Pohon Kering Ancam Keselamatan Warga di Makale Utara, BPBD dan PLN Saling Lempar Tanggung Jawab
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 14 Feb 2023

Sebatang pohon besar yang sudah mati dan mengering di pinggir jalan poros Makale-Rantepao ini rawan tumbang dan mengancam keselamatan warga serta pengguna jalan. Dua instansi terkait, yakni PLN dan BPBD sudah dilapor oleh warga, namun respon keduanya lamban, bahkan saling lempar tanggung jawab. (AP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, LEMO — Sebatang pohon berukuran besar yang berdiri di tepat di pinggir jalan Jalan Poros Makale-Rantepao, tepatnya di Pala’-Pala’, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan.
Pohon yang sudah mati dan mulai kering serta berdiri tepat dipinggir jalan ini sangat rawan tumbang, apalagi saat ini cuaca buruk seperti angin dan hujan sedang melanda Sulsel, termasuk Tana Toraja.
Disekitar pohon tersebut juga melintang kabel listrik dan internet sehingga semakin membahayakan jika pohon tersebut tumbang menimpah kabel listrik.
Catherine, salah seorang Warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi berdirinya pohon, ikut khawatir dan berupaya berkoordinasi dengan pemerintah agar pohon tersebut segera ditebang.
Namun, bukannya mendapat respon cepat untuk penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PLN Makale justru saling lempar tanggung jawab.
“BPBD bilang itu masih rananya PLN sesuai surat BPBD yang dikirim ke saya, sementara PLN mengaku tugasnya hanya mengamankan jaringan. Jadi saya bingung harus kemana minta tolong,” cerita Catherine kepada wartawan, Selasa, 14 Februari 2023.
“Apakah harus tunggu tumbang dan ada korban baru mau ditangani?” sesal Chaterine.
Dalam isi surat BPBD yang ditandatangani Kepala BPBD Tana Toraja Yunus Sirante yang ditujukan ke PLN, BPBD meminta agar PLN yang melakukan penebangan.
Sementara Kepala PLN Makale yang dikonfirmasi terkait hal ini tidak memberikan respon. (*)
Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar