Polemik Tarakko: Mersiani Tak Berniat Berbohong Manfaakan Kesempatan, Istri Bupati Tegur Tak Bermaksud Mempermalukan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 48 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Istri Bupati Tana Toraja Erni Yetti Riman memeluk penjual jajanan Tarakko Mersiani dan saling minta maaf. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Polemik yang berkembang dalam dua hari terakhir yang melibatkan Istri Bupati Tana Toraja Erni Yetti Riman bersama warganya yang berprofesi sebagai penjual jajanan keripik “Tarakko” berakhir dengan kesejukan.
Dalam pertemuan antara Erni Yetti Riman dan Mersiani yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Rabu pagi 02 September 2026 keduanya saling memamafkan dan meminta polemik diakhiri.
Mersiani mengaku tidak bermaksud berbohong soal jumlah dan harga tarakko untuk mengambil keuntungan dalam kesempitan.
Mersiani hanya menyampaikan apa yang adanya terkait jumlah dan harga tarakko yang dijajakan.
Sementara itu, Istri Bupati Tana Toraja Erni Yetti Riman yang melihat dagangan tidak sesuai dengan angka yang disebutkan oleh Mersiani tidak bermaksud untuk mempermalukan Mersiani didepan banyak orang.
Tegurunnya meminta Mersiani agar tidak berkata bohong semata hanya untuk memberikan nasehat agar Mersiani senantiasa jujur dalam berusaha.
Erni Yetti mengatakan sebagai bagian dari Pemerintahan, sudah menjadi tugasnya untuk terus mendukung setiap usaha warga agar bisa berkembang dan lebih baik.
Setelah keduanya memberikan penjelasan dengan versi masing-masing didepan wartawan, Keduanya saling berpelukan dan saling meminta maaf atas kesalapahaman yang terjadi.
Sebagai bentuk dukungan Erni Yetti Riman kepada Marsiani, Erni memberikan bantuan alat dan bahan usaha jajanan tarakko berupa kompor, wajan dan minyak goreng.
Erni juga berjanji akan melunasi cicilan motor Mersiani yang digunakan berdagang tarakko baru berjalan 5 bulan.
Mersiani menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kepedulian Erni Yetti Riman kepada dirinya. Ia berharap dengan klarifikasi dan saling mengakui kekeliruan masing-masing, polemik ini bisa berakhir dan tidak ada lagi isu liar yang berkembang di luar.
Sebelumnya, polemik tarakko yang menuding istri Bupati Erni Yetti Riman mempermalukan warganya berkembang liar di Media Sosial lewat pemberitaan salah satu media di Toraja.
Erni disebut mempermalukan salah seorang penjual tarakko dengan menegur agar tidak berbohong soal jumlah dan harga saat berdagang.
Berita tersebut kemudian mendapat respon beragam olen netizen di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi usai Mersiani berfoto bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di sela-sela perayaan Hari Jadi Toraja ke-779 di Lapangan To’bone Kelurahan Rante Makale, Senin 31 Agustus 2026.
Setelah sesi foto perempuan benama Mersiani (19) duduk menangis tersedu-sedu dan air matanya terus mengalir.
“Saya dikatai pembohong oleh Ibu Bupati. Di depan banyak orang,” ungkap Mersiani, masih dengan mimik tersedu.
Cek per cek, rupanya, selain berfoto, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga memborong dagangan “Tarakko” yang dibawa Mersiani ini.
Gubernur memborong dagangan Tarakko gadis ini dengan harga Rp 1 juta yang dibayar langsung oleh ajudan Gubernur. Jajanan Tarokko itu lalu dibagi-bagikan Gubernur kepada warga.
Belakangan, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Erni Yetti Riman menemui Mersiani dan memberinya uang Rp 200 ribu bermaksud untuk membayar dagangan tersebut sehingga kalimat yang melukai hati Mersiani itu terlontar. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar