oleh

Lagi, Laka Lantas di Poros Sa’dan-Batusitanduk, Minibus Toyota Innova Terjun ke Sungai

KAREBA-TORAJA.COM, LUWU — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan poros Sangkaropi, Sa’dan (Toraja Utara) – Batusitanduk (Luwu), Jumat, 28 Mei 2021.

Sebuah minibus Toyota Innova dengan nomor polisi DP 1068 FF terjun ke Sungai Pararra dengan kedalaman jurang sekitar 15 meter di daerah Simbuang, Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Irwanto Pasambe, warga Toraja yang melintas di lokasi kejadian, menyebutkan kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Minibus itu, kata Irwanto mengangkut 6 penumpang dari Toraja menuju ke Batusitanduk.

“Tidak ada korban jiwa. Mobil itu mengangkut satu keluarga dari Toraja. Semua penumpang selamat dan sudah dibawa ke rumah sakit,” terang Irwanto.

Baca Juga  Sah, KPU Tetapkan Yohanis Bassang-Frederik Palimbong Bupati-Wakil Bupati Terpilih Toraja Utara

Irwanto, yang juga Kepala Lembang Tokesan, Kecamatan Sangalla’ Selatan, Tana Toraja ini mengaku tidak mengetahui siapa pemilik mobil tersebut. “Kurang tahu siapa sopirnya,” kata Irwanto.

Sementara itu, Dian P, salah satu kerabat penumpang mobil tersebut, menjelaskan bahwa mobil Toyota Innova warna hitam ini mengangkut keluarga Papa Rara, warga Rantepao, Toraja Utara. Keluarga ini hendak ke Padang Sappa untuk menghadiri acara kedukaan salah satu kerabat mereka yang meninggal dunia.

“Sekarang dirawat di RSUD Sawerigading Palopo. Tiga orang masih dirawat, sedangkan empat orang lainnya sudah baik,” ujar Dian, saat dikonfirmasi kareba-toraja.com, Jumat malam.

Meski semua penumpang selamat, namun kondisi minibus Toyota Innova tersebut rusak parah. Seluruh body mobil ringsek. Demikian pula kaca-kaca pada mobil, semua hancur. Informasi terakhir yang diterima, minibus tersebut sudah dievakuasi menggunakan alat berat.

Baca Juga  Pemkab Toraja Utara Sosialisasikan Rencana Revitalisasi Kawasan Pertokoan Lama Rantepao

Kecelakaan lalu lintas di jalan poros Sangkaropi-Batusitanduk sudah berulang kali terjadi. Sempitnya badan jalan dan licin jika hujan, diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Poros Sangkaropi-Batusitanduk menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang hendak melintas dari Toraja ke Luwu Raya atau sebaliknya. Jalan alternatif ini digunakan warga sejak longsor yang memutuskan jalan poros Rantepao-Palopo di Warung Tengah Puncak, tahun lalu. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya