Derita Petani di Bittuang, Sawah Kesulitan Air Akibat Kemarau, Tanaman Padi Rusak Dimakan Kerbau Liar
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 51 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi padi yang rusak dimakan kerbau liar di Bittuang. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Sejumlah Petani di Lembang Tiroan dan Kole Palian Kecamatan Bittuang terancam gagal panen.
Padi yang dirawat susah payah akibat kekurangan air di musim kemarau malah dirusak oleh ternak kerbau yang dilepas secara liar (Tedong Lamba’).
Akibatnya padi yang sudah mulai berbunga bahkan ada yang sudah siap panen rusak dan terancam gagal panen.
“Kita sudah setengah mati memperbaiki irigasi karena debit air berkurang akibat kemarau, giliran air mengalir, ternak liar yang datang merusak padi” keluh Ambek Alber, Selasa 01 September 2026.
Sementara itu, Petani lainnya bernama Ambek Ersi mengaku mengalami kerugian akibat tanaman yang rusak dan gagal panen.
“Kita berharap agar tanaman yang rusak bisa diganti rugi” tutur Ambek Ersi.
Petani juga berharap agar pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan ini.
Warga berharap agar ternak yang dilepas secara liar agar dikandangkan atau diikat agar tidak merusak tanaman.
Masyarakat mengatakan ternak yang merusak tanaman ini diduga datang dari wilayah Lembang lain yakni wilayah Lembang Le’tek Kecamatan Bittuang. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar