Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Total Korban Meninggal Tertimbun Longsor Pada 2 Lokasi di Tana Toraja 20 Orang

Total Korban Meninggal Tertimbun Longsor Pada 2 Lokasi di Tana Toraja 20 Orang

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Proses pencarian terhadap korban bencana alam tanah longsor di Palangka, Kecamatan Makale dan Pangra’ta, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, dihentikan, Selasa, 16 April 2024.

Pencarian dihentikan karena semua korban, yang sebelumnya diinformasikan oleh keluarga tertimbun material longsor, sudah ditemukan. Terakhir, satu bagian tubuh korban (kepala) ditemukan pada Selasa, 16 April 2024 pagi.

Kepala Pos Basarnas Toraja, Mikael, Versi Polres Tana Toraja, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan di dua lokasi longsor, yakni Palangka, Makale dan Pangra’ta, Makale Selatan sebanyak 20 orang. Rinciannya, 16 orang di Palangka dan 4 orang di Pangra’ta. Kemudian ada 4 orang yang selamat dari musibah itu. 2 orang di Palangka dan 2 orang di Pangra’ta.

Berikut, nama-nama korban meninggal dunia yang sudah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan:

Lokasi Pangra’ta:

  1. Indo’ Luka
  2. Ambe’ Dian
  3. Karopa
  4. Luaran

Lokasi Palangka:

  1. Dala (40 tahun)
  2. Marta Bine’ (33 tahun)
  3. Putri (5 tahun)
  4. Reno (2 tahun)
  5. Wiris/Dado’ (12 tahun)
  6. Marsel Oda (16 tahun)
  7. Agustinus Bongga (20 tahun)
  8. Mala’ (60 tahun)
  9. Baru (40 tahun)
  10. Edi’ (15 tahun)
  11. Martinus Kottong (35 tahun)
  12. Aco’ (37 tahun)
  13. Mase’ (38 tahun)
  14. Jimmy (27 tahun)
  15. Sopia (23 tahun)
  16. Gea (3 tahun)

Bencana alam tanah longsor yang hampir bersamaan pada dua lokasi di Pangra’ta (Makale Selatan) dan Palangka (Makale) itu terjadi pada Sabtu, 13 April 2024 sekitar pukul 22.30 Wita.

Di Palangka, sebanyak 18 orang warga, terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa berkumpul di rumah seorang warga bernama Rappe’, yang salah satu anaknya hendak berangkat merantau. Ada acara sykuran kecil-kecilan di rumah itu. Tak disangka, bencana datang. 16 orang dari keluarga itu tertimbun longsor.

Sedangkan di Pangra’ta, warga yang jadi korban juga berkumpul di satu rumah. Bencana datang, 4 orang dari mereka tertimbun material tanah longsor. 2 orang berhasil selamat.

Selain korban jiwa, bencana alam tanah longsor juga menimbun dan memporak-porandakan 8 rumah milik warga. Juga berdampak pada sekitar 77 orang warga yang harus mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja sudah menetapkan status darurat bencana tanah longsor di daerahnya. Karena selain di dua lokasi yang menelan korban jiwa tersebut, ada puluhan titik longsor yang terjadi di Tana Toraja dalam dua pekan terakhir.

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyebut, peristiwa di Palangka dan Pangra’ta merupakan bencana alam terburuk di Tana Toraja selama kurun waktu 40 tahun terakhir. Juga bencana alam yang paling banyak menelan korban jiwa. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ruang Kelas Sekolah Dasar di Belanda, Dosen UKI Toraja Perkenalkan Negeri Diatas Awan dan Deppa Tori’

    Dari Ruang Kelas Sekolah Dasar di Belanda, Dosen UKI Toraja Perkenalkan Negeri Diatas Awan dan Deppa Tori’

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Dosen UKI Toraja Judith Ratu Tandi Arrang saat mengajar di Basisschool de Dúnwizer Belanda. (Foto: Dokumen Pribadi)   KAREBA-TORAJA.COM, BELANDA — Dari ruang kuliah di Kampus UKI Toraja ke ruang kelas Sekolah Dasar di Belanda, cerita Judith Ratu Tandi Arrang, S.Pd., M.Pd., memperkenalkan budaya Toraja dan Indonesia. Judith Ratu Tandi Arrang adalah Dosen Pendidikan Bahasa […]

  • OmBas: Kontraktor Harus Punya Perusahaan Sendiri, Tidak Boleh Pinjam!

    OmBas: Kontraktor Harus Punya Perusahaan Sendiri, Tidak Boleh Pinjam!

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang mengingatkan kepada para kontraktor agar ke depan mereka bisa mandiri dengan mendirikan perusahaan sendiri, tidak meminjam perusahaan orang lain untuk mengerjakan proyek. Karena, dalam waktu dekat ini, Bupati yang akrab disapa OmBas ini akan membuat aturan tersendiri, khusus untuk usaha jasa konstruksi (kontraktor), yang salah satu poinnya […]

  • IKAT Jabodetabek Programkan Bantuan Hukum untuk Warga Toraja

    IKAT Jabodetabek Programkan Bantuan Hukum untuk Warga Toraja

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BOGOR —- Salah satu program yang dicanangkan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek adalah pemberian bantuan hukum bagi warga Toraja yang mengalami permasalahan hukum. Bantuan hukum merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Kerja I IKAT Jabodetabek yang berlangsung di Green Forest Resort Hotel & Convention Hall, Bogor, Jawa Barat, 3-4 September 2022. Pemberian bantuan […]

  • Diknas Toraja Utara Gencarkan Gerakan Kembali Bersekolah Bagi Siswa Putus Sekolah

    Diknas Toraja Utara Gencarkan Gerakan Kembali Bersekolah Bagi Siswa Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja menggencarkan “Gerakan Kembali Bersekolah” bagi siswa putus sekolah, mulai jenjang SD hingga SMA/SMK. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun. Program Wajib Belajar 12 Tahun di Indonesia adalah kebijakan pendidikan yang mengharuskan setiap warga negara untuk menyelesaikan pendidikan formal hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau […]

  • FOTO: Mari, Lihat Kondisi Bangunan Ini, Layakkah Disebut Puskesmas Pembantu?

    FOTO: Mari, Lihat Kondisi Bangunan Ini, Layakkah Disebut Puskesmas Pembantu?

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SIMBUANG — Tahapan Pilkada 2024 untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati sudah jadi pembahasan hangat di daerah, baik Kabupaten, Kota, maupun lingkup Provinsi. Kabupaten Tana Toraja sala satunya Kabupaten yang akan menggelar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2024. Ditengah situasi hingar-bingar pembahasan calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja untuk Pilkada 2024 […]

  • Pohon Natal Model Tongkonan; Simbol dari Tata Kehidupan

    Pohon Natal Model Tongkonan; Simbol dari Tata Kehidupan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Beberapa bulan terakhir ini masyarakat Toraja dihebohkan dengan robohnya beberapa Tongkonan akibat dieksekusi menggunakan alat berat excavator. Sebelumnya, cara seperti ini tidak pernah ada, bahkan dianggap tabu. Namun faktanya, beberapa Tongkonan harus tumbang dengan alat berat akibat perselisihan para pihak di pengadilan. Padahal, menurut Ketua KSP Balo’ta, Dedi Bongga, Tongkonan yang merupakan […]

expand_less