Pertama di Toraja, Festival Layang -layang Akan Digelar Maret 2023

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pertama kalinya permainan tradisional layang-layang akan digelar secara meriah dalam bentuk event promosi wisata Toraja bertajuk Festival Layang -layang Sulawesi Selatan yang akan digelar Maret 2023 mendatang di Tana Toraja.

Kegiatan ini diprakarsai anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai Golkar, John Rende Mangontan.

Kegiatan akan digelar atas kolaborasi JRM Comunity bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemda Tana Toraja.

Festival layang-layang ini merupakan event pertama dari 4 event promosi wisata yang digagas JRM, sapaan akrab John Rende Mangontan, yang akan digelar sepanjang tahun 2023 di Tana Toraja.

Keempat event promo wisata yang akan digelar sepanjang tahun 2023 ini diumumkan JRM saat menggelar ibadah Natal keluarga dirumahnya di Tengan, Kecamatan Mengkendek, pertengahan Januari 2023 lalu.

Baca Juga  Sepeda Motornya Terjatuh ke Jurang, Penyuluh Pertanian Asal Rindingallo Meninggal Dunia

Empat event promo wisata itu, diantaranya Festival Layang-layang pada bulan Maret, Festival Tari Pagellu’ Todolo, dan Paduan Suara tingkat SMA di bulan April, Toraja Carnaval Jilid II di bulan Juli, dan Paduan Suara Internasional bulan Desember 2023.

Kepada wartawan, Selasa, 31 Januari 2023, JRM mengatakan untuk Festival Layang-layang akan dikemas dalam bentuk lomba ketangkasan dan kreasi dengan muatan lokal budaya Toraja.

JRM mengatakan panitia akan bekerja sama dengan Pengurus Pusat Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (PERLASI) dan juga akan menghadirkan atlet layangan aduan tingkat nasional.

“Sebagai bahan informasi awal bahwa Club layang-layang dari Bali, Manado, Jakarta dan Jogjakarta siap menyuksukses festival layang-layang pertama di Toraja ini,” terang JRM.

Baca Juga  Melalui Dana Aspirasi, JRM dan Dinas Perindustrian Sulsel Gelar Pelatihan Sablon di Toraja

Peserta lomba layang-layang nantinya wajib menggunakan busana adat Toraja (Seppa Tallu Buku) dan kreasi layang-layang berciri khas Toraja dengan jumlah peserta sebanyak 110 karena bertepatan dengan 110 tahun Injil Masuk Toraja ( IMT)sehingga event layang -layang ini bagian dari rasa sykur kita atas peringatan 110 tahun IMT. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar