OPINI: Potensi Ekonomi di Tana Toraja dan Toraja Utara

Oleh: Parika, SH*

SELAMA 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Toraja Raya (Tana Toraja dan Toraja Utara) cukup baik dan secara umum selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hanya pada tahun 2020 mengalami penurunan  ekonomi sebagai dampak pembatasan kegiatan masyarakat akibat pademi COVID-19. Kabupaten Tana Toraja mengalami kontraksi sebesar -0.28 % sedangkan Kabupaten Toraja Utara masih dapat tumbuh positif dengan angka 0.17%.

Grafik Pertumbuhan Ekonomi (yoy)%

Sumber Data: BPS (dioalah)

Jumlah penduduk per data tahun 2022 menurut data dari BPS, yaitu Kabupaten Tana Toraja memiliki penduduk sejumlah 291.047 jiwa, sedangkan Kabupaten Toraja Utara jumlah penduduknya adalah 268.198 jiwa. Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui bahwa Toraja Raya memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak. Sumber daya manusia ini merupakan faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, peran/kompetensinya sebagai pelaksanaan proses pembangunan ekonomi pada kedua kabupaten wilayah kerja KPPN Makale.

Berdasarkan data dari Kemenko PMK, menunjukkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan masih mengalami stunting dan kemiskinan yang ekstrem, termasuk dalam hal ini Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara yang menjadi prioritas dalam penanganannya.

Sumber Data : BPS (dioalah)

Tahun 2022, angka kemiskinan pada kedua Kabupaten di wilayah Kerja KPPN Makale seluruhnya tercatat mengalami penurunan dibandingkan dari tahun sebelumnya. Kabupaten Toraja utara tercatat turun signifikan dibandingkan Kabupaten Tana Toraja. Untuk Kabupaten Toraja Utara terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 600 orang atau -2.11% sedangkan Kabupaten Tana Toraja turun sebanyak 20 orang atau -0.07%. Meskipun mengalami penurunan dari segi jumlah angka kemiskinan dari tahun sebelumnya, namun tingkat kemiskinan pada  kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja tersebut masih tinggi, masing-masing menempati urutan 21 dan 18 dari 24 Kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah dapat mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga  Perseteruan Berlanjut, Warga Lapor Balik Bupati Toraja Utara ke Polisi

Potensi ekonomi merupakan kemampuan ekonomi yang ada di daerah yang mungkin dan layak dikembangkan sehingga akan terus berkembang menjadi sumber penghidupan rakyat setempat bahkan dapat  mendorong perekonomian daerah secara keseluruhan untuk berkembang dengan sendirinya dan berkesinambungan.

Toraja terkenal dengan adatnya yang masih kental dan sektor pariwisata alam yang masih asri yang tetatap menjadi pesona terutama di Sulawesi Selatan. terdapat banyak objek wisata yang selalu menyedot kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara.

Ketenarannya pun telah terdengar hingga kancah internasional. Kondisi topografi di Toraja adalah berupa daratan tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan disisinya. Selain itu, berdasarkan kondisi hidrologinya wilayah Toraja memiliki air tanah yang bersumber banyak dari air hujan yang sebagian mengalir di permukaan, menjadi daya tarik industri pariwisata Indonesia, hal ini merupakan potensi bagi pengembangan berbagai kegiatan produksi dan ekonomi di Kabupaten Toraja Raya.

Sektor pariwisata merupakan sektor potensial yang jika dikembangkan lebih lanjut dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap PDRB pada masing-masing kabupaten. Akan tetapi, hingga saat ini sektor pariwisata masih belum bisa memberikan kontribusi yang cukup berpengaruh pada PDRB. Ditambah lagi dengan dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan drastisnya penurunan jumlah wisatawan belakangan ini. Terjadi penurunan sebesar 68.75% pada tahun 2020 untuk Kabupaten Toraja Utara dan sebesar 90.90% untuk Tana Toraja (BPS Torut & BPS Tator, 2021).

Baca Juga  Jalan Amblas di Poros Rantepao-Palopo, Pengendara Diminta Hati-hati

Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam mengembangkan potensi pariwisata di toraja raya. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terhadap pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Toraja Utara dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang menyangkut pengembangan pariwisata, pengembangan objek wisata, pengembangan pasar dan pemasaran, pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan institusi kelembagaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan potensi pariwisata di kabupaten Toraja Utara, yaitu: sarana dan prasarana pariwisata, atraksi wisata pada objek wisata, peran serta masyarakat dan dana yang terbatas. Dampak pengembangan potensi pariwisata terhadap ekonomi pariwisata dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Toraja Utara dapat diketahui melalui arus wisatawan yang berkunjung selama 5 tahun terakhir. Dari data BPS menunjukkan terjadi peningkatan jumlah wisatawan di tahun 2022.

Selain pariwisata, potensi ekonomi lainnya adalah sektor pertanian seperti kopi arabika dan kopi robusta. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, terdapat beberapa sektor yang memiliki kontribusi cukup signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja. Sektor-sektor yang dimaksud, yaitu: Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; serta Sektor Konstruksi. Dalam lingkup wilayah KPPN Makale, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor penyumbang PDRB terbesar hingga tahun 2022.

Baca Juga  Ketua DPRD Tana Toraja Diminta Jadi Caleg Golkar DPR RI Dapil Sulsel 3

Hal ini disebabkan oleh potensi alam dari kedua kabupaten yang terbilang mumpuni dan mendukung untuk pengembangan sektor hortikultura dan peternakan. Sebagaimana telah diketahui bahwa betapa kuatnya kemampuan komoditas kopi dari daerah Toraja yang mampu dikenal hingga mancanegara. Oleh karena itu, kedua kabupaten harus tetap menjaga dan terus mengembangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, khususnya pada sektor pertanian. Kopi menjadi inovasi yang diterapkan oleh Perangkat Daerah untuk kemajuan daerah sehingga perlu dukungan sepenuhnya dari pemangku kepentingan dan dari Kepala Daerah.

Sejalan dengan hal tersebut diatas UMKM yang dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian, komposisi sektor penyaluran KUR di wilayah Toraja Raya.

Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa penyaluran KUR di wilayah Toraja Raya dilakukan pada beberapa sektor. Sektor yang menerima komposisi penyaluran paling besar adalah dari sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, selanjutnya disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran masing-masing sebesar 65% dan 23% dari total keseluruhan penyaluran KUR. Hal ini sejalan dengan potensi alam yang dimiliki oleh wilayah Toraja Raya dan sektor potensial yang perlu dikembangakan dan didukung oleh pihat terkait dan pemerintah daerah. Jika kedua potensi tersebut dapat dikembangkan dengan baik, maka dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat sehingga angka kemiskinan dapat terkendali. (*)

*Parika, SHKepala Seksi Verifikasi, Akuntansi, dan Kepatuhan Internal pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makale

Komentar