Orang Tua Siswa Keracunan MBG di Tana Toraja Diancam di Medsos oleh Oknum Mengaku Keluarga Pemilik SPPG
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 47 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kantor SPPG Makale Batupapan 1 (Kiri) Postingan ancaman dari oknum mengaku keluarga pemilik SPPG (Kanan)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Salah satu orang tua siswa SMPN 1 Makale yang menjadi korban keracunan menu MBG di Tana Toraja mendapatkan ancaman di media sosial setelah menulis postingan menuntut keadilan atas kasus keracunan yang menimpa anaknya.
Orang tua siswa bernama NP mendapatkan ancaman dari salah satu akun yang mengaku sebagai keluarga pemilik SPPG yang menyebabkan keracunan ratusan siswa di Makale yakni SPPG Makale Batupapan 1.
Dalam postingannya di salah satu grup media sosial Facebook Toraja Selasa 22 September 2026, NP meminta keadilan atas keracunan yang dialami anaknya bersama 193 siswa lainnya di Tana Toraja.
Bukannya mendapat dukungan, salah satu akun berinisial SL justru menyebut postingan NP sebagai bentuk Provokator.
“Profokator media sosialnya, orang yg share juga profokator” tulis akun SL
Akun SL juga mengaku keluarga pemilik SPPG Makale Batupapan 1 dan meminta NP untuk berhenti jadi provokator, bahkan jika tidak dilakukan, Akun SL tersebut menulis ancaman akan mengeluarkan isi perut NP.
“na memang keluarga ku tu ampui dapur mbg Batupapan, yari mi bisa mempuli mate ke matei tu anakmu na hate tuo siapa kan?? Kukuan ko agimo to jadi profokator. Yammi tolepi jadi profokator la sule nak matik kampung karoi tambukmu” tulis akun SL dalam Bahasa Toraja.
Jika diartikan kalimat tersebut berbunyi kurang lebih “Na memang Keluarga saya yang punya dapur MBG Batupapan, harusnya nanti anda menuntut jika anak anda meninggal tapi anak anda kan masih hidup, saya kasi tahu berhenti jadi provokator, kalau tidak saya akan kembali ke kampung keluarkan isi perutmu”
Ancaman dari akun media sosial SL tersebut direspon NP dengan melapor langsung ke Polres Tana Toraja.
Kepada Wartawan Kareba Toraja, Sabtu 26 September 2026, NP mengaku sudah melaporkan akun tersebut ke Pihak Berwajib.
“kemarin saya sudah melapor ke Polres Tana Toraja” tulis NP
NP mengaku jika sejak awal kejadian ketika memposting keadaan anaknya saat masih dirawat di rumah sakit, akun tersebut sudah mulai mengintervensi dengan menyuruh untuk diam dengan alasan itu bukan keracunan.
“Ketika saya mulai menulis postingan mempertanyakan hasil BPOM terkait penyebab keracunan, Akun tersebut mulai mengancam sampai ancaman menghilangkan nyawa” tutur NP
NP berharap pelaku pengancaman di panggil untuk di periksa dan di hukum sesuai dengan UUD IT. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar