Kerja di Jakarta, Konsultan Asal Toraja Ditemukan T*w*s di Subang, Jawa Barat
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

Polisi mengevakuasi jasad seorang pria yang diduga menjadi korban pembunuhan di Subang, Jawab Barat. Pria tersebut diketahui bernama Hengky Rumba (66) seorang konsultan asal Toraja, Sulawesi Selatan. (Foto: dok. istimewah).
KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Hengky Rumba (66), seorang konsultan asal Toraja ditemukan tewas dengan sejumlah luka pada tubuhnya di sebuah kebun di Kampung Munjul, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, 3 Januari 2026. Hengky diduga dibunuh.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Subang, AKP Bagus Panuntun menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, mengingat kuatnya indikasi tindak pidana pembunuhan terhadap korban.
“Kami masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lanjutan. Autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan dan hasilnya ditemukan adanya unsur kekerasan, meski motif pasti masih dalam pengembangan,” terang AKP Bagus Panuntun, Minggu, 4 Januari 2026.
Dikatakan, korban Hengky Rumba ditemukan tergeletak pada sebuah kebun di jalur buntu dan jarang dilalui warga. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang ikut orang tuanya ke kebun. Anak tersebut melihat tubuh korban yang dipenuhi luka dan langsung berteriak histeris, sehingga menarik perhatian warga sekitar.
Kepala Dusun Munjul, Yudi Gustira, mengatakan sang ayah sempat tidak menyadari temuan tersebut karena tengah mengendarai kendaraan. Setelah diberi tahu oleh anaknya, ia kembali ke lokasi dan memastikan keberadaan mayat tersebut sebelum melaporkannya kepada aparat setempat.
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang selalu Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan secara serius, profesional, dan transparan.
Almarhum Hengky Rumba diketahui berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan. Selama ini, Almarhum berkarier di bidang konsultan di Jakarta. Dia alumni Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Makassar.
Penemuan jasad Hengky Rumba ini menarik perhatian dan simpati dari Ketua Ikatakan Keluarga Toraja Nusantara (IKATNus), yang juga anggota DPR RI, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang.
“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menyisakan luka, khususnya bagi keluarga besar Toraja,” ujar Frederik, Minggu, 4 Januari 2026.
Menurut Frederik, penanganan perkara semacam ini harus dilakukan secara cermat dan komprehensif.
Aparat kepolisian, kata dia, perlu melakukan identifikasi menyeluruh, mengumpulkan seluruh keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, menelusuri pergerakan korban sebelum peristiwa terjadi, serta mendalami seluruh informasi pendukung, termasuk rekaman CCTV dan keberadaan barang milik korban. Langkah tersebut dinilai penting agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh dan objektif.
Frederik juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat luas untuk tetap tenang serta tidak terjebak pada spekulasi. Ia menegaskan kepercayaannya kepada kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional.
“Mari kita beri ruang kepada aparat kepolisian Khususnya kepada Polres Subang untuk bekerja. Saya percaya Polres Subang akan menangani perkara ini dengan sungguh-sungguh, cermat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu kerabat korban, David Allorerung yang dihubungi menyatakan, korban selama ini tinggal dan beraktivitas di Jakarta.
“Beliau kerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan di Jakarta. Kami belum tahu kenapa beliau ada di Subang. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dari polisi,” ujar David.
Informasi sementara yang dihimpun, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan korban sempat melintas seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di area kebun. Sepeda motor dan ponsel korban diketahui raib. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar