Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Frederik (Dedy)-Andrew di Toraja Utara
- account_circle Desianti/Art
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dan Andrew Branch Silambi. (Foto: dok. Diskomnifo Toraja Utara/Ist).
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Jumat, 20 Februari 2026, genap satu tahun Frederik Victor Palimbong dan Andrew Branch Silambi (Dedy-Andrew) memimpin Kabupaten Toraja Utara. Mereka mengawali pemerintahan dengan sejumlah program prioritas, yang kini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinan, Frederik Victor Palimbong menegaskan bahwa kerja-kerja pemerintah berjalan sesuai arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD lima tahunan dan diturunkan dalam RKPD setiap tahun anggaran.
Meski begitu, Dedy, begitu Bupati Toraja Utara ini disapa, dengan rendah hati mengatakan bahwa masih banyak harapan masyarakat yang belum terpenuhi. Itu sebabnya, masukan, kritik, dan saran, akan selalu diterima demi kebaikan bersama.
“Kami sudah bekerja. Banyak yang sudah kita lakukan dan capaian itu bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Namun, tentu saja masih ada juga yang kurang. Kami akan terus bekerja keras untuk masyarakat,” ujarnya.
Penanganan Banjir dan Pembenahan Drainase
Salah satu persoalan mendasar yang menjadi perhatian di awal masa jabatan Dedy-Andrew adalah banjir musiman di sejumlah titik, terutama di kawasan perkotaan.
Pemerintah melakukan normalisasi dan perbaikan sistem drainase, termasuk pembenahan saluran air yang selama ini tersumbat atau tidak berfungsi optimal.
Hasilnya, beberapa wilayah yang sebelumnya kerap tergenang saat hujan deras kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi genangan, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan dan aktivitas ekonomi warga.
“Kita akan pantau terus ke depan. Masih ada beberapa titik yang perlu perbaikan lagi, seperti di sekitar Kantor Kacabjari di Bolu. Kemudian masih ada juga sejumlah titik lain di dalam Kota Rantepao,” kata Dedy.
Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Kawasan Strategis
Di sektor infrastruktur, Pemkab Toraja Utara melakukan banyak efisiensi dan mengalokasikan hasil efisiensi APBD itu untuk peningkatan dan perbaikan jalan di sejumlah wilayah strategis, antara lain Kota Rantepao, Pasar Bolu, Denpina, Sopai, Awan Rantekarua, Rindingallo, Baruppu, hingga Balusu.
Perbaikan ini difokuskan pada peningkatan kualitas badan jalan, pengaspalan, serta penataan akses menuju pusat ekonomi dan permukiman warga.
Pemerintah juga memanfaatkan Program Inpres Jalan Daerah untuk dua ruas prioritas, guna mempercepat konektivitas antarwilayah.
Selain itu, dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut memperkuat pembangunan jalan di Kecamatan Kapala Pitu, Rinding Allo, dan Peranggian. Sinergi lintas pemerintahan ini dinilai penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
Pemerintah juga membangun dan menata 7 lapangan olah raga yang tersebar di berbagai kecamatan dengan anggaran sebesar Rp 9 miliar. “Sekarang sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan lapangan-lapangan itu,” ungkap Dedy.
Penguatan Layanan Kesehatan dan Pemanfaatan RSUD Pongtiku Marante
Di bidang kesehatan, pembangunan RSUD Pongtiku di Marante menjadi salah satu capaian fisik paling menonjol dalam setahun terakhir.
Gedung rumah sakit yang baru telah rampung dibangun dan saat ini memasuki tahap persiapan operasional.
Pemerintah daerah tengah melakukan proses pemindahan layanan secara bertahap dari fasilitas lama, dengan memastikan seluruh sarana, prasarana, serta tenaga kesehatan siap sebelum operasional penuh diberlakukan.
“Kami pastikan pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu. Proses pemindahan dilakukan hati-hati dan bertahap. Setelah semuanya siap dan berjalan baik, barulah RSUD lama kita tutup,” tegas Frederik.
Rencananya, bangunan RSUD Pongtiku lama akan dialihfungsikan menjadi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kita juga terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menangani masalah stunting, juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” jelas Dedy.
Transportasi, Kemacetan, Penerangan
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga terus melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah kemacetan serta kesemrawutan lalu lintas, terutama di dalam Kota Rantepao dan Kawasan Pasar Bolu, Tallunglipu.
Bupati telah mengeluarkan edaran untuk pengaturan operasional bus AKDP dan AKAP. Juga untuk truk ekspedisi serta moda taksi motor (sitor).
“Mobil-mobil milik warga yang rusak, yang tidak bisa digunakan lagi, yang selama ini terparkir di pinggir jalan, juga sudah kita tertibkan. Ke depan ini, kita akan mengatur secara ketat soal perparkiran,” urai Dedy.
Penerangan jalan dalam kota dan sejumlah objek wisata serta tempat strategis lainnya juga menjadi perhatian serius Dedy-Andrew. Sepanjang jalan protokol atau jalur dua dalam Kota Rantepao saat ini sudah terang. Juga di pusat kota, sekitar Monumen Kandean Dulang.
“Masih ada bantuan lagi yang akan kita dapat untuk penerangan jalan. Kita akan maksimalkan itu untuk sejumlah titik yang butuh penerangan jalan,” katanya.
Fondasi Menuju Tahun Kedua
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menilai tahun pertama ini sebagai fase peletakan fondasi. Fokus diarahkan pada penyelesaian infrastruktur dasar, penguatan layanan publik, serta penataan program prioritas agar lebih terukur dan berkelanjutan.
Dengan sejumlah capaian tersebut, pemerintahan Frederik-Andrew menyatakan komitmennya untuk mempercepat realisasi program strategis di tahun kedua, dengan orientasi pada dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*)
- Penulis: Desianti/Art
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar