Selisih Paham Saat Perbaiki Pipa Air, Adik T*kam Kakak Kandung Hingga T*was
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi mengevakuasi mayat korban penikaman di To'yasa Riu, Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara. (MRA/Kareba Toraja)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi: Pelaku Memiliki Riwayat Gangguan Kejiwaan
KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN SULOARA — Peristiwa tragis, yang mungkin tak disangka banyak orang, terjadi di Dusun To’yasa Riu, Lembang (Desa) Suloara, Kecamatan Sesean Suloara, Toraja Utara, Senin, 12 Oktober 2026 pagi. Dua saudara kandung terlibat perselisihan yang menyebabkan sang kakak meninggal dunia akibat tikaman senjata tajam jenis parang.
Data yang diperoleh Kareba-Toraja.com dari Polres Toraja Utara menyebutkan peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban, Aris Tangke (49) bersama pelaku TT (45) dan seorang warga lainnya, YLA (71) bekerja bersama menggali tanah di sisi persawahan untuk memperbaiki pipa air yang rusak. Tiba-tiba kedua bersaudara itu berkelahi dengan posisi saling merangkul. Saksi YLA yang berdiri agak jauh, kemudian berlari mendekat.
Sesampai di lokasi, pelaku TT (45) melepas dekapan dari korban dan langsung berlari meninggalkan lokasi. Saksi YLA kemudian melihat korban tergeletak tertelungkup di tanah dengan kondisi bagian pinggang belakang berlumuran darah. Saksi YLA pun langsung berlari meminta bantuan warga serta Kepala Dusun setempat.
Polisi dari Polres Toraja Utara yang tiba di lokasi beberapa saat setelah mendapat laporan, kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Lempo. Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Medis Puskesmas Lempo bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toraja Utara menunjukkan korban sudah dalam kondisi kaku. Petugas menemukan luka tusukan senjata tajam tepat di bagian tengah pinggang belakang korban dan dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, menyatakan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Selain itu, polisi juga langsung menangkap pelaku dan saat ini diamankan di Mapolres Toraja Utara.
Namun, menurut IPTU Ruxon, mengingat adanya dugaan gangguan kejiwaan pada diri pelaku, penyidik akan melakukan pemeriksaan medis dan psikologis mendalam guna menentukan proses hukum selanjutnya.
“Terduga pelaku ini ada riwayat kejiwaan. Jadi kami akan melakukan pemeriksaan medis maupun psikologi terhadap terduga pelaku,” terang IPTU Ruxon. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar