Mulai Awal Desember 2025, Bus Dilarang Naikkan Penumpang di Perwakilan, Wajib di Terminal Makale
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- comment 11 komentar

Kepala Dinas Perhubungan Tana Toraja Eric Cristal Ranteallo. (Foto: Arsyad-Karebatoraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Toraja kembali menegaskan kebijakan dalam rangka mengurangi kesemrawutan dan kemacetan dalam Kota Makale.
Mulai 01 Desember 2025, aktivitas menurunkan dan menaikkan penumpang di Perwakilan Bus dalam Kota Makale tidak dibolehkan lagi.
Aktivitas bongkar muat penumpang wajib dilakukan dalam area Terminal Makale yang terletak di Kelurahan Kamali’ Pentalluan Makale.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan Tana Toraja Eric Cristal Ranteallo kepada wartawan, Senin 24 November 2025.
Eric Cristal mengatakan aktivasi dan volume kendaraan akan meningkat pada bulan desember sehingga kebijakan ini akan mulai diberlakukan di awal desember.
Eric Cristal mengatakan pada bulan desember juga akan banyak kegiatan – kegiatan pemerintahan yang akan dilaksanakan dalam kota sehingga kebijakan mengembalikan aktivitas bongkar muat bus dalam terminal diberlakukan agar tidak semakin membuat kemacetan.
Eric Cristal mengatakan saat ini pihaknya sedang mengatur area terminal termasuk membangun tempat bagi beberapa Perusahaan Otobus (PO) yang belum memiliki loket perwakilan di area terminal.
“Untuk Bus dari dan tujuan Makassar, tidak boleh menurunkan dan mengambil penumpang sampai batas Kilometer 5 (Randanan)” tegas Kepala Dinas Perhubungan Eric Ranteallo.
Eric Cristal mengatakan kebijakan ini pasti akan banyak pro dan kontra namun komitmen Pemerintah adalah bagaimana Kota Makale menjadi rapih, bersih dan tertib. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Lebih objektif dan rasional utk keberangkatan penumpang dari / ke Rantepao agar bus berangkat dan tiba di tempat tujuan sebagaimana tiket Makassar – Rantepao begitupun sebaliknya dan penumpang yg akan turun di Makale dan sekitarnya hanya boleh turun di jalur poros tdk mengantar ke alamat penumpang jadi pendek kata bongkar akhir penumpang di Terminal Rantepao.
13 Desember 2025 6:13 amsampai kapanpun ga bakalan bisa kalau dinas-nya masih doyan duit, itu cuman omdo
27 November 2025 8:16 pmASDP SJ yg BUMN ,,bagaimn pk yg jual tiketnya bnyak perwakilannya dan mahal malah g di tindak? Klo g percaya turun lapangan pk,tksh
27 November 2025 8:38 amTernyata ilmumu menyesatkan orang banyak
26 November 2025 9:04 pmSebagai pengamat transportasi umum secara pribadi saya kurang setuju sebab kasihan penumpang yg jaraknya jauh lebih dari 5km atau lebih hrs naik dan turun ke terminal dulu..namun demi kepentingan umum dan tata kota supaya tertib lancar dlm lalulintas saya setuju sebab bisa lebih tertata rapi dan tertib tdk asal naik atau turunkan di sembarang tempat..lagi pula jika terminal beroperasi dgn lancar banyak pihak yg ikut terangkat secara ekonomi nya..baik pedagang asongan,tukang becak,ojek dsbnya dgn begitu masyarakat bisa menikmati hasil dgn beroperasi terminal secara menyeluruh cuman pemerintah hrs benar2 jeli soal penerapan nya..jgn hanya nnty jd ladang calo preman dan oknum2 yg tdk bertanggung jawab pemerintah hrs hadir demi mewujudkan kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi umum
26 November 2025 8:40 pmPara pembuat aturan hrs konsisten dan hrs di kawal dg baik. Fasilitas pendukung di terminal jg hrs memadai utamanya faktor keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kebersihan. Shg masy pengguna jasa merasa mendpt layanan yg sesuai harapan. Jika tdk…aturan tinggal aturan krn syarat dg pelanggaran krn lemah dlm pengawasan.
26 November 2025 7:15 pmBagus itu untuk meramaikan suasana dari terminal,tapi jangan lupa agar terminal bus juga dijaga keamanan dan kebersihan terminal,terutama keamanan para calon penumpang bus dan pengguna jasa lain di terminal
26 November 2025 11:57 amKebijakan yg merugikan penumpang, karena harus ke terminal dulu. Belajarlah dari kota- kota lain
26 November 2025 10:32 amSangat setuju…!!!!$
25 November 2025 7:41 pmHarusnya Pemda sudah seyogianya punya kebijaksanaan lebih ke kepentingan umum bukan kelompok tertentu
Sangat setuju…!!!!$
25 November 2025 7:39 pmjadi penumpang dari rantepao,harus ke makale,apa ngak salah itu pak,kalau buat bayar restri busi terminal seharus kayak di terminal mks,bus msk terminal,baru penumpangnya turun untuk bayar restri busi terminal
25 November 2025 6:04 pm