Menjadi Umat Katolik yang Berdaulat, Berdikari, dan Ikut Menentukan Arah Pembangunan Bangsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 19 Agu 2022

Pastor Albert Arina, Pr memimpin misa Syukur Kemerdekaan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 17 Agustus 2022, di Paroki St.Yoseph Pekerja -Gotong- Gotong Makassar. (dok. istimewah).
SEMARAK merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 77 tahun 2022 dirayakan dengan sukacita sebagai ungkapan jiwa patriotisme dan nasionalisme oleh seluruh anak bangsa Indonesia.
Luapan jiwa dan nadi kebangsaan dan cinta tanah air Indonesia bergetar dan membahana dari berbagai tempat persada tercinta. Mulai dari desa terjauh dan pulau terluar yang berpuncak di istana negara, merayakan detik-detik kemerdekaan Bangsa Indonesia sebagai refleksi dan mengenang momentum bersejarah, 17 Agustus 1945, waktu 77 tahun silam di Pengangsaan Timur , tempat dimana Dwi Tunggal – Bapak Pendiri Bangsa Indonesia,Pahlawan Proklamator Soekarno- Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Kibaran bendera nasional merah putih dalam berbagai ukuran serta pernak- pernik dirgahayu kemerdekaan tahun 2022 ini terasa berbeda, dimana 2 tahun sebelumnya kita masih terbelenggu oleh pandemi Covid 19.
Kini, Indonesia berangsur-angsur mulai pulih dan sangat terasa begitu semarak merah-putih menghiasi seantero persada Indonesia dari sabang sampai merauke dengan tema kemerdekaan ” Pulih lebih cepat – Bangkit lebih kuat “.
Keuskupan Agung Makassar – KAMS melalui Komisi Kerasulan Awam dan Komisi Hubungan Agama dan Kepercayan, yang adalah bagian elemen bangsa yang cinta tanah air, sebagai bentuk rasa syukur dan ikut bersama merayakan rasa sukacita hari Uang Tahun kemerdekaan RI ke 77 Tahun, menginisiasi kegiatan Misa Syukur Kemerdekaan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 17 Agustus 2022, di Paroki St.Yoseph Pekerja -Gotong- Gotong Makassar.
Dalam homilinya, Pastor Albert Arina, Pr (Ketua Komisi Kerasulan Awam dan HAK KAMS ), menekankan dengan tegas tentang signifikansi peran dan kontribusi umat Katolik secara nyata. “Jadilah umat Katolik yang berdaulat, yang mampu berdiri diatas kaki sendiri dan ikut menentukan arah pembangunan bangsa”.
Semboyan patriotik-nasionalisme yang digelorakan oleh Mgr.Albertus Soegiya Pranata, menjadi “100% Katolik dan 100 % Indonesia”, sekaligus menjadi penanda dan komitmen kita bersama-sama untuk mempertahankan dan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Pelaksanaan Misa Syukur Kemerdekaan ini diikuti oleh seluruh elemen organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan yaitu, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Katolik – DPD ISKA SulSel, Dewan Pimpinan Daerah Wanita Katolik Republik Indonesia- DPD WKRI SulSel, Forum Masyarakat Katolik Indonesia – FMKI Kota Makassar, Vox Populi Indonesia DPD Sulsel, Komisariat Daerah Pemuda Katolik – (Komda PK SulSel ) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia – DPC PMKRI St.Albertus Magnus Cabang Makassar serta umat se-kevikepan Makassar berjalan khidmat.
Perayaan Ekaristi ini, sekaligus napak tilas permenungan pada momentum proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia disertai untaian doa kepada Tuhan Maha Kuasa, semoga Indonesia, cepat pulih dan bangkit dan mampu hidup dalam keberagaman dengan semangat toleransi yang tinggi menuju Indonesia maju.
Dirgahayu Indonesia yang ke-77. 100” Katolik 100% Indonesia.
Penulis: Pastor Albert Arina Pr.
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar