Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Tana Toraja » Hanya Terima Laporan Lewat Telepon, Dinas Pendidikan Hentikan Tunjangan Terpencil 3 Guru di Mappak

Hanya Terima Laporan Lewat Telepon, Dinas Pendidikan Hentikan Tunjangan Terpencil 3 Guru di Mappak

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
  • comment 0 komentar

Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja Andarias Lebang bersama operator saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi 1  DPRD Tana Toraja. (Foto: Arsyad-Karebatoraja)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Carut marut tata kelola pelayanan pada Kantor Dinas Pendidikan Tana Toraja menjadi salah satu penyebab 3 Guru yang mengabdi di SDN 3 Mappak tidak menerima tunjangan khusus (terpencil) selama 6 bulan (Juli – Desember 2024) yang nilainya mencapai 19 juta rupiah bagi setiap guru.

Hal ini terungkap saat Komisi 1 DPRD Tana Toraja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa 16 September 2025 di Ruang Rapat Komisi 1 Kantor DPRD Tana Toraja, Makale.

RDP tersebut digelar untuk menindaklanjuti aspirasi Koalisi Aksi Mahasiswa Toraja yang mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan saat menggelar aksi beberapa waktu lalu.

Dalam RDP tersebut terungkap fakta bahwa 3 guru SDN 3 Mappak yang tidak menerima tunjangan terpencil karena Dinas Pendidikan tak mengajukan pencairan tunjangan tersebut ke Pusat.

Dalam rapat RDP, Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja Andarias Lebang mengklaim bahwa tunjangan terpencil 3 guru tidak diajukan ke Pusat untuk dicairkan berdasarkan surat laporan dari Kepala SDN 3 Mappak namun ternyata Kepala SDN 3 Mappak tidak pernah bersurat secara resmi melainkan hanya melapor via telepon.

Dalam Rapat RDP, Kepala SDN 3 Mappak Suleman Tangipayung mengatakan laporan ke Dinas Pendidikan bertujuan agar Dinas Pendidikan memberikan pembinaan dikarenakan ketiga guru tersebut kurang aktif.

Suleman Tangipayung mengakui tidak pernah membuat surat secara resmi namun hanya disampaikan via telepon ke operator Pengelola Tunjangan Terpencil dan Sertifikasi pada Kantor Dinas Pendidikan Tana Toraja kemudian operator tersebut meneruskan laporan ke Kepala Dinas Pendidikan Andrias Lebang untuk mendapatkan persetujuan.

Juga saat diminta bukti administrasi berupa surat teguran dan absensi oleh Ketua Komisi 1 DPRD Tana Toraja, Suleman Tangipayung tak dapat menunjukkan bukti apapun bahwa ketiga guru tersebut kurang aktif melaksanakan tugasnya.

Sementara itu, salah satu guru yakni Lusiana Lembang yang hadir dalam RDP membantah tuduhan Kepala sekolah dan memberikan kesaksian jika selama ini dirinya menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai guru dengan rajin.

Pengakuan Lusiana Lembang tersebut turut dibenarkan oleh tukang ojek yang setiap saat mengantar Lusiana ke sekolah serta seorang guru lainnya yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Perwakilan Koalisi Aksi Mahasiswa Toraja yang hadir dalam RDP menyesalkan sikap Dinas Pendidikan Tana Toraja yang dinilai lalai melaksanakan tugasnya.

Mahasiswa menyesalkan perihal Laporan Kepala SDN 3 Mappak yang meminta untuk dilakukan pembinaan namun Dinas Pendidikan justru menghentikan pengajuan tunjangan terpencil bagi ketiga guru tersebut.

“Ini menjadi bukti tata kelola pelayanan di Kantor Dinas Pendidikan tidak berjalan dengan baik dan sarat permainan” ujar Mahasiswa. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Pilkada Berkualitas Melalui Pengawasan Partisifatif Berbasis Kearifan Lokal

    OPINI: Pilkada Berkualitas Melalui Pengawasan Partisifatif Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Oleh: Yan Malino* Pemilu dan Pilkada di Indonesia selalu mengusung jargon Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan Jurdil (Jujur dan Adil) untuk mewujudkan pesta demokrasi berkualitas. Namun menurut Priyono, Indonesia masih defisit demokrasi substansial karena konsolidasi demokrasi oligarki sangat kuat. Demokrasi Indonesia tetap dimonopoli kepentingan elite oligarki dan dominan sebatas demokrasi prosedural pelegitimasi kekuasaan. Rakyat […]

  • Bittuang Diplot Jadi Kawasan Pertambangan dan Energi, Ranperda RTRW Tana Toraja Tuai Sorotan dan Ditolak

    Bittuang Diplot Jadi Kawasan Pertambangan dan Energi, Ranperda RTRW Tana Toraja Tuai Sorotan dan Ditolak

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Cr1/Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Memiliki banyak potensi wisata dan hutan lindung yang luas yang jadi penyangga dan pelindung bagi daerah tetangga. Kawasan ini juga terdapat masyarakat adat yang mengelola adat, budaya, tanah, dan hutan lestari. Namun, pemerintah dan DPRD Kabupaten Tana Toraja memasukkannya sebagai kawasan pertambangan dan energi dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang […]

  • IPSIM Desak Pemda Tana Toraja dan Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Longsor di Simbuang

    IPSIM Desak Pemda Tana Toraja dan Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Longsor di Simbuang

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Badan Pengurus Ikatan Pemudah Mahasiswa Simbuang Mappak (IPSIM) mendesak Pemda Tana Toraja dan Pemprov Sulsel untuk percepat penganan akses jalan ke Simbuang dan Mappak pasca bencana tanah longsor, yang terjadi sejak sebulan yang lalu. Untuk diketahui, status jalan poros Simbuang-Mappak adalah jalan provinsi. Namun, masyarakat yang mendiami kedua kecamatan tersebut merupakan pendudukan […]

  • Kebakaran di Rantepao, 2 Rumah Ludes, 1 Rusak, 9 Penghuni Kost Kehilangan Harta Benda

    Kebakaran di Rantepao, 2 Rumah Ludes, 1 Rusak, 9 Penghuni Kost Kehilangan Harta Benda

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Gajah, Kelurahan Pasele, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Kamis, 8 April 2021. Kebakaran hebat tersebat terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Dua rumah warga ludes dilalap si jago merah. Sedangkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, satu kepala keluarga serta delapan penghuni kontrakan di […]

  • 14 Kadis di Toraja Utara Dilantik Hari Ini, Berikut Daftarnya

    14 Kadis di Toraja Utara Dilantik Hari Ini, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Kam, 2 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang melantik 14 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Pelantikan 14 Pejabat Tinggi Pratama hasil seleksi terbuka (lelang jabatan) tahun 2022 ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Kamis, 2 Juni 2022. Selain Pejabat Eselon II, dilantik pula sejumlah pejabat eselon III dan Pejabat Fungsional. […]

  • Libatkan 5 Komponen Pentahelix, Itu Cara Dedy-Andrew Tingkatkan Pariwisata Toraja Utara

    Libatkan 5 Komponen Pentahelix, Itu Cara Dedy-Andrew Tingkatkan Pariwisata Toraja Utara

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO —Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara nomor urut 2, Frederik Victor Palimbong dan Andrew Silambi (Dedy-Andrew) akan melibatkan 5 komponen Pentahelix untuk meningkatkan industri pariwisata di Toraja Utara. Bagi pasangan Dedy-Andrew pariwisata adalah andalan di Toraja Utara, tapi ironisnya saat ini pendapatan dari pariwisata hanya seperempat dari retribusi rumah potong hewan. […]

expand_less