Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Warga Patekke Kecewa dengan Hasil Investigasi Ahli Geoteknik dan Geofisika Unhas Terkait Getaran dan Dentuman di Sekitar PLTA Malea

Warga Patekke Kecewa dengan Hasil Investigasi Ahli Geoteknik dan Geofisika Unhas Terkait Getaran dan Dentuman di Sekitar PLTA Malea

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE SELATAN — Sejumlah warga yang hadir dalam pemaparan hasil investasi penyebab getaran dan dentuman di sekitar PLTA Malea, mengaku kecewa atas pemaparan ahli Geoteknik dan Geofisika dari Universitas Hasanuddin.

Hasil investigasi dari kedua ahli tersebut dipaparkan di depan warga, pemerintah, DPRD, dan pihak PLTA Malea di SDN 112 Lembang Patekke, Rabu, 30 Juni 2021.

“Bapak ahli tolong jaga perasaan kami. Terlalu enteng bapak mengatakan jika getaran dan dentuman aman dan tidak berbahaya,” ucap Boron, salah satu warga Lembang Patekke, yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Pernyataan ini menanggapi hasil investigasi kedua ahli yang menyebut bahwa getaran dan dentuman yang irasakan warga selama satu bulan terakhir itu terjadi secara alami dan tidak memberikan dampak yang signifikan.

Boron menyebut para ahli tidak merasakan langsung dan tidak punya keluarga, anak dan istri di Lembang Patekke sehingga terlalu enteng menyebut itu kejadian itu aman saja.

Boron menyebut, pendapat dan kritikan yang disampaikan warga atas apa yang terjadi Lembang Patekke bukan untuk mencari kesalahan PLTA Malea tapi demi mencari solusi, karena terlalu sulit bagi warga untuk mau mengatakan bahwa penyebab getaran adalah berasal dari terowongan PLTA Malea.

“Itupun kalau memang penyebab getaran adalah PLTA Malea, masyarakat juga tidak menuntut agar terowongan ditutup, tujuan kami hanya mencari solusi atas apa yang kami rasakan,” ucap Boron dengan nada sedih.

Boron lanjut mengurai bahwa getaran mulai terasa sejak uji coba terowongan,. Jauh sebelumnya tidak ada getaran, bahkan saat pembangunan terowongan dengan metode blasting (peledakan), warga tidak merasakan getaran. “Sehingga yang kami butuhkan sekarang adalah solusi,” tegas Boron.

Protes yang sama terhadap pendapat ahli juga disampaikan oleh warga lainnya yang hadir dalam pertemuan tersebut. Warga bahkan menantang pihak Malea dan ahli untuk menutup terowongan sementara waktu untuk membandingkan; apakah benar getaran dan dentuman tidak ada hubungannya dengan terowongan.

Sebelumnya, dua ahli dari Universitas Hasanuddin, Dr. Eng. Ardy Arsyad, ST, M.Eng.Sc (Ahli Geoteknik Sekaligus Dosen Teknik Sipil Unhas) dan Dr. Muhammad rusli (Ahli Geofisika Unhas) melaporkan hasil investigasi seismik dan geoteknik terhadap kejadian getaran dan dentuman di Lembang Patekke, Kecamatan Makale Selatan Tana Toraja.

Kedua ahli dari Pusat Unggulan teknologi Universitas Hasanuddin ini melakukan investasi sejak tanggal 19 – 20 Juni 2021 melalui metode pengukuran dengan memasang 13 sensor getaran dengan menggunakan alat dari United States Geological Survey (Usgs) Amerika Serikat di sekitar lokasi Lembang Patekke.

Hasil investigasi dari kedua ahli tersebut dipaparkan di depan warga, pemerintah dan pihak PLTA Malea di SDN 112 Lembang Patekke, Rabu, 30 Juni 2021.

Dalam pemaparannya, kedua ahli ini menjelaskan bahwa di bawah tanah Lembang Patekke terdapat terowongan sepanjang 8,4 km dengan konstruksi baja dan beton dengan luas terowongan rata-rata 40 meter persegi. Terowongan ini dibangun pada batuan yang dibor. Pengisian air ke terowongan ini dimulai tanggal 26 Mei 2021, dengan debit air 1,25 meterkubik per detik.

Kedua ahli ini menyebutkan, semua data, baik dentuman, getaran, dan retakan, baik pengaduan dari masyarakat maupun pihak PLTA Malea dikumpulkan sebagai bahan rujukan dalam investigasi. Dari hasil investasi, ahli menyebut jika lokasi sekitar Lembang Patekke secara geologi memiliki banyak patahan dan dari dulu sudah sering terjadi gempa. Berdasarkan data dari USGS Amerika (data gempa seluruh dunia) mencatat terjadinya gempa dengan magnitudo 4,5 tanggal 3 Maret 2008. Tanggal 12 November 2018 pernah terjadi gempa dengan magnitudo 4 serta efek gempa akibat Gempa Palu 2018 yang terasa hingga di Lembang Patekke. Dan terakhir terjadi gempa dekat kota Makale tanggal 26 Juni 2021 dengan magnitudo 3.1. Sehingga data ini menjelaskan bahwa secara alami Lembang Patekke sudah terjadi gempa sejak dulu.

Setelah melakukan investigasi langsung di lapangan, ahli membenarkan telah terjadi getaran dan dentuman karena itu terekam oleh alat. Longsor yang terjadi di Lembang Patekke juga dibenarkan sebagai akibat dari getaran.

Metode pengukuran dilakukan dua hari dengan perbandingan aktivitas pengkondisian di PLTA Malea dengan mengisi air dan menghidupkan turbin dan melakukan pengukuran dan didapatkan data tidak ada perbedaan signifikan antara adanya aktivitas di PLTA Malea dengan jika tidak ada aktivitas di sana.

Dari hasil ini, ahli menyebut jika getaran ini adalah getaran alami yang bukan bersumber dari terowongan tapi dari kedalaman 10 Km sementara terowongan berada di kedalaman 50 – 200 meter.

Meski getaran ini sifatnya getaran alami dari dalam tanah, ahli menyebut jika ditanya adanya hubungan getaran dengan pembangunan kanal atau terowongan, jawabannya ya karena getaran itu beresonansi atau merambat meskipun itu kecil.

Ahli menyebut data ini hanya sifatnya data sementara dari hasil investasi selama dua hari sehingga untuk mamastikan data yang rel hubungan pembangunan terowongan dangan getaran harus dilakukan penelitian jangka panjang. Oleh sebab itu, ahli Unhas ini meminta agar pihak PLTA Malea harus melakukan penelitian jangka panjang dan monitoring dengan memasang alat di lokasi-lokasi yang terasa getaran. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Unit Rumah Terbakar di Awan Rantekarua, Warga Gotong-royong Padamkan Api

    Satu Unit Rumah Terbakar di Awan Rantekarua, Warga Gotong-royong Padamkan Api

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, AWAN RANTEKARUA — Satu unit rumah panggung milik Tadius Tari atau Papa Erry, di Dusun Malombu, Lembang Awan, Kecamatan Awan Rantekarua, Toraja Utara, terbakar, pada Minggu, 12 April 2026 petang. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita tersebut menghanguskan bangunan dan isi rumah. Hanya sedikit saja barang-barang yang bisa diselamatkan. Camat Awan Rantekarua, Oktovianus […]

  • Pemkab Toraja Utara Bakal Kolaborasikan Desa Wisata dengan Lembang Adat

    Pemkab Toraja Utara Bakal Kolaborasikan Desa Wisata dengan Lembang Adat

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Desa Wisata Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, meraih juara 3 Kategori Konten Kreatif pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) “Indonesia Bangkit” 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Desember 2021 malam. Sebelumnya, Lembang Nonongan bersama Lembang Kole Sawangan di Tana Toraja […]

  • Mutasi Polri: Kapolres Tana Toraja dan Kapolres Toraja Utara Berganti

    Mutasi Polri: Kapolres Tana Toraja dan Kapolres Toraja Utara Berganti

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    AKBP Malpa Malacoppo (kiri) sebagai Kapolres Tana Toraja sebelum dimutasi dan AKBP Zulanda (kanan) sebagai Kapolres Toraja Utara sebelum dimutasi. (foto: dok. istimewa). KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —  Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi besar-besaran (Mutasi) terhadap sejumlah perwira tinggi dan menengah di tubuh Polri. Berdasarkan Surat Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/491/III/2025 […]

  • Keluarga Balita Korban Kebakaran di Rindingallo dapat Bantuan dari Anggota DPR RI

    Keluarga Balita Korban Kebakaran di Rindingallo dapat Bantuan dari Anggota DPR RI

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, PANGALA’ — Keluarga Lista, balita berusia 4 tahun yang menjadi korban kebakaran rumah milik Simon Koni di di Dusun Balasepang, Lembang Rindingallo, Kecamatan Rindingallo, Sabtu, 18 September 2021 lalu, mendapatkan empati dan bantuan dari anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba. Bentuk empati dan perhatian atas musibah ini diberikan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, […]

  • Kapolda Sulsel Bantu Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    Kapolda Sulsel Bantu Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda0 Sulsel, Irjen Pol. Andi Rian dan Bhayangkari Polda Sulsel menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam longsor Tana Toraja. Bantuan yang diserahkan oleh Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo, mewakili Kapolda ini dilaksanakan di Posko Penanganan Bencana Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Kamis, 18 April 2024. Selain […]

  • Nenek Sebatang Kara yang Tinggal pada Gubuk Sederhana di Pasar Rantetayo Meninggal Dunia

    Nenek Sebatang Kara yang Tinggal pada Gubuk Sederhana di Pasar Rantetayo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Maria, seorang nenek yang hidup sebatang kara pada gubuk sederhana di Pasar Rantetayo, Kecamatan Rantetayo, meninggal dunia, Minggu, 1 Agustus 2021. Nenek tersebut ditemukan warga di gubuk sederhananya dalam kondisi lemah tak berdaya. Warga sempat membawa nenek tersebut ke rumah sakit namun meninggal dunia dalam perjalanan. Warga Rantetayo memanggilnya Maria, meski itu […]

expand_less