRD Tana Toraja hanya berjanji akan memfasilitasi Kementerian ESDM untuk datang ke Toraja berdialog langsung dengan masyarakat.
Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT Makassar) merupakan salah satu elemen yang menyayangkan sikap Bupati dan Pimpinan DPRD Tana Toraja tersebut.
FORMAT menyatakan, sikap Bupati dan pimpinan DPRD yang tidak bersedia menandatangani surat penolakan bersama dipandang sebagai bentuk ketidakberpihakan pemerintah daerah terhadap warganya.
FORMAT menilai sikap Pemda dan DPRD mencerminkan absennya komitmen politik untuk melindungi kepentingan masyarakat.
FORMAT juga menilai Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Pimpinan DPRD lebih menunjukkan keberpihakan pada kepentingan investasi proyek geothermal daripada keberlanjutan adat, budaya, serta perlindungan ruang hidup dan keselamatan masyarakat Bittuang. (*)
- Penulis: Arsyad/Monic
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar