Legislator Golkar Sulsel Minta Pemkab Tana Toraja Serius Tangani Covid-19
- account_circle Redaksi
- calendar_month Ming, 3 Jan 2021

Anggota Komisi E DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, John Rende Mangontan melakukan kunjungan spesifik dan memantau penanganan virus Corona di Kabupaten Tana Toraja, sejak tanggal 28 hingga 30 Desember 2020 yang lalu.
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah dan Satgas Covid-19 Kabupaten Tana Toraja diminta serius menangani virus Corona, apalagi beberapa waktu terakhir ini terjadi lonjakan kasus yang cukup serius.
Pemerintah dan Satgas Satgas Covid-19 Kabupaten Tana Toraja juga diminta untuk mengucurkan anggaran untuk para petugas kesehatan yang bertugas di lapangan, terutama yang berjaga di Posko perbatasan Salubarani dan Rantelemo.
Hal ini ditegaskan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar, John Rende Mangontan setelah melakukan kunjungan spesifik dan memantau penanganan virus Corona di Kabupaten Tana Toraja, sejak tanggal 28 hingga 30 Desember 2020 yang lalu.
“Saya pantau posko-posko, banyak petugas yang menggunakan biaya sendiri untuk mengawasi pergerakan orang yang keluar masuk Tana Toraja. Biaya penanggulangan Covid-19 di Tana Toraja cukup besar, mestinya para petugas di lapangan itu diberi insentif yang memadai, karena mereka bekerja keras untuk mengatasi pandemi ini,” tegas JRM, sapaan akrab John Rende Mangontan.
Padahal, kata JRM, sebelumnya, tepatnya pada awal-awal penanganan virus Corona, pemerintah kabupaten Tana Toraja menggelontorkan anggaran besar-besaran untuk penanganannya.
“Sekarang masa-masa yang cukup kristis dengan bertambahnya jumlah warga yang terpapar virus Corona. Mestinya, penanganannya lebih intensif sekarang,” tegasnya.
Selain soal anggaran, anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini juga meminta pemerintah dan Satgas untuk menyiapkan sarana cuci tangan di area-area publik, termasuk pasar tradisional. Karena jika fasilitasnya tidak disediakan, himbauan protokol kesehatan akan mubazir jadinya.
“Saya pantau di Pasar Makale dan beberapa pasar lainnya, fasilitas cuci tangan sangat minim. Mestinya sarana ini dilengkapi di setiap fasilitas umum. Kemudian soal masker, jika bisa juga disediakan masker gratis untuk masyarakat yang datang ke tempat umum dan lupa membawa masker,” katanya.
Selain menyoroti kinerja pemerintah dan Satgas, JRM mengapresiasi Polres Tana Toraja dan jajaran yang begitu giat membatasi kegiatan-kegiatan sosial yang berpotensi menimbulkan kerumuman. Termasuk membatasi upacara Rambu Solo’ dan Rambu Tuka demi mencegah penularan virus Corona.
“Langkah kepolisian ini mestinya didukung oleh Satgas maupun masyarakat. Karena virus ini gampang menular antar orang, apalagi dalam kerumunan dan tidak menggunakan masker,” urai JRM.
Untuk diketahui, per 28 Desember 2020, jumlah warga Tana Toraja yang dinyatakan positif terpapar virus Corona sebanyak 217 orang. Dari jumlah ini, tiga diantaranya meninggal dunia. 18 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan 38 orang menjalani isolasi. (*)
Penulis: Desianti
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar